Dua Warga Desa di Maluku Tengah Tertembak karena Terobos Barikade Polisi

Kompas.com - 04/11/2015, 21:35 WIB
|
EditorErvan Hardoko
AMBON, KOMPAS.com — Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease AKBP Komaruz Zaman menerangkan, dua warga tertembak saat bentrokan terjadi antara warga Desa Hitu Mesing dan Desa Wakal di Kecamatan Leihitu karena memaksa menerobos sekat yang dibuat aparat.

"Anggota berupaya melakukan penyekatan. Namun, massa dari Desa Hitu Mesing mencoba terus menerobos barikade yang dibuat aparat sehingga dilakukan penembakan yang berakibat dua warga terluka," kata Komaruz kepada wartawan, Rabu (4/11/2015).

Komaruz mengungkapkan, dua warga yang terkena tembakan itu adalah MP (21), yang mengalami luka tembak di kaki kiri, dan AA alias JS (27) yang mengalami luka tembak di bagian ketiak.

Komaruz tidak menyebutkan secara detail mengenai pelaku penembakan.


"Saat ini, kedua korban telah dibawa ke RSU dr Haulussy dan RS dr Latumeten, Ambon,” kata Komaruz.

Dia mengungkapkan, bentrokan warga dari kedua desa bertetangga yang terjadi pada Rabu sore sekitar pukul 15.20 WIT itu bermula saat warga Desa Wakal yang hendak melintas menuju Kota Ambon tiba-tiba dicegat dan dipukuli warga Hitu Mesing yang berkerumun tak jauh dari Polsek Leihitu.

Saat itu, dua warga Desa Wakal itu berhasil melarikan diri dan melaporkan kejadian itu kepada warga Desa Wakal lainnya.

Spontan saja, kejadian itu langsung memicu warga Desa Wakal bersiaga, dan beberapa saat kemudian membuat bunyi dengan memukul-mukul tiang listrik.

Pada saat yang bersamaan, warga Hitu Mesing juga membuat bunyi dengan memukul-mukul tiang listrik sehingga warga dalam sekejap langsung berkumpul di perbatasan kedua desa. Setelah itu, bentrokan terjadi.

Namun, kata dia, situasi saat ini sudah kondusif setelah ada upaya mediasi dengan tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan pemerintah dari kedua desa.

"Mediasi melibatkan Ketua DPRD Maluku Tengah, Dandim 1504 Pulau Ambon, Dansat Brimob Polda Maluku, Ketua Latupati Leihitu, dan juga satgas TNI," kata dia.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, pasukan gabungan TNI dan Polri, kata Komaruz, kini berjaga di perbatasan kedua desa.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Maluku Tengah Abua Tuasikal yang dihubungi Kompas.com meminta kepada warga dua desa yang terlibat bentrok agar menahan diri dan segera mengakhiri permusuhan.

"Saya mengimbau kepada warga kedua desa agar dapat menahan diri, dan saya mohon (warga dari) kedua desa agar dapat mengakhiri permusuhan," kata Abua.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X