Jaenullah, Bikin Jam Bertenaga Gravitasi Bumi Pakai Bambu

Kompas.com - 09/11/2015, 07:31 WIB
KOMPAS.com/ RAMDHAN Jaenullah sedang membuat jam gravitasi.
BOGOR, KOMPAS.com - Jam setinggi kira-kira dua meter itu tampak kokoh berdiri di salah satu sudut ruangan. Sekilas jam tersebut nampak seperti jam pada umumnya.

Namun, jika diperhatikan dengan seksama, tidak ada baterai untuk menggerakkannya. Jam itu bergerak hanya dengan menggunakan gaya gravitasi bumi.

Ya, jam gravitasi, begitulah si pembuat menamainya. Uniknya, semua bahan yang digunakan untuk membuat jam gravitasi itu berbahan bambu.

Jaenullah, adalah pria yang menemukan ide awal pembuatan jam gravitasi tersebut. Dia mengaku, terinspirasi dari ilmuwan Thomas Alva Edison.

Saat itu, ia berpikir untuk membuat sesuatu yang unik dan belum pernah ada di tempat mana pun.  Awalnya, memang tidak mudah bagi Jaenullah menciptakan jam tersebut.

Ia mengaku butuh waktu berbulan-bulan untuk meriset dan mengalami beberapa kali kegagalan. Baru sekitar setahun lalu, ia menemukan konsep yang cocok untuk jam gravitasi.

Jaenullah membuat sembilan gir sebagai penggerak rotasi jarum jam. Empat gir besar dijadikan sebagai penggerak utama dan lima gir kecil sebagai penyangga.

Sebuah papan bulat bertuliskan angka dari 1 hingga 12 terpasang. Dua bambu yang dijadikan jarum melekat di antara gir.

"Jam gravitasi ini baru bisa dibuat sempurna pada tahun 2015. Akurasinya juga sudah sama seperti jam pada umumnya," ucap Jaenullah, saat ditemui Kompas.com, di Galeri Bambootronic miliknya, Kamis (5/11/2015) pekan lalu.

Agar jarum terus berputar layaknya jam pada umumnya, Jaenullah menggantungkan berat massa seberat satu kilogram. Beban inilah yang menjadi sumber energi gerak sehingga meski tidak menggunakan baterai jarum jam tetap berputar.

"Butuh waktu sekitar seminggu untuk membuat satu unit jam gravitasi," papar pria lulusan teknik elektro itu.

Meski menggunakan hukum alam, namun perputaran jarum jam ini tidak meleset sedikitpun dengan jam digital.

Menurut Zainullah, perputaran jarum jam baru berubah jika terkena goyangan angin. "Makanya jam ini harus di taruh dalam kaca," katanya.

Berkat temuannya itu, Jaenullah bisa berbangga. Pasalnya, jam gravitasi miliknya telah dilirik oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo saat pameran UKM di Aceh beberapa waktu lalu.

"Waktu ikut pameran di Aceh, Pak Menteri suka sama jam saya. Makanya, saya diminta untuk membuatkan dua jam untuknya," kenang Jaenullah.

Kini, produk jam gravitasi Jaenullah telah dipasarkan baik dalam maupun luar negeri. Negara-negara seperti Australia, Eropa, maupun Uni Emirat Arab pun telah melirik kerajinannya tersebut.

Harga yang dipatok untuk satu jam gravitasi Rp 5 juta untuk market dalam negeri, sedangkan untuk dipasarkan ke luar negeri dibanderol seharga Rp 15 juta.

Selain menciptakan jam bertenaga gravitasi bumi, Jaenullah bersama karyawannya juga membuat alat-alat elektonik berbahan bambu seperti radio, jam dinding, dan speaker aktif.



EditorGlori K. Wadrianto

Terkini Lainnya

Gempa Berkekuatan 5,0 Magnitudo Guncang Maluku Barat Daya

Gempa Berkekuatan 5,0 Magnitudo Guncang Maluku Barat Daya

Regional
Prajurit Terpapar Radikalisme, Panglima TNI: 4 Pilar Harus Ditanamkan

Prajurit Terpapar Radikalisme, Panglima TNI: 4 Pilar Harus Ditanamkan

Regional
Cuaca Ekstrem, BMKG Kembali 'Warning' untuk Transportasi Laut

Cuaca Ekstrem, BMKG Kembali "Warning" untuk Transportasi Laut

Regional
Jual 2 Ekor Anak Kucing Hutan, Seorang Pria Ditangkap Polisi

Jual 2 Ekor Anak Kucing Hutan, Seorang Pria Ditangkap Polisi

Regional
Kurir Komputer yang Jelekkan Anggota Polisi di Facebooknya, Diancam 6 Tahun Penjara

Kurir Komputer yang Jelekkan Anggota Polisi di Facebooknya, Diancam 6 Tahun Penjara

Regional
Pekan Depan, Polisi Jadwalkan Pemeriksaan Korban Kena Tipu Arisan Fiktif

Pekan Depan, Polisi Jadwalkan Pemeriksaan Korban Kena Tipu Arisan Fiktif

Regional
Seluruh Rombongan Pengajian yang Tumpangi Kapal Karam di Aceh Selamat

Seluruh Rombongan Pengajian yang Tumpangi Kapal Karam di Aceh Selamat

Regional
Pasien RSJ Meninggal Dunia dengan Luka Lebam, Keluarga Lapor Polisi

Pasien RSJ Meninggal Dunia dengan Luka Lebam, Keluarga Lapor Polisi

Regional
Masih di Bawah Umur, 4 Nelayan Asal NTT yang Ditangkap Otoritas Australia Dipulangkan

Masih di Bawah Umur, 4 Nelayan Asal NTT yang Ditangkap Otoritas Australia Dipulangkan

Regional
Pelaku Pembunuh Pemuda Saat Pesta di Kupang Ditangkap di Timor Leste

Pelaku Pembunuh Pemuda Saat Pesta di Kupang Ditangkap di Timor Leste

Regional
Bacakan Pembelaan, Artis VA Minta Dibebaskan

Bacakan Pembelaan, Artis VA Minta Dibebaskan

Regional
Pesawat Malindo Air Keluar Landasan, Seluruh Penumpang dan Kru Selamat

Pesawat Malindo Air Keluar Landasan, Seluruh Penumpang dan Kru Selamat

Regional
Seorang Remaja Ditemukan Tewas dengan 15 Luka Tusuk, Pelakunya Ternyata 4 Anak di Bawah Umur

Seorang Remaja Ditemukan Tewas dengan 15 Luka Tusuk, Pelakunya Ternyata 4 Anak di Bawah Umur

Regional
Viral Seserahan Fortuner untuk Pernikahan di Pati, Ternyata Barang Hasil Curian

Viral Seserahan Fortuner untuk Pernikahan di Pati, Ternyata Barang Hasil Curian

Regional
Warga Tanam Pohon Pisang di Tengah Jalan, Tagih Janji Kampanye Gubernur Sulteng Sejak 2016

Warga Tanam Pohon Pisang di Tengah Jalan, Tagih Janji Kampanye Gubernur Sulteng Sejak 2016

Regional

Close Ads X