Ridwan Kamil Wajibkan Tiap Sekolah Terima Anak Penyandang Disabilitas

Kompas.com - 26/10/2015, 14:45 WIB
Wali Kota Baandung Ridwan Kamil saat memberikan pemaparan kepada para kepala ssekolah se-Bandung dalam acara deklarasi Bandung Kota Pendidikan Inklusi di SMA Santa Aloysius, Komplek Batununggal, Kota Bandung, Senin (26/10/2015). Ridwan Kamil mewajibkan tiap sekolah di Bandung menerima anak berkebutuhan khusus. KOMPAS.com/DENDI RAMDHANIWali Kota Baandung Ridwan Kamil saat memberikan pemaparan kepada para kepala ssekolah se-Bandung dalam acara deklarasi Bandung Kota Pendidikan Inklusi di SMA Santa Aloysius, Komplek Batununggal, Kota Bandung, Senin (26/10/2015). Ridwan Kamil mewajibkan tiap sekolah di Bandung menerima anak berkebutuhan khusus.
|
EditorCaroline Damanik
BANDUNG, KOMPAS.com — Wali Kota Bandung Ridwan Kamil (Emil) mewajibkan tiap sekolah negeri dan swasta di Bandung untuk menerima anak dengan disabilitas. Hal itu dilakukan agar setiap anak di Kota Bandung mempunyai hak yang sama untuk mendapat pendidikan.

"Rumusnya cuma satu, tidak boleh ada anak yang tidak sekolah di Bandung. Tolong diterjemahkan kalimat itu dalam bentuk apa pun," kata Emil kepada ratusan kepala sekolah se-Bandung di SMA Santa Aloysius, Kompleks Batununggal, Kota Bandung, Senin (26/10/2015).

Pesan tersebut disampaikan Emil sekaligus mendeklarasikan Bandung sebagai Kota Pendidikan Inklusif. Sekolah inklusi merupakan sekolah reguler yang juga menerima anak dengan disabilitas.

"Kalau tidak mau susah jangan jadi pendidik karena tugas guru itu mengubah yang bodoh menjadi pintar, yang tidak bisa menjadi bisa," ucapnya.

Di Kota Bandung, kata Emil, telah ada 31 SD, 9 SMP, dan 6 SMA/SMK yang telah mengimplementasikan program sekolah inklusi. Dia berharap, di tiga tahun sisa kepemimpinannya, setiap sekolah di Bandung harus lebih terbuka.

"Mulai hari ini, seluruh sekolah di Kota Bandung harus inklusif. Fisik tidak ada halangan selama kita punya pikiran," ungkapnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Elih Sudia Permana mengungkapkan, anak dengan disabilitas bisa masuk sekolah biasa jika secara kognitif anak tersebut mampu beradaptasi.

"Kalau memang harus ada perawatan khusus, baru masuk sekolah luar biasa," katanya.

Elih tak menampik bahwa program baru itu mendapat sejumlah kendala. Salah satunya, masih ada sekolah yang mempunyai persepsi bahwa sekolah inklusi itu merek.

"Inklusi itu bukan merek, melainkan berbuat untuk anak berkebutuhan khusus. Inklusi itu sekolahnya menerima, bukan karena ditetapkan," ujarnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Regional
Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Regional
Program 'Jangkar', Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Program "Jangkar", Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.