"Sandal Jepit Berlafaz Allah Lecehkan Agama Islam"

Kompas.com - 13/10/2015, 11:02 WIB
Foto produk sendal berlafal Allah yang menyebar di jejaring sosial. .Foto produk sendal berlafal Allah yang menyebar di jejaring sosial.
|
EditorGlori K. Wadrianto
SURABAYA, KOMPAS.com — Sejak setidaknya dua hari terakhir, warga Kota Surabaya, Jawa Timur, dihebohkan dengan ditemukannya produk sandal yang di bagian alasnya terdapat motif yang menyerupai lafaz "Allah".

Imbauan untuk tidak memakai atau membeli produk sandal bermerek GlaciO G-2079 itu juga lantas menyebar luas di media sosial. Kampanye itu mencantumkan gambar sepasang sandal yang dimaksud.

Foto yang beredar di media sosial itu juga memuat imbauan berbunyi, "Hati-Hati, Kalau Beli Sandal Harus Teliti".

Menanggapi hal tersebut, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur KH Abdusshomad Bukhori mengaku sudah berkoordinasi dengan Polda Jatim untuk segera bertindak.

"Produk itu jelas merupakan bentuk pelecehan simbol agama. Lafaz Allah adalah simbol yang diagungkan oleh umat Islam," kata dia, Selasa (13/10/2015).

Dia menyebutkan, berdasarkan penelusuran tim MUI, ada tiga bentuk lafaz "Allah" di beberapa sampel produk sandal yang diteliti.

Selain itu, di tengah, juga ada lafaz serupa di bagian atas dan bawah. Namun, di bagian itu, tulisan Allah tidak begitu jelas. Sebab, lafaz itu menyerupai motif lekuk bagian bawah sandal.

Dia lalu mengimbau kepada seluruh umat Islam agar lebih teliti untuk memilih produk sandal. "Saya serukan yang sudah membeli untuk tidak memakai sandal tersebut. Yang memakai sandal itu sama dengan melecehkan simbol agama Islam," kata dia.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Daging Kelelawar Gunungkidul Tetap Diburu Pembeli

Daging Kelelawar Gunungkidul Tetap Diburu Pembeli

Regional
Hujan Deras Sebabkan Banjir Lumpur di Kecamatan Ijen, Bondowoso

Hujan Deras Sebabkan Banjir Lumpur di Kecamatan Ijen, Bondowoso

Regional
2 Arca yang Ditemukan di Sleman Berasal dari Abad ke-9

2 Arca yang Ditemukan di Sleman Berasal dari Abad ke-9

Regional
Pria Tewas Dikeroyok karena Dituduh Curi Helm, Polisi Tetapkan 4 Tersangka

Pria Tewas Dikeroyok karena Dituduh Curi Helm, Polisi Tetapkan 4 Tersangka

Regional
Kronologi Porter Lion Air Curi Uang Rp 34,8 Juta dalam Koper di Bandara Kualanamu

Kronologi Porter Lion Air Curi Uang Rp 34,8 Juta dalam Koper di Bandara Kualanamu

Regional
Cegah Penularan Virus Corona, Petugas Rumah Sakit di Jateng Wajib Pakai Masker Khusus

Cegah Penularan Virus Corona, Petugas Rumah Sakit di Jateng Wajib Pakai Masker Khusus

Regional
Besok Mulai Berlaku di Batam, Barang Impor di Atas 3 Dollar AS Kena Bea Masuk

Besok Mulai Berlaku di Batam, Barang Impor di Atas 3 Dollar AS Kena Bea Masuk

Regional
Kisah Ibu 4 Anak Idap Kanker Stadium 4, Makan Andalkan Belas Kasihan Tetangga

Kisah Ibu 4 Anak Idap Kanker Stadium 4, Makan Andalkan Belas Kasihan Tetangga

Regional
Bawa Pisau, Seorang Pria di Pontianak Ngamuk di Kedai Kopi, Tikam Warga hingga Tewas

Bawa Pisau, Seorang Pria di Pontianak Ngamuk di Kedai Kopi, Tikam Warga hingga Tewas

Regional
Dampak Virus Corona, Jumlah Turis China di Bali Zoo Menurun

Dampak Virus Corona, Jumlah Turis China di Bali Zoo Menurun

Regional
Kronologi Terbongkarnya Kebohongan Siswi SMA di Makassar yang Pura-pura Diculik

Kronologi Terbongkarnya Kebohongan Siswi SMA di Makassar yang Pura-pura Diculik

Regional
Bawa Gergaji, Pemuda di Kebumen Ngamuk dan Paksa Masuk ke Bank Danamon

Bawa Gergaji, Pemuda di Kebumen Ngamuk dan Paksa Masuk ke Bank Danamon

Regional
Hendak Memancing, Warga Musi Rawas Temukan Kerangka Manusia di Semak-semak

Hendak Memancing, Warga Musi Rawas Temukan Kerangka Manusia di Semak-semak

Regional
Diperkosa Bertahun-tahun oleh Ayah, Kakak, dan Sepupu, Remaja Wanita di Mamasa Takut Melapor

Diperkosa Bertahun-tahun oleh Ayah, Kakak, dan Sepupu, Remaja Wanita di Mamasa Takut Melapor

Regional
Pemprov NTB Siapkan Corona Crisis Center

Pemprov NTB Siapkan Corona Crisis Center

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X