Pelesetkan Salam "Sampurasun", Rizieq Syihab Dilaporkan ke Polisi

Kompas.com - 25/11/2015, 14:54 WIB
Angkatan Muda Siliwangi (AMS) melaporkan ketua Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq atas ucapannya yang mempelesetkan salam Sunda. AMS dan tokoh Sunda menilai, ucapan Habib Rizieq mengandung unsur SARA. KOMPAS.com/Reni SusantiAngkatan Muda Siliwangi (AMS) melaporkan ketua Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq atas ucapannya yang mempelesetkan salam Sunda. AMS dan tokoh Sunda menilai, ucapan Habib Rizieq mengandung unsur SARA.
|
EditorCaroline Damanik
BANDUNG, KOMPAS.com — Aliansi Masyarakat Sunda melalui Angkatan Muda Siliwangi melaporkan Ketua Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab ke Polda Jabar, Rabu (24/11/2015), karena telah memelesetkan salam "sampurasun" dalam bahasa Sunda.

Menurut Ketua Umum Angkatan Muda Siliwangi Noery Ispandji Firman, hal itu terjadi beberapa waktu lalu dalam tablig akbar di Purwakarta.

Saat itu, Rizieq memelesetkan salam Sunda, "sampurasun", menjadi "campur racun".

"Pelesetan 'campur racun' telah melukai kultur dan kebiasaan masyarakat Sunda yang selama ini berlaku secara turun-temurun," ujar Noery dalam konferensi persnya di Bandung, Rabu (25/11/2015).

Merasa tersinggung, Noery dan sejumlah tokoh Sunda melaporkan Rizieq dengan hate speech serta UU 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) Pasal 28 ayat 2.

Pasalnya, Rizieq dinilai dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi untuk menimbulkan rasa benci atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Selain itu, para tokoh Sunda ini mendesak Rizieq untuk meminta maaf secara terbuka kepada seluruh masyarakat Sunda.

"Selain menuntut untuk meminta maaf secara terbuka, kami juga tuntut Rizieq secara hukum. Hari ini, kami sebagai pelapor akan dimintai keterangan oleh polisi terkait laporan yang sudah kami sampaikan," ujar Noery.

Tanggapan FPI atas pelaporan ini baca: Rizieq Dilaporkan karena Pelesetkan "Sampurasun", Ini Tanggapan FPI.

Video pelesetan "sampurasun" menjadi "campur racun" ini juga sudah beredar luas di media sosial YouTube yang diunggah oleh akun Muhammad Nazzar. Dalam video tersebut, Rizieq mengucapkan "campur racun" sebagai salam pembuka. (Baca juga: Ridwan Kamil: Saya Harap Rizieq Syihab Minta Maaf ke Masyarakat Sunda).

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hampir Sepekan, Gunungkidul Catatkan Nol Kasus Baru Corona

Hampir Sepekan, Gunungkidul Catatkan Nol Kasus Baru Corona

Regional
Pasien Covid-19 Tertua di Indonesia Sembuh, Kuncinya Disiplin

Pasien Covid-19 Tertua di Indonesia Sembuh, Kuncinya Disiplin

Regional
Nenek Berusia 100 Tahun Asal Surabaya Sembuh dari Covid-19, Bagaimana Bisa?

Nenek Berusia 100 Tahun Asal Surabaya Sembuh dari Covid-19, Bagaimana Bisa?

Regional
Kisruh Bantuan Mobil PCR, Saling Klaim dan Amukan Risma, Ini Akhir Ceritanya

Kisruh Bantuan Mobil PCR, Saling Klaim dan Amukan Risma, Ini Akhir Ceritanya

Regional
[POPULER NUSANTARA] Wali Kota Risma Tersulut Emosi | Kerangka Diduga Berusia Ratusan Tahun

[POPULER NUSANTARA] Wali Kota Risma Tersulut Emosi | Kerangka Diduga Berusia Ratusan Tahun

Regional
Saat Dosen Unpad Masuk Data Penerima Dana Bansos Rp 600 Ribu Per Bulan: Bingung Bantuan Apa Ini?

Saat Dosen Unpad Masuk Data Penerima Dana Bansos Rp 600 Ribu Per Bulan: Bingung Bantuan Apa Ini?

Regional
Polisi Pukul Pakai Rotan Warga Tak Bermasker, Tetap Diproses Hukum Meski Ada Masyarakat yang Mendukung

Polisi Pukul Pakai Rotan Warga Tak Bermasker, Tetap Diproses Hukum Meski Ada Masyarakat yang Mendukung

Regional
Detik-detik Satpam Tewas Dibunuh Maling, Berawal Saat Pergoki Pencurian Kelapa Sawit

Detik-detik Satpam Tewas Dibunuh Maling, Berawal Saat Pergoki Pencurian Kelapa Sawit

Regional
Jejak Kasus Pecatan TNI Ruslan Buton, Tuntut Jokowi Mundur hingga Terlibat Kasus Pembunuhan La Gode

Jejak Kasus Pecatan TNI Ruslan Buton, Tuntut Jokowi Mundur hingga Terlibat Kasus Pembunuhan La Gode

Regional
Kabur dari Rutan Polsek Malili, Satu Tahanan Titipan Kejari Luwu Timur Ditembak

Kabur dari Rutan Polsek Malili, Satu Tahanan Titipan Kejari Luwu Timur Ditembak

Regional
Tentang New Normal di DIY, Sri Sultan: Jangan tergesa-gesa

Tentang New Normal di DIY, Sri Sultan: Jangan tergesa-gesa

Regional
Kota Bandung Kini Terapkan PSBB Proporsional

Kota Bandung Kini Terapkan PSBB Proporsional

Regional
7 Pohon Tumbang Diterjang Angin Puting Beliung di Sukabumi, 1 Mobil dan Puluhan Rumah Rusak

7 Pohon Tumbang Diterjang Angin Puting Beliung di Sukabumi, 1 Mobil dan Puluhan Rumah Rusak

Regional
Pekan Depan, Keluar Masuk NTB Wajib Bawa Surat Bebas Corona

Pekan Depan, Keluar Masuk NTB Wajib Bawa Surat Bebas Corona

Regional
Sabtu, 2 Unit Mobil PCR Dijadwalkan Siaga di Surabaya, Ini Lokasinya

Sabtu, 2 Unit Mobil PCR Dijadwalkan Siaga di Surabaya, Ini Lokasinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X