Penenggelaman Kapal Ikan Asing di Kalbar Diselimuti Asap

Kompas.com - 19/10/2015, 20:19 WIB
Kabut asap menyelimuti dalam proses pemusnahan 4 kapal asing asal Vietnam di perairan Pulau Datok, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Senin (19/10/2015). Meski kabut asap menyelimuti, proses pemusnahan kapal menggunakan dinamit berdaya rendah ini berjalan dengan lancar. KOMPAS.com / YOHANES KURNIA IRAWANKabut asap menyelimuti dalam proses pemusnahan 4 kapal asing asal Vietnam di perairan Pulau Datok, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Senin (19/10/2015). Meski kabut asap menyelimuti, proses pemusnahan kapal menggunakan dinamit berdaya rendah ini berjalan dengan lancar.
|
EditorErvan Hardoko

PONTIANAK, KOMPAS.com - Suasana pemusnahan kapal asing ilegal yang dilakukan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Kalimantan Barat diselimuti kabut asap, Senin (19/10/2015).

Sebanyak empat kapal asing asal Vietnam dimusnahkan di perairan Pulau Datuk, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.

Meski kabut asap menyelimuti, proses pemusnahan kapal hasil tangkapan patroli beberapa bulan yang lalu tersebut berjalan dengan lancar.

Pemusnahan dilakukan dengan cara diledakkan menggunakan dinamit berdaya ledak rendah oleh TNI Angkatan Laut.

Selain di Pulau Datok, penenggelaman juga dilakukan di Tarakan, Kalimantan Timur. Empat kapal asal Filipina diledakkan di perairan Tarakan pada hari yang sama.

Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Asep Burhanudin mengatakan, penenggelaman kapal dilakukan menggunakan dinamit daya ledak rendah, sehingga kondisi kapal tetap terjaga dan dapat berfungsi menjadi rumpon di lokasi kapal itu tenggelam.

"Kapal-kapal yang ditenggelamkan diharapkan menjadi habitat baru bagi ikan-ikan di perairan tersebut, sehingga berkontribusi terhadap kelestarian sumber daya kelautan dan perikanan, yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan nelayan," tutur Asep.

Selanjutnya, pada Selasa (20/10/2015), akan ditenggelamkan 2 kapal asal Vietnam dan 1 kapal asal Thailand di Batam, Kepulauan Riau dan 1 kapal berbendera Thailand di Aceh.

Penenggelaman kapal pelaku illegal fishing mengacu pada Pasal 76A Undang-Undang Nomor 45/2009.

Dalam undang-undang itu diatur bahwa benda atau alat yang digunakan dalam tindak pidana perikanan dapat dirampas untuk negara atau dimusnahkan berdasarkan putusan pengadilan yang telah memiliki hukum tetap sebagai mana diatur dalam KUHAP.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X