Kompas.com - 08/10/2015, 12:52 WIB
ILUSTRASI: Desa Sawai di Pulau Seram, Maluku. BARRY KUSUMAILUSTRASI: Desa Sawai di Pulau Seram, Maluku.
|
EditorGlori K. Wadrianto
AMBON, KOMPAS.com — Ratusan warga Waipia, Kabupaten Maluku Tengah, hingga Kamis (8/10/2015), masih terjebak di pulau terpencil bernama Teon, Nila, dan Serua (TNS) yang berbatasan dengan Kabupaten Maluku Barat Daya.

Kondisi ratusan warga itu kini sangat memprihatinkan karena stok bahan makanan mereka sudah tidak ada lagi. Hal itu terjadi setelah kapal perintis yang biasanya melayari rute Ambon-TNS sudah tidak lagi beroperasi sejak sebulan terakhir.

Tak hanya kehabisan bahan makanan, kemarau panjang yang terjadi di tiga pulau itu juga menyebabkan warga yang terjebak di pulau tersebut kesulitan memperoleh air bersih. (Baca: Derita Warga Waipia di Maluku, Terdampar di Tanah Leluhur...)

Kondisi itu membuat banyak warga jatuh sakit. "Kalau di Pulau Serua itu masih ada 500 sampai 600 warga yang masih berada di sana. Di Pulau Teon dan Nila juga ada ratusan orang, tetapi saya tidak bisa memastikan jumlahnya," kata Kepala Desa Waru, Kecamatan Waipia, Ever Talaksoru, kepada Kompas.com saat dihubungi dari Ambon, Kamis siang.

Dia mengungkapkan, banyak warga yang terjebak di tiga pulau itu berasal dari desanya. Saat ini, kata dia, kondisi mereka sangat memprihatinkan. "Yang saya tahu, kemarau panjang telah menyebabkan sumber air bersih tidak ada lagi. Untuk minum dan masak saja, warga harus memanfaatkan air laut. Bahan makanan juga sudah tidak ada lagi," kata Ever.

Dia berharap, Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah dan Pemerintah Provinsi Maluku segera mengambil langkah cepat untuk mengevakuasi ratusan warga yang saat ini masih terjebak di tiga pulau itu.

"Dalam kondisi seperti ini, sebagai kepala desa, saya sangat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat untuk mengevakuasi warga dari sana," kata dia.

Dia mengaku telah berkoordinasi dengan jajaran musyawarah pimpinan kecamatan (muspika) setempat, termasuk Camat Waipia, terkait masalah yang terjadi agar langkah cepat segera diambil. "Koordinasi sudah dilakukan, Pak, dan semoga tindakan penyelamatan segera dilakukan," ujarnya.

Ratusan warga sempat dievakuasi dengan kapal Cantika 88 pada Senin (5/10/2015) tiga hari lalu, setelah warga berusaha menyeberangi pulau menuju sebuah pulau terdekat di wilayah itu. Mereka lalu bernegosiasi dengan pemilik kapal. Namun, dalam pelayaran menuju Amahai, Maluku Tengah, dua dari ratusan warga meninggal di atas kapal karena sakit.

Sejumlah warga lainnya juga dilarikan ke Rumah Sakit Masohi karena kritis. Kepala BPBD Maluku Marzuki Latuconsina, yang dihubungi Kompas.com, Kamis siang, mengatakan bahwa pihaknya baru mengetahui adanya peristiwa itu.

Dia pun mengaku akan segera melaporkan hal tersebut kepada Bupati Maluku Tengah Abua Tuasikal untuk ditindaklanjuti. "Saya mau menemui Bupati sekarang untuk melaporkan kejadian ini agar langkah antisipasi secepatnya bisa diambil," kata Marzuki.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.