Polres Nabire Tetapkan Tersangka Kasus Pemerkosaan Anak di Bawah Umur

Kompas.com - 06/11/2015, 04:50 WIB
Ilustrasi anak KompasIlustrasi anak
|
EditorBayu Galih

JAYAPURA, KOMPAS.com - Kepolisian Resort Nabire resmi menetapkan A (30) sebagai tersangka kasus pemerkosaan anak di bawah umur.

Penetapan ini dilakukan setelah A menjalani pemeriksaan di Mapolsek Kamuu, Kabupaten Dogiyai, Kamis (5/11/2015).

Kepala Bidang Humas Polda Papua, Kombes Patrige Renwarin, mengatakan bahwa laporan dari Polres Nabire, polisi telah melakukan pemeriksaan terhadap tiga orang saksi dan A sebagai tersangka.

Selain itu, menurut Patrige, polisi juga sudah menyita barang bukti berupa pakaian yang dipakai pelaku dan korban saat kejadian.

"Barang bukti sudah disita dan sudah meminta penetapan barang bukti kepada pihak Pengadilan Negeri. Kami juga sudah meminta hasil visum korban di Rumah Sakit Umum Daerah Paniai," ucap Patrige melalui telepon selulernya, Kamis (5/11/2015).

Terkait penanganan kasus tersebut, Polres Nabire juga sudah menunjuk penasihat hukum untuk mendampingi tersangka.

Akibat perbuatannya, A (30) dijerat dengan Pasal 81 ayat (2) juncto Pasal 82 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak, subsider Pasal 287 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Junto Pasal 290 ayat (2), (3) KUHP. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

A diancam penjara maksimal 15 tahun dan denda maksimal Rp 60 juta.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, A yang sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan proyek di Kampung Waghete, Distrik Tigi, Kabupaten Deiyai dilaporkan ke Mapolsek Tigi setelah dituduh melakukan pemerkosaan terhadap MK, bocah 4 tahun.

Dalam laporannya di Mapolsek Tigi, kejadian ini diketahui ibu korban, saat memandikan MK dan melihat kemaluan anaknya berdarah serta terdapat bercak sperma.

Dari cerita anaknya, kemudian orang tua korban mengetahui identitas pelaku. Hasil koordinasi Polsek Tigi dengan Polsek Kamuu, Polres Nabire, polisi akhirnya mengamankan pelaku yang diduga kabur setelah melakukan aksinya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

70 Tahun Hidup Tanpa Penerangan, Kini Warga Dusun Balakala Bisa Nikmati Listrik PLN

70 Tahun Hidup Tanpa Penerangan, Kini Warga Dusun Balakala Bisa Nikmati Listrik PLN

Regional
Terkait Polemik DTH di Luwu Utara, BPBD Sebut Semua Bantuan Sudah Tersalurkan

Terkait Polemik DTH di Luwu Utara, BPBD Sebut Semua Bantuan Sudah Tersalurkan

Regional
Cegah Pernikahan Dini, Bupati Luwu Utara Tandatangani Pakta Integritas Pencegahan Perkawinan Anak

Cegah Pernikahan Dini, Bupati Luwu Utara Tandatangani Pakta Integritas Pencegahan Perkawinan Anak

Regional
Lewat Sistem Hibah, Pemkab Tanah Bumbu Ajak Perusahaan Dongkrak Penghasilan Daerah

Lewat Sistem Hibah, Pemkab Tanah Bumbu Ajak Perusahaan Dongkrak Penghasilan Daerah

Regional
Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Regional
UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

Regional
Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Regional
Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Regional
Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Regional
Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.