Belasan Warga Suku Anak Dalam Singgah di Hutan Bengkulu

Kompas.com - 17/11/2015, 10:52 WIB
Ilustrasi: Suku Anak Dalam terkepung perkebunan sawit di Kecamatan Bathin VIII, Kabupaten Sarolangun, Jambi, Sabtu (6/10/2012). KOMPAS/NASRULLAH NARAIlustrasi: Suku Anak Dalam terkepung perkebunan sawit di Kecamatan Bathin VIII, Kabupaten Sarolangun, Jambi, Sabtu (6/10/2012).
|
EditorCaroline Damanik
BENGKULU, KOMPAS.com - Belasan orang warga Suku Anak Dalam asal Provinsi Jambi, melintas dan singgah sementara waktu di kawasan hutan lindung Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu, sejak Senin (16/11/2015).

Kawasan hutan lindung tersebut masuk di wilayah administrasi Desa Tanjung Heran, Kabupaten Bengkulu Tengah, Kecamatan Taba Penanjung. Tak diketahui secara pasti aktivitas belasan anggota Suku Anak Dalam itu di dalam kawasan hutan lindung.

Pihak kepolisian dan pemerintah kecamatan menyebutkan, anggota suku Anak Dalam itu hanya menumpang singgah di kawasan itu, sambil menunggu waktu tepat untuk melanjutkan perjalannya ke daerah lain.

"Mereka terpantau di Desa Tanjung Heran. Mereka juga telah meminta izin menetap sementara, dalam arti kata hanya menumpang singgah saja,” kata Kapolsek Taba Penanjung, AKP Kusman Jaya.

Hal ini juga disampaikan Camat Taba Penanjung, Kusmala Dewi. Ia katakan secara administrasi, kelompok kubu itu telah melapor pada pemerintah desa.

Kedatangan mereka cukup mengejutkan warga. Meski terdapat perbedaan bahasa dan budaya yang mencolok komunitas Suku Anak Dalam tetap diterima warga.

“Mereka sudah meminta izin, surat dari desa juga sudah ditembuskan ke kecamatan. Namun demikian, aktivitas mereka sementara waktu belum ada,” ujar Kusmala Dewi.

Pemerintah desa terus memantau aktivitas kelompok itu kata Kusmala. Selain itu, pihakya memastikan kalau kelompok itu tidak menggangu warga desa dan sebaliknya.

Belum diketahui penyebab pasti belasan warga Suku Adat Suku Anak Dalam tersebut melintas dan menetap sementara waktu di Kawasan Hutan Lindung di Kabupaten Bengkulu Tengah. Dugaan sementara karena rusaknya hutan di kawasan mereka mengakibatkan mereka melakukan imigrasi ke wilayah lain.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hendak Menuju ke Jakarta, Ratusan Kendaraan Diputar Balik di Karawang

Hendak Menuju ke Jakarta, Ratusan Kendaraan Diputar Balik di Karawang

Regional
Viral 2 Polisi Pukuli ODGJ, Kapolres Tanggung Biaya Berobat dan Minta Maaf

Viral 2 Polisi Pukuli ODGJ, Kapolres Tanggung Biaya Berobat dan Minta Maaf

Regional
Libur Lebaran di Pantai, Dua Warga Cianjur Terseret Ombak

Libur Lebaran di Pantai, Dua Warga Cianjur Terseret Ombak

Regional
Kepala Desa Dikeroyok Usai Tegur Jemaah Shalat Id di Masjid, 13 Orang Diamankan

Kepala Desa Dikeroyok Usai Tegur Jemaah Shalat Id di Masjid, 13 Orang Diamankan

Regional
Jadi Klaster Aktif Penyebaran Covid-19, Pasar Pinasungkulan Manado Berlakukan Ganjil Genap

Jadi Klaster Aktif Penyebaran Covid-19, Pasar Pinasungkulan Manado Berlakukan Ganjil Genap

Regional
1.932 kendaraan Diputar Balik Selama PSBB Parsial di Cianjur

1.932 kendaraan Diputar Balik Selama PSBB Parsial di Cianjur

Regional
Kronologi Kepala Desa Dikeroyok Usai Tegur Jemaah yang Shalat Id di Masjid

Kronologi Kepala Desa Dikeroyok Usai Tegur Jemaah yang Shalat Id di Masjid

Regional
'Lebaran Dulu Dapat Sampai Rp 700.000, Sekarang Cuma Rp 50.000 Sehari'

"Lebaran Dulu Dapat Sampai Rp 700.000, Sekarang Cuma Rp 50.000 Sehari"

Regional
Seorang Pedagang Meninggal Reaktif Covid-19, Pasar Kebun Semai Palembang Ditutup

Seorang Pedagang Meninggal Reaktif Covid-19, Pasar Kebun Semai Palembang Ditutup

Regional
Bupati Bener Meriah Ajukan Surat Pengunduran Diri Langsung ke Mendagri

Bupati Bener Meriah Ajukan Surat Pengunduran Diri Langsung ke Mendagri

Regional
Ambulans Tertahan Penutupan Jalan, Bayi Dalam Kandungan Meninggal

Ambulans Tertahan Penutupan Jalan, Bayi Dalam Kandungan Meninggal

Regional
[POPULER NUSANTARA] ODGJ Babak Belur Dihajar 2 Polisi | Fakta Baru Ibu Anak Sewa Ambulans untuk Mudik

[POPULER NUSANTARA] ODGJ Babak Belur Dihajar 2 Polisi | Fakta Baru Ibu Anak Sewa Ambulans untuk Mudik

Regional
Fakta Polisi Ngamuk Ditegur Tak Pakai Masker, Kabur Pakai Fortuner hingga Dimutasi Kapolda Jabar

Fakta Polisi Ngamuk Ditegur Tak Pakai Masker, Kabur Pakai Fortuner hingga Dimutasi Kapolda Jabar

Regional
PSBB Surabaya Raya Diperpanjang hingga 8 Juni

PSBB Surabaya Raya Diperpanjang hingga 8 Juni

Regional
Curi Ponsel Pasien Positif Covid-19, Pelaku Ikut Diisolasi

Curi Ponsel Pasien Positif Covid-19, Pelaku Ikut Diisolasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X