Kompas.com - 27/10/2015, 10:54 WIB
Suasana kabut asap sebelum memasuki kota Sampit (26/10/2015). Kabut asap menyelimuti sepanjang jalan Trans Kalimantan dari Pontianak hingga Palangkaraya. KOMPAS.com/YOHANES KURNIA IRAWANSuasana kabut asap sebelum memasuki kota Sampit (26/10/2015). Kabut asap menyelimuti sepanjang jalan Trans Kalimantan dari Pontianak hingga Palangkaraya.
|
EditorGlori K. Wadrianto

Perbekalan pun dikeluarkan, sebuah kompor gas lapangan lengkap dengan satu set nesting siap untuk merebus air. Lima menit kemudian, kopi pun siap untuk diseduh dan dinikmati, lumayan untuk menawarkan rasa kantuk.

Waktu saat itu sudah menunjukkan pukul 01.45 dinihari. Artinya hari sudah berganti. Kabut terlihat sangat pekat saat kami beristirahat.

Kendaraan yang melewati jalur tersebut tidak ada satu pun yang melaju. Semua berjalan perlahan melintasi jalan yang sepi.

Pukul 02.00 tepat, perjalanan kami lanjutkan. Berjalan perlahan menuju perbatasan Kalbar-Kalteng menyusuri ruas jalan yang sunyi.

Bermalam di pinggir jalan
Melewati Kecamatan Nanga Tayap menuju perbatasan propinsi, kami kembali berhenti. Pilihan berhenti tepat di depan sebuah kios terbuka berukuran sekitar 2x2,5 meter milik warga yang berada di pinggir jalan, namun jauh dari pemukiman.

Keputusan untuk berhenti saat itu karena jarak pandang yang masih terbatas. Mata pun sudah ngantuk dan badan terasa lelah, sedangkan waktu sudah menunjukkan pukul 04.30. Perlu waktu untuk istirahat.

Saya saat itu bersama Agri Aditya, seorang aktivis lingkungan, memutuskan untuk tidur di kios beralaskan matras dan koran. Sedangkan rekan perjalanan kami satu lagi, Jessica Wuysang, seorang jurnalis foto, beristirahat di dalam mobil.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tepat pukul 06.30 pagi, secara bersamaan dering alarm dari telepon seluler berbunyi dan membangunkan kami.

Meski masih terasa kantuk, namun kami harus tetap melanjutkan perjalanan. Perbekalan kembali dikeluarkan. Kopi panas dan makanan ringan menemani untuk sarapan pagi itu.

Perjalanan kami lanjutkan kembali tepat pukul 07.00, Senin (26/10/2015) pagi. 30 menit kemudian kami sudah tiba di perbatasan.

Sebuah gerbang besar dengan ornamen khas Dayak menjadi penanda batas masing-masing wilayah propinsi.

Sekitar 10 menit kami berhenti diperbatasan untuk melihat aktivitas warga dan mendokumentasikan gambar.

Perjalanan kembali dilanjutkan menuju kota Nanga Bulik, ibukota Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah.

Menunggu Pasokan BBM
Pejalanan dari perbatasan menuju Nanga Bulik ditempuh sekitar tiga jam. Perkebunan kelapa sawit menjadi pemandangan sepanjang perjalanan.

Kabut asap pun menyelimuti sepanjang perjalanan. Nyaris tidak ada jeda. Indikator digital bahan bakar kendaraan hanya tersisa satu balok saat tiba di Nanga Bulik.

Tiba di sebuah stasiun pengisian bahan bakar (SPBU), terlihat antrian kendaraan terparkir hingga keluar pagar. Rupanya kendaraan tersebut sengaja diparkir sambil menunggu mobil tangki pengangkut BBM.

Kami memutuskan keluar dari antrian dan mencari rumah makan terdekat. Sekitar pukul 10.15 kami beristirahat di sebuah rumah makan, sambil menungu pasokan BBM tiba.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Regional
UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

Regional
Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Regional
Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Regional
Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Regional
Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.