Kompas.com - 27/10/2015, 05:10 WIB
Perbandingan hasil pantauan sebaran asap di wilayah Maluku dan Papua pada hari Minggu (18/10/2015) dan hari Senin (19/10/2015) dari Monitor Kantor BMKG Jayapura. alfian kartonoPerbandingan hasil pantauan sebaran asap di wilayah Maluku dan Papua pada hari Minggu (18/10/2015) dan hari Senin (19/10/2015) dari Monitor Kantor BMKG Jayapura.
|
EditorTri Wahono
JAYAPURA, KOMPAS.com – Jumlah titik panas (hotspot) akibat pembakaran lahan di Provinsi Papua terus menurun berkat kerja keras Satgas terpadu pemadaman kebakaran lahan dari TNI dan Pemerintah Daerah.

Titik panas juga menurun setelah beberapa wilayah di Papua diguyur hujan pada Minggu (25/10/2015) malam.

Dari hasil pantauan satelit Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah V Jayapura, terlihat penurunan titik panas dari 69 titik menjadi 63 titik. Hampir seluruhnya berada di Kabupaten Merauke.

Kepada Sub Bidang Pelayanan Jasa dan Informasi BMKG Wilayah V Jayapura, Zem Irianto Padama mengatakan berkurangnya titik panas sangat dipengaruhi oleh hujan yang mengguyur beberapa tempat pada Minggu malam, khususnya di Kabupaten Mappi dan sekitarnya.

Pada Senin (26/10/2015), pukul 18.00 WIT, menurut Zem, titik panas terbanyak terdeteksi di Kabupaten Merauke, Distrik Kimaam sebanyak 14 titik dan Distrik Okaba sebanyak 11 titik.

"Semoga intensitas hujan semakin merata di wilayah Papua selatan untuk mempercepat pemadaman kebakaran lahan yang terjadi di wilayah itu," ujar Zem.

Untuk wilayah Jayapura, menurut Zem, pihaknya juga sempat mendeteksi titik panas di wilayah Sentani, Kabupaten Jayapura dan Distrik Heram, Kota Jayapura yang mengakibatkan penurunan jarak pandang dari 9.000 meter menjadi 6.000 meter.

Namun pihak BMKG memprediksi, untuk wilayah Jayapura dan sekitarnya akan memasuki musim hujan pada akhir Oktober hingga awal November sehingga masalah kebakaran lahan dapat segera teratasi.

Untuk penyebaran asap, jelas Zem, asap dari selatan Papua terbawa angin ke arah barat hingga mencapai Sulawesi Tenggara.

"Angin lapisan 850 mb (3.000 ft) dominan dari arah timur hingga selatan, tetapi untuk wilayah Kabupaten Mimika dan Kaimana, terjadi pembelokan arah angin yang bertiup dari arah barat, sehingga kedua daerah itu, masih terancam tertutup asap kiriman dari Merauke," kata Zem.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.