"Saya Lega walaupun Kami Harus Menikah di Tahanan"

Kompas.com - 25/11/2015, 20:37 WIB
Ilustrasi pernikahan. ISTIlustrasi pernikahan.
EditorCaroline Damanik
SUKABUMI, KOMPAS.com - Kedua mempelai tampak sumringah setelah akad nikah digelar. Mempelai pria memberikan mas kawin berupa cincin emas seberat satu gram kepada wanita pujaan hatinya. Air mata bahagia membasahi wajah keduanya.

Namun, isak tangis kedua mempelai dan keluarga besarnya tidak terbendung lagi ketika Wiwin Suryana (25) harus meninggalkan mempelai perempuan yang baru dinikahinya di Masjid Attaqwa Komplek Mapolres Sukabumi Kota, Jawa Barat, Selasa (24/11/2015).

Wiwin harus kembali ke ruang tahanan dan meninggalkan istrinya, Milda (18), untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya sebagai pengedar narkoba.

"Saya awalnya sangat cemas, calon istri saya tidak bisa hadir. Tetapi, saya lega ternyata keluarga pacar saya ternyata ikut datang walaupun kami harus menikah di tahanan karena kasus yang saya lakukan," ungkap Wiwin.

Dia bercerita bahwa dirinya sudah lama pacaran dengan kekasihnya itu dan sudah berencana menikahinya sebulan lalu. Tetapi, Wiwin keburu tertangkap oleh polisi karena mencoba mengedarkan narkoba.

Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Diki Budiman, mengatakan, meski ditahan, tersangka tetap mempunyai hak untuk menikah. Oleh karena itu, polisi memberikan sedikit waktu untuk menikah dan mewajibkannya kembali ke sel setelah akad.

"Walaupun tersangka harus mempertanggungjawabkan kasusnya itu, tetapi masih mempunyai hak dan kami memberikan dispensasi untuk menikah dengan kekasihnya," kata Diki.

Menurut dia, tersangka baru saja tertangkap oleh anggota Satuan Narkoba Polres Sukabumi Kota saat akan bertransaksi narkoba jenis sabu sebanyak satu paket dengan konsumennya. Kasusnya masih diselidiki.

Diki berharap, setelah menikah dan menjalani hukuman di lembaga permasyarakatan, Wiwin tidak kembali terjerumus dalam kejahatan yang sama dan bisa membangun bahtera rumah tangga dengan kekasihnya.



Sumber Antara
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Klarifikasi soal Hoaks, KPU Ogan Ilir Pastikan Calon Petahana Masih Didiskualifikasi

Klarifikasi soal Hoaks, KPU Ogan Ilir Pastikan Calon Petahana Masih Didiskualifikasi

Regional
Anggota DPRD Jeneponto Dibacok, Berawal dari Masalah Knalpot Bising

Anggota DPRD Jeneponto Dibacok, Berawal dari Masalah Knalpot Bising

Regional
Usai Bertemu Calon Suami, Perempuan Ini Kehilangan Indra Penciuman, Ternyata Kena Corona

Usai Bertemu Calon Suami, Perempuan Ini Kehilangan Indra Penciuman, Ternyata Kena Corona

Regional
Detik-detik Perwira Polisi Ditangkap Bawa 16 Kg Sabu, Sempat Diberondong Tembakan agar Menyerah

Detik-detik Perwira Polisi Ditangkap Bawa 16 Kg Sabu, Sempat Diberondong Tembakan agar Menyerah

Regional
Awalnya untuk Usir Kebosanan, Kini Usaha Sofa Botol Plastik Andi Bisa Raup Jutaan Rupiah

Awalnya untuk Usir Kebosanan, Kini Usaha Sofa Botol Plastik Andi Bisa Raup Jutaan Rupiah

Regional
Mayat Wanita Pekerja Kafe Ditemukan di Kolam Penangkaran Buaya, Ini Dugaan Polisi

Mayat Wanita Pekerja Kafe Ditemukan di Kolam Penangkaran Buaya, Ini Dugaan Polisi

Regional
Seorang Perwira Polisi di Pekanbaru Ditangkap karena Edarkan Sabu

Seorang Perwira Polisi di Pekanbaru Ditangkap karena Edarkan Sabu

Regional
Viral, Detik-detik Polisi Tangkap Pengedar Narkoba, Diwarnai Kejar-kejaran Mobil dan Suara Tembakan

Viral, Detik-detik Polisi Tangkap Pengedar Narkoba, Diwarnai Kejar-kejaran Mobil dan Suara Tembakan

Regional
Gugus Tugas Covid-19 Klaim 70 Persen Warga Banten Patuh Protokol Kesehatan

Gugus Tugas Covid-19 Klaim 70 Persen Warga Banten Patuh Protokol Kesehatan

Regional
Kandang Ayam Kebakaran, 40.000 Ekor Ayam Hangus Terbakar

Kandang Ayam Kebakaran, 40.000 Ekor Ayam Hangus Terbakar

Regional
Banyak Layangan Dimainkan di Sekitar Bandara, Salah Satunya Tersangkut di Pesawat

Banyak Layangan Dimainkan di Sekitar Bandara, Salah Satunya Tersangkut di Pesawat

Regional
Libur Panjang Akhir Oktober, 6 Kawasan Wisata di Jateng Dijaga Ketat

Libur Panjang Akhir Oktober, 6 Kawasan Wisata di Jateng Dijaga Ketat

Regional
Pesan Terakhir Wali Kota Tasikmalaya untuk Warganya Sebelum Ditahan KPK

Pesan Terakhir Wali Kota Tasikmalaya untuk Warganya Sebelum Ditahan KPK

Regional
Fransiska Ditemukan Tewas di Kolam Penangkaran Buaya, Tangannya Diikat Lakban

Fransiska Ditemukan Tewas di Kolam Penangkaran Buaya, Tangannya Diikat Lakban

Regional
Sederet Fakta Oknum Polisi dan TNI Jadi Pemasok Senjata Api KKB di Papua

Sederet Fakta Oknum Polisi dan TNI Jadi Pemasok Senjata Api KKB di Papua

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X