Bandara Jalaluddin Diusulkan Jadi Bandara Internasional

Kompas.com - 02/11/2015, 13:07 WIB
KOMPAS.com/ ROSYID A AZHAR Kebutuhan transportasi udara dan pembangunan infrastruktur yang semakin berkembang membuat pemerintah Provinsi Gorontalo mengusulkan bandara Jalaluddin untuk dijadikan bandar udara internasional
GORONTALO, KOMPAS.com - Pembangunan Bandar Udara Jalaluddin di Gorontalo kini sudah mencapai tahap penyelesaian. Bandara ini dibangun agar sesuai dengan standar untuk dijadikan bandara internasional.

Salah satunya adalah landas pacu dan terminal baru yang menjadi lebih baik, sehingga dapat digunakan untuk jalur penerbangan mancanegara.

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie sudah mengusulkan peningkatan status ini saat bertemu Sekretaris Jenderal Kementrian Perhubungan Santoso Edy Wibowo di Jakarta.

“Hari ini kami akan bertemu Menteri Perhubungan di Jakarta untuk mengusulkan peningkatan status Bandara Jalaluddin sebagai bandara internasional,” kata Rusli Habibie, Senin (2/11/2015).
 
Rusli pun mengungkapkan, posisi Gorontalo yang strategis karena berdekatan dengan Malaysia dan Filipina juga patut menjadi pertimbangan.

Selain itu, Bandara Jalaluddin berfungsi sebagai bandara alternatif setelah bandara Internasional Sam Ratulangi di Manado, Sulawesi Utara.

Rusli meyakini, beralihnya status bandara itu mampu menggerakkan sektor perekonomian di Provinsi Gorontalo dan daerah-daerah di sekitarnya. Khususnya di sektor pariwisata dan lalu lintas barang dan jasa.

Dia berharap dapat mempercepat keinginan Provinsi Gorontalo untuk menjadi Embarkasi Haji Penuh (EHP) pada setiap musim haji.

Selama ini, di wilayah Timur Indonesia baru ada satu EHP yang melayani penerbangan haji dari Sulawesi, Maluku, dan Papua yakni di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

“Sejak tahun 2012 Gorontalo sudah menjadi embarkasi haji antara, salah satu syaratnya untuk menjadi EHP yakni peningkatan faslitas bandara," kata Gubernur.

"Jika landasan pacu dan terminalnya sudah bagus, maka status bandara internasional jadi terbuka. Calon Jemaah haji asal Gorontalo, Sulut, Maluku, dan Papua bisa terbang dari sini,” sambung Rusli.


EditorGlori K. Wadrianto

Close Ads X