Cari Lokasi Jatuhnya Benda Asing, Warga Temukan Satu Hektar Hutan Terbakar

Kompas.com - 28/10/2015, 15:47 WIB
Warga dan polisi melakukan penyisiran di hutan Desa Pelalo, Kecamatan Sindang Kelingi, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, yang diduga menjadi lokasi jatuhnya benda asing, Selasa (27/10/2015). dok.Kompas TVWarga dan polisi melakukan penyisiran di hutan Desa Pelalo, Kecamatan Sindang Kelingi, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, yang diduga menjadi lokasi jatuhnya benda asing, Selasa (27/10/2015).
EditorCaroline Damanik
KOMPAS.com — Warga dan polisi melakukan penyisiran di hutan Desa Pelalo, Kecamatan Sindang Kelingi, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, yang diduga menjadi lokasi jatuhnya benda asing, Selasa (27/10/2015).

Dari hasil penyisiran selama lima jam ini, warga menemukan hutan yang hangus terbakar di Taman Nasional Kerinci Seblat. Hutan ini berjarak lebih kurang 10 kilometer dari permukiman warga.

"Kondisi hutan yang terjal cukup menyulitkan untuk sampai ke lokasi tujuan. Namun, hanya tampak lokasi hutan seluas satu hektar yang hangus terbakar," demikian dilaporkan seperti ditayangkan di Kompas TV.

Seorang warga Desa Pelalo, Mulkimin, mengaku mendengar suara dentuman keras disertai getaran di rumahnya. Diduga, suara itu berasal dari hutan di Desa Pelalo.

"Ada getaran kata warga kan. Getaran disertai ledakan. Tidak terlalu keras, tapi terasa," kata Mulkimin.

Ketika dikonfirmasi, Kapolsek Sindang Kelingi AKP Suraya meminta warga untuk tidak cepat terpengaruh isu tentang jatuhnya benda langit di kawasan itu. Di tengah masyarakat beredar informasi bahwa sebuah pesawat atau benda asing jatuh dan meledak di kawasan hutan Taman Nasional Kerinci Seblat.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

2 Penumpang Sempat Lari Sebelum Helikopter TNI AD Meledak di Kendal

2 Penumpang Sempat Lari Sebelum Helikopter TNI AD Meledak di Kendal

Regional
Bupati Banyumas Wacanakan ASN Wajib Gunakan Sepeda ke Kantor

Bupati Banyumas Wacanakan ASN Wajib Gunakan Sepeda ke Kantor

Regional
Fakta Lengkap Helikopter TNI AD Jatuh di Kendal, Gelar Misi Latihan hingga 4 Orang Meninggal

Fakta Lengkap Helikopter TNI AD Jatuh di Kendal, Gelar Misi Latihan hingga 4 Orang Meninggal

Regional
Detik-detik Helikopter TNI AD Jatuh dan Meledak di Kendal

Detik-detik Helikopter TNI AD Jatuh dan Meledak di Kendal

Regional
Saksi Mata: Helikopter TNI AD Terbang Rendah, Semakin Rendah, Lalu Jatuh

Saksi Mata: Helikopter TNI AD Terbang Rendah, Semakin Rendah, Lalu Jatuh

Regional
Helikopter TNI AD yang Jatuh di Kendal Bawa 9 Penumpang

Helikopter TNI AD yang Jatuh di Kendal Bawa 9 Penumpang

Regional
Diguyur Hujan Deras, 4 Kecamatan di Luwu Terendam Banjir

Diguyur Hujan Deras, 4 Kecamatan di Luwu Terendam Banjir

Regional
Helikopter Jatuh dan Meledak di Kendal, 5 Luka Berat, 4 Meninggal

Helikopter Jatuh dan Meledak di Kendal, 5 Luka Berat, 4 Meninggal

Regional
Helikopter TNI AD Jatuh di Kendal, 4 Orang Meninggal

Helikopter TNI AD Jatuh di Kendal, 4 Orang Meninggal

Regional
Curah Hujan Tinggi, Ratusan Rumah di Tiga Kecamatan Terendam Banjir

Curah Hujan Tinggi, Ratusan Rumah di Tiga Kecamatan Terendam Banjir

Regional
Hendak Pulang ke Negaranya, WNA asal Italia Dinyatakan Positif Corona

Hendak Pulang ke Negaranya, WNA asal Italia Dinyatakan Positif Corona

Regional
Helikopter TNI AD Jatuh, Meledak, dan Terbakar di Kendal

Helikopter TNI AD Jatuh, Meledak, dan Terbakar di Kendal

Regional
2 Warga Purbalingga Ditangkap karena Sebar Hoaks Penampakan Pocong, Berawal dari Status WhatsApp

2 Warga Purbalingga Ditangkap karena Sebar Hoaks Penampakan Pocong, Berawal dari Status WhatsApp

Regional
Pasien Reaktif Mengamuk karena Terlalu Lama Dikarantina, Gugus Tugas: Antrean Sampel Banyak

Pasien Reaktif Mengamuk karena Terlalu Lama Dikarantina, Gugus Tugas: Antrean Sampel Banyak

Regional
Sebelum Tewas Tergeletak di Trotoar, Pria Ini Mengaku Sesak Napas

Sebelum Tewas Tergeletak di Trotoar, Pria Ini Mengaku Sesak Napas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X