Kompas.com - 19/10/2015, 15:07 WIB
Para bobotoh tengah duduk menunggu kepastian pengembalian uang tour di toko Viking Fans Shop, Jalan Banda, Kota Bandung, Senin (19/10/2015). Para bobotoh kecewa lantaran gagal berangkat nonton final Piala Presiden di Jakarta. KOMPAS.com/DENDI RAMDHANIPara bobotoh tengah duduk menunggu kepastian pengembalian uang tour di toko Viking Fans Shop, Jalan Banda, Kota Bandung, Senin (19/10/2015). Para bobotoh kecewa lantaran gagal berangkat nonton final Piala Presiden di Jakarta.
|
EditorGlori K. Wadrianto
BANDUNG, KOMPAS.com — Ratusan suporter Persib Bandung, bobotoh, menggeruduk Viking Fans Shop di Jalan Banda, Kota Bandung, Senin (19/10/2015).

Para bobotoh melontarkan protes setelah gagal menyaksikan laga final Piala Presiden 2015 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta, Minggu (18/10/2015).

Padahal, mereka telah membayar sejumlah uang untuk ikut tur tersebut.

Okta (22), salah seorang bobotoh, mengaku kecewa dengan sikap panitia yang terkesan menelantarkan para bobotoh.

"Saya beli paket tur dengan harga Rp 250.000. Itu terdiri dari Rp 150.000 tiket untuk tribun timur dan Rp 100.000 akomodasi," kata dia.

"Tapi ternyata tiket yang diberikan malah yang di tribun atas. Itu tak jadi masalah, yang penting kita bisa berangkat," kata dia lagi.

Namun, pada Minggu pagi, para bobotoh merasa kaget lagi. Bus yang dijanjikan panitia tidak datang. Pada saat itu, pihak panitia pun mendadak menghilang.

Tak ada klarifikasi yang diberikan panitia kepada para bobotoh.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, hingga siang ini, ratusan bobotoh masih berkumpul. Mereka meminta panitia mengembalikan uang mereka.

Sejumlah aparat kepolisian tampak berjaga di lokasi. "90 persen yang daftar di sini gagal berangkat. Saya jengkel, tapi mau gimana lagi," kata Okta lagi.

Seorang bobotoh lain, Roni Ramdani (23), menambahkan, pihak panitia sudah memberikan klarifikasi bahwa akan ada pengembalian uang.

Namun, itu hanya berlaku untuk uang akomodasi. "Karena kan tiketnya sudah dibeli. Panitia bilang sedang berusaha bernegosiasi dengan promotor turnamen agar uang tiket bisa dikembalikan," kata dia.

"Sebetulnya ini bukan soal uang, tapi kita kehilangan momentum, itu yang tak bisa dibayar," kata Roni lagi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Regional
Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Regional
PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

Regional
Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Regional
Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Regional
Antisipasi Hepatitis Akut, Pemprov Jabar Siapkan Skenario Jitu dengan Teknologi Molekuler Terbaru

Antisipasi Hepatitis Akut, Pemprov Jabar Siapkan Skenario Jitu dengan Teknologi Molekuler Terbaru

Regional
Melalui BLUD, Ridwan Kamil Optimistis Pendidikan di Jabar Bisa Hasilkan Prestasi

Melalui BLUD, Ridwan Kamil Optimistis Pendidikan di Jabar Bisa Hasilkan Prestasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.