Kompas.com - 06/10/2015, 17:04 WIB
Jalur pendakian menuju Puncak Merbabu dilihat dari Puncak Syarif, 3.119 mdpl. Jalur terlihat seperti beberapa punuk unta yang bergabung. KOMPAS.COM/WAHYU ADITYO PRODJOJalur pendakian menuju Puncak Merbabu dilihat dari Puncak Syarif, 3.119 mdpl. Jalur terlihat seperti beberapa punuk unta yang bergabung.
|
EditorErvan Hardoko

SALATIGA, KOMPAS.com - Kebakaran hutan di lereng Gunung Merbabu yang sudah terjadi selama beberapa hari, kini tak hanya berada di wilayah Kabupaten Boyolali namun mulai menyebar ke wilayah Kabupaten Semarang.

Sejauh ini belum diperoleh keterangan resmi dari pihak Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGMb), terkait luas area hutan lindung tanaman pinus yang terbakar. Namun, proses pemadaman api di hutan lereng Gunung Merbabu hingga Selasa (6/10/2015) sore ini masih berlangsung. Tim gabungan pemadam kebakaran ini terdiri atas petugas TNGMb, TNI, Polri, SAR, Relawan Taman Wisata Kopeng dan Masyarakat peduli Api (MPA) Getasan.

"Kami masih berkonsentrasi memadamkan bara yang berpotensi memantik munculnya kobaran api di area hutan lindung. Seperti batang pohon yang terbakar, kita upayakan benar-benar padam," kata Koordinator SAR Kecamatan Getasan, Agus Surolawe, saat dihubungi, Selasa (6/10/2015) sore.

Hingga pukul 15.00 WIB, tambah Agus, upaya pemadaman masih terus berlangsung di lokasi hutan lindung yang termasuk wilayah Desa Tajuk dan Desa Sokowolu, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. Sedangkan titik api juga masih tampak di wilayah desa lain seperti di Desa Tekelan, Batur dan Cuntel.

"Pemadaman dilakukan dengan cara gepyok, cangkul, sabit dan alat tradisional lainnya," jelasnya.

Agus mengakui, keterbatasan peralatan menjadi kendala upaya pemadaman api di tengah medan yang sulit dijangkau. Para relawan juga menghadapi risiko tinggi karena melakukan pemadaman hanya mengenakan alas kaki seadanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Semoga pemberitaan ini bisa menjadi perhatian bagi para pemangku kebijakan agar ke depan persoalan minimnya peralatan ini dapat diantisipasi," kata Agus.

Seperti telah diberitakan, kebakaran di lereng Gunung Merbabu mulai menjalar ke wilayah Kabupaten Semarang sejak Minggu (4/10/2015) siang. Titik api meluas hingga membakar sabana dan vegetasi pinus di kawasan hutan lindung TNGMb, di wilayah kabupaten Semarang .Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Regional
Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Regional
Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Regional
Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Regional
Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Regional
Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Regional
Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Regional
Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Regional
Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Regional
Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Regional
Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Regional
Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.