466 Titik Panas Terdeteksi di Sumatera Selatan

Kompas.com - 07/10/2015, 02:34 WIB
Personel TNI dari Yon Armed 9 Pasopati/Kostrad Jawa Barat mulai bertugas dalam pemadaman kebakaran lahan gambut di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Sabtu (12/9/2015).
KOMPAS.COM/AMRIZA NURSATRIAPersonel TNI dari Yon Armed 9 Pasopati/Kostrad Jawa Barat mulai bertugas dalam pemadaman kebakaran lahan gambut di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Sabtu (12/9/2015).
EditorBayu Galih

PALEMBANG, KOMPAS.com - Jumlah titik panas atau hotspot di wilayah Provinsi Sumatera Selatan mencapai 466 titik. Padahal, di beberapa daerah mulai turun hujan.

"Berdasarkan pemantauan melalui satelit hari ini (Selasa) terdeteksi 466 titik panas di Sumatera Selatan. Melihat kondisi cuaca di sejumlah daerah Sumsel beberapa hari ke depan diprakirakan mulai hujan ringan sehingga titik panas bergerak turun," kata Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Kenten BMKG Sumatera Selatan Indra Purnama, di Palembang, Selasa (6/10/2015).

Dia menjelaskan, jumlah titik panas yang terdeteksi di provinsi yang memiliki 17 kabupaten dan kota itu pada kemarau Oktober 2015 berfluktuasi, namun cenderung menurun.

Titik panas paling banyak terdeteksi di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) sebanyak 376 titik. Kemudian di Musi Banyuasin 28 titik, Ogan Komering Ulu (OKU) Timur 21 titik, dan Kabupaten Musi Rawas Utara terdeteksi 13 titk panas.

Sedangkan, Indra melanjutkan, daerah yang terdeteksi titik panas paling sedikit adalah Kabupaten Ogan Ilir dan Musi Rawas, hanya hanya satu titik panas.

Melihat jumlah titik panas terdeteksi cukup banyak di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Banyuasin, Musi Banyuasin, dan OKU Timur, Satgas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan saat ini terus melakukan pemadaman pada lahan yang terbakar dan menimbulkan asap.

Untuk mencegah titik panas mengakibatkan kebakaran hutan dan lahan yang lebih luas serta memperparah bencana kabut asap, masyarakat yang berada di daerah rawan kebakaran hutan dan lahan tersebut diimbau meningkatkan kewaspadaan.

Dengan kewaspadaan yang tinggi dan pengawasan lingkungan secara maksimal, diharapkan jika terjadi kebakaran hutan dan lahan dapat diatasi dengan cepat secara bersama-sama. Sehingga, tidak memperparah kabut asap yang telah mengganggu berbagai aktivitas dan kesehatan masyarakat, serta transportasi umum terutama angkutan udara.

Sebelumnya, Wakil Komandan Satgas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan Sumsel Yulizar Dinoto menjelaskan menghadapi kondisi kemarau ekstrem tahun ini pihaknya berupaya meningkatkan tindakan tanggap darurat seperti melakukan operasi darat dan udara di daerah yang terdeteksi banyak titik panas, serta mengupayakan hujan buatan (teknologi modifikasi cuaca/TMC), dan menggelar shalat minta hujan.

Akhir-akhir ini, menurut Yulizar, jumlah titik panas masih cukup banyak sehingga perlu dilakukan upaya meminimalkan dan menghilangkan hotspot itu serta memadamkan kebakaran hutan/lahan yang kini asapnya mulai mengganggu berbagai aktivitas seperti sekolah dan penerbangan serta banyak masyarakat yang terserang penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Baca tentang
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Laporan Pencemaran Nama Baik Dicabut, Mantan Anak Buah Cium Tangan Gubernur Nurdin

Laporan Pencemaran Nama Baik Dicabut, Mantan Anak Buah Cium Tangan Gubernur Nurdin

Regional
Pendaftaran 2 Paslon Bupati dan Wakil Bupati Bengkayang Jalur Independen Ditolak

Pendaftaran 2 Paslon Bupati dan Wakil Bupati Bengkayang Jalur Independen Ditolak

Regional
Dipanggil Bawaslu karena Kampanye Petahana, Camat: Saya Baru Tahu Aturan Ini

Dipanggil Bawaslu karena Kampanye Petahana, Camat: Saya Baru Tahu Aturan Ini

Regional
Terungkap, Hanya 4 Pembina yang Dampingi 249 Siswa SMPN 1 Turi Susur Sungai

Terungkap, Hanya 4 Pembina yang Dampingi 249 Siswa SMPN 1 Turi Susur Sungai

Regional
Dampak Banjir di Jakarta, KA Tujuan Jateng dan Jatim Terlambat 3 Jam, Sebagian Belum Diberangkatkan

Dampak Banjir di Jakarta, KA Tujuan Jateng dan Jatim Terlambat 3 Jam, Sebagian Belum Diberangkatkan

Regional
Sering Kena Prank, Dinas Pemadam Kebakaran Ubah Layanan Call Center ke WhatsApp

Sering Kena Prank, Dinas Pemadam Kebakaran Ubah Layanan Call Center ke WhatsApp

Regional
Tiga Bakal Calon Bupati di Maluku Mendaftar lewat Jalur Independen

Tiga Bakal Calon Bupati di Maluku Mendaftar lewat Jalur Independen

Regional
Tempe Mendoan Diusulkan Jadi Warisan Budaya Tak Benda

Tempe Mendoan Diusulkan Jadi Warisan Budaya Tak Benda

Regional
Viral Video Salam Dua Periode untuk Petahana, Bawaslu Periksa Camat di Jember

Viral Video Salam Dua Periode untuk Petahana, Bawaslu Periksa Camat di Jember

Regional
Korea 'Red Alert' Virus Corona, Bagaimana Pengawasan Turisnya di Bali?

Korea "Red Alert" Virus Corona, Bagaimana Pengawasan Turisnya di Bali?

Regional
Gubernur NTT: Saya Datang Bukan untuk Orang Suka Saya, tapi untuk Mengubah NTT

Gubernur NTT: Saya Datang Bukan untuk Orang Suka Saya, tapi untuk Mengubah NTT

Regional
Remaja Asal Banyuwangi Bawa Kabur Mobil Travel Berisi 3 Penumpang

Remaja Asal Banyuwangi Bawa Kabur Mobil Travel Berisi 3 Penumpang

Regional
Mari Bantu Agustinus, Bayi dengan Kepala Membesar akibat Hidrosefalus

Mari Bantu Agustinus, Bayi dengan Kepala Membesar akibat Hidrosefalus

Regional
Jembatan Senilai Rp 1,2 Miliar yang Dibangun 2019 Ambrol, Ini Penjelasan DPU-PR Boyolali

Jembatan Senilai Rp 1,2 Miliar yang Dibangun 2019 Ambrol, Ini Penjelasan DPU-PR Boyolali

Regional
Pesawat Trigana Air Tergelincir di Bandara Sentani Jayapura, Papua

Pesawat Trigana Air Tergelincir di Bandara Sentani Jayapura, Papua

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X