KPK Kembangkan Penyidikan Korupsi E-KTP di Bangkalan

Kompas.com - 05/10/2015, 22:27 WIB
Ilustrasi: e-KTP yang telah selesai dicetak, Kamis (30/8/2012). KOMPAS/WISNU WIDIANTOROIlustrasi: e-KTP yang telah selesai dicetak, Kamis (30/8/2012).
|
EditorErvan Hardoko

BANGKALAN, KOMPAS.com — Sebanyak tiga anggota penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), termasuk Novel Baswedan, melakukan pemeriksaan di kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Senin (5/10/2015).

Pemeriksaan tersebut diduga terkait dengan lanjutan penyidikan kasus tindak pidana korupsi pengadaan alat elektronik kartu tanda penduduk (KTP). Kepala Bidang Adiministrasi Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bangkalan, Djajus Sayuti, mengatakan, ada dua lokasi yang diperiksa KPK terkait dengan peralatan e-KTP, masing-masing di Kecamatan Burneh dan Kecamatan Socah.

"KPK hanya menanyakan apakah peralatan e-KTP di Kabupaten Bangkalan, sesuai dengan jumlah yang dikirim dari Jakarta," ujar Djajus.

Di Kabupaten Bangkalan, imbuh Djajus, terdapat 36 set peralatan yang disebar ke 18 kecamatan. Masing-masing kecamatan menerima perlengkapan peralatan seperti CPU, layar monitor, alat perekam tanda tangan, alat perekam sidik jari, dan alat perekam iris mata. "Masing-masing alat yang diterima kecamatan double," tambah Djajus.

Sementara itu, penyidik KPK Novel Baswedan mengatakan, pemeriksaan ini terkait pengembangan kasus korupsi yang menjerat Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan, Ditjen Kependudukan dan Catatan Sipil, Kementerian Dalam Negeri, Sugiharto.

"Saya tidak bisa banyak memberikan penjelasan. Detailnya langsung konfirmasi ke bagian Humas KPK. Namun, saya tegaskan, pemeriksaan tidak hanya di Bangkalan, tapi juga di daerah-daerah lain," jawabnya dengan singkat.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebakaran Hanguskan Ratusan Rumah di Ambon, Dua Orang Tewas Terbakar

Kebakaran Hanguskan Ratusan Rumah di Ambon, Dua Orang Tewas Terbakar

Regional
UPDATE Covid-19 di Riau: 7.017 Pasien ODP, Satu PDP Meninggal Dunia

UPDATE Covid-19 di Riau: 7.017 Pasien ODP, Satu PDP Meninggal Dunia

Regional
Di Tengah Wabah Corona, Bandara YIA Mulai Beroperasi Penuh, Ini Faktanya

Di Tengah Wabah Corona, Bandara YIA Mulai Beroperasi Penuh, Ini Faktanya

Regional
'Warga Menolak Pemakaman Bahkan Mengusir Kami, Lantas Akan Dimakamkan di Mana Keluarga Kami'

"Warga Menolak Pemakaman Bahkan Mengusir Kami, Lantas Akan Dimakamkan di Mana Keluarga Kami"

Regional
Antisipasi Corona, Pemkab Magelang Dirikan Posko Terpadu di Perbatasan

Antisipasi Corona, Pemkab Magelang Dirikan Posko Terpadu di Perbatasan

Regional
Viral Video Pria Acungkan Pisau Saat Diamankan Polisi, Sebelumnya Ancam Bunuh Ibu

Viral Video Pria Acungkan Pisau Saat Diamankan Polisi, Sebelumnya Ancam Bunuh Ibu

Regional
Semua Pasien Positif Corona di Kota Malang Sembuh, Pengobatan dan Daya Tahan Tubuh Jadi Kunci

Semua Pasien Positif Corona di Kota Malang Sembuh, Pengobatan dan Daya Tahan Tubuh Jadi Kunci

Regional
Ini Penjelasan Lengkap Polisi Soal Pemulangan TKA China di Ketapang

Ini Penjelasan Lengkap Polisi Soal Pemulangan TKA China di Ketapang

Regional
Dua PDP di Kalbar Meninggal Dunia, 1 Orang Pernah Ikut Tabligh Akbar di Malaysia

Dua PDP di Kalbar Meninggal Dunia, 1 Orang Pernah Ikut Tabligh Akbar di Malaysia

Regional
Berjuang Lawan Covid-19 Sampai Sembuh, Christina: Ini Bukan Virus Biasa, Saya Sudah Mengalami

Berjuang Lawan Covid-19 Sampai Sembuh, Christina: Ini Bukan Virus Biasa, Saya Sudah Mengalami

Regional
Kerusakan Hutan Disinyalir Penyebab Banjir Bandang di Bandung Barat

Kerusakan Hutan Disinyalir Penyebab Banjir Bandang di Bandung Barat

Regional
Warga Tolak Jenazah Pasien PDP Covid-19, Tak Boleh Dimakamkan dan Ambulans Diusir

Warga Tolak Jenazah Pasien PDP Covid-19, Tak Boleh Dimakamkan dan Ambulans Diusir

Regional
Diprotes Warga, TKA Asal China yang Baru Datang ke Ketapang Dipulangkan

Diprotes Warga, TKA Asal China yang Baru Datang ke Ketapang Dipulangkan

Regional
Pernah Kontak dengan Pasien Positif, 98 Warga Lampung Negatif Covid-19

Pernah Kontak dengan Pasien Positif, 98 Warga Lampung Negatif Covid-19

Regional
Ini Gerilya Ketat Bupati Sumenep Pertahankan Peta Hijau Covid-19

Ini Gerilya Ketat Bupati Sumenep Pertahankan Peta Hijau Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X