Kompas.com - 23/10/2015, 23:35 WIB
EditorErvan Hardoko

KUDUS, KOMPAS.com - Sepanjang 2014 terdapat sekitar 1.300 perusahaan rokok yang terdaftar di Kudus, Jawa Tengah. Dan, tahun ini hanya tersisa sekitar 300 perusahaan saja.

Artinya sebanyak 1.000 pabrik rokok tutup dalam setahun. Hal itu pun terjadi di IHT Lingkungan Industri Kecil (LIK) Megawon Kecamatan Mejobo Kudus, tiap tahunnya perusahaan yang ada di kawasan industri itu berkurang.

"Harga cukai rokok tiap tahunnya terus meningkat. Hal itu tidak masalah untuk pengusaha besar, namun untuk pengusaha kecil seperti kami, itu sangat pelik," kata Rizki Budi, pengelola Perusahaan Rokok (PR) Sinta beberapa waktu lalu.

Menurutnya, harga pita cukai terus dinaikan dengan harapan produk rokok beredar terbatas.

Namun, hal itu justru menjepit pengusaha rokok kecil. Produknya yang kebanyakan dijual di Jawa Barat itu pun tidak diproduksi setiap hari seperti halnya produk rokok yang sudah mempunyai nama merek dagang terkenal.

Jika ditaksir perbulan, PR Sinta hanya memproduksi rokok kretek selama 15 hari.

"Berdasarkan pesanan saja kami memproduksi rokok. Kalau tiap hari, tidak akan kuat karena khawatir tidak laku di pasaran," tandasnya.

Rasa pesimistis pemerintah mendukung pengusaha rokok golongan kecil pun diungkapkan Adi dari PR Lidho.

Dia mengatakan regulasi yang ada kelihatannya membantu pengusaha rokok, namun ketika dicermati ada kesan ingin memberangus perusahaan rokok.

"Hal itu, terlihat dalam hal kebijakan tarif cukai antara Sigaret Kretek Tangan (SKT) dan Sigaret Kretek Mesin (SKM)," kata dia.

Dalam kebijakan itu, kata Adi, ada dua hal yang bertentangan. Jika memang merokok mengganggu kesehatan, maka sebaiknya dibuat kajian ilmiah yang mengatakan dampak positif dan negatif merokok.

Sementara, realisasi penerimaan cukai di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Kudus, hingga September 2015 mencapai Rp 18,78 triliun atau 54,28 persen dari target penerimaan sebesar Rp 34,6 triliun.

Berdasarkan target per bulan hingga September 2015 seharusnya bisa mencapai Rp25,5 triliun. Target yang dibebankan KPPBC Tipe Madya Kudus tahun ini, lebih tinggi daripada target pada tahun sebelumnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Regional
Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Regional
Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Regional
Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Regional
Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Regional
Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Regional
Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Regional
Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Regional
Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Regional
Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Regional
Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Regional
Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Regional
Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.