Akhiri Masa Jabatan, Bupati Purworejo Pamit ke Gubernur

Kompas.com - 30/10/2015, 21:44 WIB
Pemerintah Provinsi Jateng melaunching sistem Paten, untuk mendekatkan masyarakat membayar pajak kendaraan bermotor di kantor kecamatan.  Sistem Paten dilaunching di Kutoarjo, Purworejo, Jumat (30/10/2015) Kompas.com/Nazar NurdinPemerintah Provinsi Jateng melaunching sistem Paten, untuk mendekatkan masyarakat membayar pajak kendaraan bermotor di kantor kecamatan. Sistem Paten dilaunching di Kutoarjo, Purworejo, Jumat (30/10/2015)
|
EditorErvan Hardoko

PURWOREJO, KOMPAS.com - Bupati Purworejo, Jawa Tengah, Mahsun Zain pamit untuk melepaskan kursi orang nomor satu di yang didudukinya selama lima tahun terakhir.

Di hari terakhirnya memimpin, Jumat (30/10/2015), Mahsun minta izin secara langsung pada atasannya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, saat ia mengunjungi kampung halamannya di Kutoarjo.

Di hari terakhir jabatannya ia membantu menyiapkan dan meluncurkan sistem Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (Paten).

"Ini hari terakhir saya menjabat sebagai Bupati Purworejo. Saya sangat senang akhir jabatan saya bisa dihadiri gubernur, saya mohon izin," ujar Mahsun.

Sejurus kemudian, dia memberitahukan kondisi Purworejo saat ini. Ketika ia meletakkan jabatannya, Purworejo sedang mengalami musim kemarau yang panjang.

Meski demikian, banyak warga saat ini sudah panen raya kacang hijau dan kedelai.

"Kami sudah beberapa kali mengadakan sholat istisqa, tapi masih belum dikabulkan," ujarnya singkat.

Dia pun sekali lagi meminta maaf jika selama lima tahun memimpin tidak mampu memuaskan seluruh warga Purworejo.

Sementara itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengapresiasi kesediaan Mahsun untuk mengabdi kepada rakyat.

Ia mewakili Pemprov Jateng mengucapkan terima kasih kepada Mahsun. Menurut Ganjar, masa akhir jabatan yang bertepatan pada hari Jumat membuatnya menjadi baik. Apalagi di awal memimpin, Mahsun juga dilantik pada hari Jumat.

"Kami terima kasih banyak pak, sudah memimpin Purworejo ini dengan hebat. Mengawali dan mengakhiri di hari Jumat, Insya Allah akan khusnul khotimah," ujar Ganjar.

Mengenai sholat minta hujan, ia mendukung rakyat untuk terus meminta. Baginya, usaha spiritual penting untuk memperlihatkan bahwa Indonesia adalah negara yang menghormati Tuhan YME.

"Yang usaha secara fisik minta hujan sudah dilakukan. Kini ganti yang spiritual. Mudah-mudahan cepat dikabulkan," tambah pria 47 tahun ini.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jerinx Ajukan Banding atas Vonis 1 Tahun 2 Bulan Penjara

Jerinx Ajukan Banding atas Vonis 1 Tahun 2 Bulan Penjara

Regional
Diduga Depresi, Ibu di Kalsel Bunuh Dua Anaknya yang Masih Balita

Diduga Depresi, Ibu di Kalsel Bunuh Dua Anaknya yang Masih Balita

Regional
Jaksa Ajukan Banding terhadap Vonis Jerinx, Anggap Putusan Hakim Tak Berikan Efek Jera

Jaksa Ajukan Banding terhadap Vonis Jerinx, Anggap Putusan Hakim Tak Berikan Efek Jera

Regional
Branch Manager Bank Mega Malang Ditangkap akibat Penipuan Senilai Rp 5,7 M

Branch Manager Bank Mega Malang Ditangkap akibat Penipuan Senilai Rp 5,7 M

Regional
Banjir Terjang 2 Kabupaten di Jambi, Jembatan Putus dan 1.000 Rumah Terendam

Banjir Terjang 2 Kabupaten di Jambi, Jembatan Putus dan 1.000 Rumah Terendam

Regional
Pemprov Jabar Buka Layanan Desain dan Cetak Kemasan Gratis bagi IKM

Pemprov Jabar Buka Layanan Desain dan Cetak Kemasan Gratis bagi IKM

Regional
Edhy Prabowo Tersangka, Walkot Solo Setuju Susi Pudjiastuti Kembali Jadi Menteri KP

Edhy Prabowo Tersangka, Walkot Solo Setuju Susi Pudjiastuti Kembali Jadi Menteri KP

Regional
Mayat Bayi Perempuan Ditemukan Dalam Kantong Plastik, Begini Kronologinya

Mayat Bayi Perempuan Ditemukan Dalam Kantong Plastik, Begini Kronologinya

Regional
Haru, Nadif Ikuti Wisuda Virtual Seorang Diri di Makam Sang Ayah, Ini Ceritanya

Haru, Nadif Ikuti Wisuda Virtual Seorang Diri di Makam Sang Ayah, Ini Ceritanya

Regional
Deforestasi, Burung Migran dan Ancaman 'Bird Strike' di Bandara Kualanamu

Deforestasi, Burung Migran dan Ancaman "Bird Strike" di Bandara Kualanamu

Regional
Kisah Pilu 2 Nelayan Tersambar Petir Saat Melaut di Atas Kapal, Satu Orang Tewas

Kisah Pilu 2 Nelayan Tersambar Petir Saat Melaut di Atas Kapal, Satu Orang Tewas

Regional
'Kalau Pemerintah Bisa Bagi Vaksin Sebelum Proses Belajar, Kami Setuju KBM Tatap Muka'

"Kalau Pemerintah Bisa Bagi Vaksin Sebelum Proses Belajar, Kami Setuju KBM Tatap Muka"

Regional
Bupati Situbondo Tertular Covid-19, Puluhan Pejabat Lakukan Tes Swab

Bupati Situbondo Tertular Covid-19, Puluhan Pejabat Lakukan Tes Swab

Regional
Mantan Pegawai Bank Bikin Investasi Bodong, Larikan Uang Rp 15 Miliar Milik 15 Korban

Mantan Pegawai Bank Bikin Investasi Bodong, Larikan Uang Rp 15 Miliar Milik 15 Korban

Regional
Hakim Tolak Eksepsi Wasmad, Sidang Kasus Konser Dangdut Tegal Dilanjutkan

Hakim Tolak Eksepsi Wasmad, Sidang Kasus Konser Dangdut Tegal Dilanjutkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X