Abu Vulkanik Masuk Mataram, BPBD Terjun Bagikan Masker

Kompas.com - 05/11/2015, 10:42 WIB
Petugas BPBD membagikan masker untuk warga Kota Mataram, menyusul masuknya abu vulkanik dampak erupsi anak Gunung Rinjani. KOMPAS.com/ Karnia SeptiaPetugas BPBD membagikan masker untuk warga Kota Mataram, menyusul masuknya abu vulkanik dampak erupsi anak Gunung Rinjani.
|
EditorGlori K. Wadrianto
MATARAM, KOMPAS.com - Abu vulkanik akibat erupsi anak Gunung Rinjani telah memasuki Kota Mataram. Tanda-tanda masuknya abu vulkanik ke Kota Mataram mulai dirasakan sejak Rabu malam.

"Kemarin belum ada. Tapi tadi pagi kami cek di pohon dan mobil ternyata sudah tertutup abu. Meski tipis tapi tetap harus diwaspadai," kata Kepala BPBD Mataram Supardi, Kamis (5/11/2015).

Supardi mengatakan, meskipun abu vulkanik tampak tipis di Mataram, pihaknya mengimbau kepada seluruh warga di kota ini untuk mengenakan masker dan kaca mata saat beraktivitas di luar ruangan.

Hal ini dilakukan guna mencegah abu vulkanik masuk ke dalam tubuh. "Kita imbau masyarakat untuk memakai masker," kata dia.


Sebagai bentuk sosialisasi pencegahan, hari ini BPBD Mataram membagikan masker gratis untuk para pengguna jalan di Kota Mataram.

Pembagian masker dilakukan di tiga titik di antaranya simpang empat kantor Gubernur, Jalan Majapahit dan simpang empat Cakranegara. Pembagian ini rencananya akan dilakukan secara bertahap.

"Sebagai bentuk sosialisasi pencegahan kita bagikan masker untuk masyarakat. Tapi kalau kuantitas abu vulkanik semakin meningkat di Mataram, kami akan berkoordinasi dengan provinsi untuk penanganannya," kata dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bupati Talaud Terpilih Tunggu Keputusan Kemendagri: Hasil Pertemuan Harus Dilantik

Bupati Talaud Terpilih Tunggu Keputusan Kemendagri: Hasil Pertemuan Harus Dilantik

Regional
Cerita Pasutri Yanto dan Riska Bayar Persalinan Pakai Koin: Hasil Nabung Selama 9 Bulan

Cerita Pasutri Yanto dan Riska Bayar Persalinan Pakai Koin: Hasil Nabung Selama 9 Bulan

Regional
Partai Golkar Sumut Gelar Fit and Proper Test Calon Kepala Daerah

Partai Golkar Sumut Gelar Fit and Proper Test Calon Kepala Daerah

Regional
Dosen UGM Ciptakan Lidah Elektronik untuk Deteksi Makanan Halal

Dosen UGM Ciptakan Lidah Elektronik untuk Deteksi Makanan Halal

Regional
Rawan Bencana, BPBD Cianjur Siagakan 1.800 Retana di 32 Kecamatan

Rawan Bencana, BPBD Cianjur Siagakan 1.800 Retana di 32 Kecamatan

Regional
Cerita Buruh Tani yang Rela Keluarkan Rp 2 Juta untuk Ikut Kirab Keraton Agung Sejagat

Cerita Buruh Tani yang Rela Keluarkan Rp 2 Juta untuk Ikut Kirab Keraton Agung Sejagat

Regional
Cerita Riska Nekat Bayar Biaya Persalinan Rp 1 Juta Pakai Koin: Saya Sempat Was-was...

Cerita Riska Nekat Bayar Biaya Persalinan Rp 1 Juta Pakai Koin: Saya Sempat Was-was...

Regional
Puskesmas Kembalikan Uang Koin Biaya Persalinan Pasutri Riska dan Yanto, Ini Alasannya

Puskesmas Kembalikan Uang Koin Biaya Persalinan Pasutri Riska dan Yanto, Ini Alasannya

Regional
Bakar Lahan untuk Usir Monyet, Seorang Kakek di Pekanbaru Ditangkap

Bakar Lahan untuk Usir Monyet, Seorang Kakek di Pekanbaru Ditangkap

Regional
Resmikan Masjid, Gubernur Edy: Kita Namakan Masjid Gubsu Biar Adil...

Resmikan Masjid, Gubernur Edy: Kita Namakan Masjid Gubsu Biar Adil...

Regional
Soal Sunda Empire, Dedi Mulyadi: Penyakit Sosial Lama dan Akut

Soal Sunda Empire, Dedi Mulyadi: Penyakit Sosial Lama dan Akut

Regional
Kronologi Penemuan 3 Hektar Lahan Ganja di Lereng Gunung Dempo: Polisi Jalan Kaki 4 Jam

Kronologi Penemuan 3 Hektar Lahan Ganja di Lereng Gunung Dempo: Polisi Jalan Kaki 4 Jam

Regional
103 Rumah di Pulau Ambo, Sulawesi Barat, Terancam Tenggelam akibat Abrasi

103 Rumah di Pulau Ambo, Sulawesi Barat, Terancam Tenggelam akibat Abrasi

Regional
Ternak Babi di Sumut Tidak Akan Dimusnahkan Sebab ASF Beda dengan Flu Burung

Ternak Babi di Sumut Tidak Akan Dimusnahkan Sebab ASF Beda dengan Flu Burung

Regional
Muncul Gerakan 'Save Babi', Pemprov Sumut: Ternak Babi Tak Akan Dimusnahkan Walau Ada Virus ASF

Muncul Gerakan "Save Babi", Pemprov Sumut: Ternak Babi Tak Akan Dimusnahkan Walau Ada Virus ASF

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X