Kompas.com - 27/10/2015, 21:08 WIB
Pemadaman kebakaran hutan diwilayah Perbukitan Distrik Abepura, Kota Jayapura, Kamis (22/10/2015). IstimewaPemadaman kebakaran hutan diwilayah Perbukitan Distrik Abepura, Kota Jayapura, Kamis (22/10/2015).
|
EditorErvan Hardoko

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Majelis Lingkungan Hidup PP Muhamadiyah mendesak pemerintah berani mewajibkan perusahaan pemegang konsesi yang terlibat pembakaran lahan untuk bertanggung jawab.

Bentuk pertanggungjawabannya adalah menanggung kerugian yang diderita negara akibat kebakaran hutan dan lahan.

"Muhammadiyah prihatin dan menyayangkan terjadinya bencana asap. Mereka (perusahaan) wajib bertanggung jawab," kata Ketua Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah Muhyidin Mawardi saat jumpa pers, Selasa (27/10/2015).

Muhyidin menambahkan, perusahaan pemegang konsesi alih fungsi lahan hutan dan gambut pembakar hutan juga harus menanggung semua kerugian akibat bencana itu, sesuai PP 71 Tahun 2014 dan UU No 32 Tahun 2009.

"Mereka harus menanggung kerugian kerusakan ekosistem gambut dan kerugian yang diterima negara," dia menegaskan.

Selain itu, Muhyidin melanjutkan, pemerintah harus berani mencabut hak konsesi perusahaan yang terlibat dalam pembakaran lahan penyebab bencana asap.

Menurut dia, pemerintah juga perlu melakukan moratorium. Tujuannya untuk mengurangi persentase lahan gambut yang beralih fungsi.

Pasalnya, lahan gambut sudah tidak bisa dijadikan konsesi perkebunan. Pemulihan lahan gambut pun membutuhkan waktu bertahun-tahun.

"Kejadian ini selalu terulang. Pemerintah harus bekerja lebih keras melakukan pemadaman dan upaya pencegahan," ujarnya.

Terkait bencana asap yang sedang terjadi, Muhammadiyah mengajak semua warga masyarakat untuk bekerja sama mengerahkan seluruh potensi untuk menanggulangi kebakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan.

"Bersama-sama membantu, melakukan mitigasi bencana dan respons cepat membantu masyarakat yang menjadi korban," pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

Regional
Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Regional
Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X