Mengaku Dokter Bedah, Pasutri Ini Tipu Calon Donor Ginjal

Kompas.com - 05/10/2015, 16:46 WIB
Dua dokter bedah gadungan yang menipu seorang calon donor ginjal saat dipamerkan polisi kepada wartawan di Mapolresta Yogyakarta KOMPAS.com | wijaya kusumaDua dokter bedah gadungan yang menipu seorang calon donor ginjal saat dipamerkan polisi kepada wartawan di Mapolresta Yogyakarta
|
EditorErvan Hardoko

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Satreskrim Polresta Yogyakarta berhasil membongkar kasus penipuan dengan modus pelaku berpura-pura menjadi seorang dokter bedah. Dari hasil penyelidikan, polisi mengamankan pelaku yang merupakan sepasang suami istri Angry Jaya (30) dan Melinda Chamdan Abdillah (23) warga Kota Yogyakarta.

Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Heru Muslimin menuturkan, pada awal Agustus 2015, Angry Jaya dan Melinda Chamdan Abdillah melakukan perbincangan lewat media sosial dengan Ana Pramulia Perdana (24), warga Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Kepada pasangan suami istri itu, Ana menyampaikan niatnya untuk mendonorkan ginjalnya. Perempuan itu berasalan sedang membutuh biaya untuk mengambil ijazah dan biaya hidup sehari-hari. "Saat itu, kedua pelaku langsung mengaku sebagai dokter bedah dan siap membantu Ana," ujar Heru Muslimin, Senin (05/10/2015).

Kepada korban, para pelaku juga menawarkan uang pengganti sebesar Rp 400 juta untuk ginjal yang akan didonorkan tersbeut. Mendengar tawaran menggiurkan itu, korban lantas menyanggupi. Setelah menyanggupi syarat yang diajukan, para pelaku lantas mengajak korban bertemu. Dalam pertemuan itu, pelaku menyodorkan surat perjanjian.

"Pelaku menyodori surat perjanjian dan ditandatangai oleh korban. Surat ini agar korban lebih percaya," tambah Heru.

Beberapa hari setelah penandatanganan perjanjian, para pelaku meminta uang kepada korban sebagai tanda jadi. Permintaan uang itu pun tidak hanya sekali, namun justru berulangkali hingga mencapai sekitar Rp 7 juta.

"Korban curiga, mau donor ginjal namun justru dimintai uang secara bertahap. Dari kecurigaan itu, pada 30 September 2015 korban melapor ke polisi," lanjut Heru.

Dari laporan itu, imbuhnya, polisi lantas melakukan penyelidikan dan bersama korban menjebak pelaku dengan berpura-pura akan membayar uang yang diminta. Saat bertemu di daerah Stadion Mandala Krida itulah polisi langsung mengamankan pelaku.

"Melinda tidak ditahan, karena alasan kemanusiaan. Yang bersangkutan punya anak usianya baru tiga minggu," ujar Heru.

Dari tangan pelaku polisi mengamankan barang bukti berupa selembar surat perjanjian donor ginjal tertanggal 23 Agustus 2015, satu lembar plastik obat berisi sembilan butir pil warna putih dan satu kemasan berisi dua obat berwarna kuning. Akibat perbuatan itu, para pelaku dijerat Pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Belum Dapat Bantuan, Warga Kampar Arungi Banjir untuk Pergi Beli Makanan

Belum Dapat Bantuan, Warga Kampar Arungi Banjir untuk Pergi Beli Makanan

Regional
Skywalker Via Ferrata Mount Parang Angkat Bicara Soal Kecelakaan yang Tewaskan AKPB Andi Nurwandy

Skywalker Via Ferrata Mount Parang Angkat Bicara Soal Kecelakaan yang Tewaskan AKPB Andi Nurwandy

Regional
Tiga Hari Terombang-Ambing di Laut, KM Lady Nathalia Berhasil di Temukan

Tiga Hari Terombang-Ambing di Laut, KM Lady Nathalia Berhasil di Temukan

Regional
Bocah 10 Tahun Asal Bandung Tewas Tenggelam di Pemandian Darajat Pass

Bocah 10 Tahun Asal Bandung Tewas Tenggelam di Pemandian Darajat Pass

Regional
Tiga Bayi Orangutan Ditemukan dalam Kardus di Pekanbaru, Diserahkan ke BBKSDA Riau

Tiga Bayi Orangutan Ditemukan dalam Kardus di Pekanbaru, Diserahkan ke BBKSDA Riau

Regional
Bandara APT Pranoto Samarinda Kembali Operasi Senin, Tim Verifikasi Beri 2 Catatan

Bandara APT Pranoto Samarinda Kembali Operasi Senin, Tim Verifikasi Beri 2 Catatan

Regional
Pasutri Pemilik Biro Umrah Juga Pengelola Ponpes, Janjikan Umrah Gratis ke Puluhan Orang

Pasutri Pemilik Biro Umrah Juga Pengelola Ponpes, Janjikan Umrah Gratis ke Puluhan Orang

Regional
Tipu Ratusan Korban, Keberadaan Suami Istri Pengelola Biro Umrah di Banyumas Masih Misterius

Tipu Ratusan Korban, Keberadaan Suami Istri Pengelola Biro Umrah di Banyumas Masih Misterius

Regional
Bus Rombongan Peziarah Asal Bogor Terbakar di Jalur Cirebon-Ciamis

Bus Rombongan Peziarah Asal Bogor Terbakar di Jalur Cirebon-Ciamis

Regional
4 Fakta Banjir di Dharmasraya: Satu Tewas, Korban Menyelamatkan Diri di Atas Pohon

4 Fakta Banjir di Dharmasraya: Satu Tewas, Korban Menyelamatkan Diri di Atas Pohon

Regional
4 Kejadian Ambruknya Atap Sekolah di Berbagai Daerah: 2 Tewas, Siswa Terpaksa Belajar di Mushala

4 Kejadian Ambruknya Atap Sekolah di Berbagai Daerah: 2 Tewas, Siswa Terpaksa Belajar di Mushala

Regional
94 Warga Diduga Keracunan Makanan Usai Acara Muludan di Sukabumi

94 Warga Diduga Keracunan Makanan Usai Acara Muludan di Sukabumi

Regional
Fakta Baru Hilangnya Bocah di PAUD, Keluarga Temukan Kejanggalan

Fakta Baru Hilangnya Bocah di PAUD, Keluarga Temukan Kejanggalan

Regional
BMKG Selidiki Penyebab Gempa di Talaud

BMKG Selidiki Penyebab Gempa di Talaud

Regional
Jatuh dari Tebing, Jenazah AKBP Andi Nurwandi Dimakamkan Pagi Ini

Jatuh dari Tebing, Jenazah AKBP Andi Nurwandi Dimakamkan Pagi Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X