Kompas.com - 04/10/2015, 23:23 WIB
|
EditorBayu Galih

POSO, KOMPAS.com - Tahun ini menjadi tahun yang berat bagi para petani sawah. Umumnya, para petani mengalami kerugian karena hasil panen yang tidak seperti yang diharapkan, hingga ada yang gagal panen.

Setidaknya itulah yang terlihat di wilayah Kecamatan Pamona Puselemba, Poso, Sulawesi Tengah, khususnya di Desa Buyumpondoli, Desa Mayakeli dan Desa Soe. Sebanyak 150 hektar areal sawah di tiga desa itu mengalami kekeringan yang menyebabkan lahan persawahan padi yang sudah siap panen juga ikut mengalami kekeringan.

Kepala Desa Soe, Frans Ferdinan (56) menuturkan, meskipun sedang masa panen tetapi hasilnya turun hingga 50 persen. Sebab, banyak tanaman padi yang tidak berisi dikarenakan kekeringan yang telah terjadi sejak April. Selain faktor kekeringan, para petani juga sebagian merugi akibat melakukan panen lebih awal, mengingat kondisi butir padi yang semakin lama semakin mengering atau hangus.

“Biasanya dalam satu hektar itu bisa dapat 80 karung gabah atau sekitar 10 ton. Tapi sekarang kami hanya bisa dapat 5-6 ton saja dalam satu hektar sawah” kata Frans Ferdinan, saat ditemui Minggu (4/10/2015).

Hal senada juga dikemukakan petani bernama Antonius (25). Warga Desa Buyumpodoli yang berbatasan dengan Desa Soe itu mengaku akibat musim kemarau tersebut, seluruh hasil panen menurun atau gagal panen. Menurut dia, hampir semua petani yang selama ini bermata pencaharian sebagai petani terpaksa harus beralih perofesi menjadi pekerja bangunan untuk menghidupi keluarganya.

“Dulu bisa dapat seratus karung gabah. Tapi kini mungkin hanya 50 karunglah yang bisa dipanen, karena tanaman padi kurang mendapatkan pasokan air” ucap Antonius, seraya memperlihatkan bulir bulir tanaman padi yang tidak berisi.

Fenomena kekeringan yang melanda areal persawahan pun memaksa para petani untuk menunda masa tanam kedua yang seharusnya sudah dapat dilakukan di bulan Oktober tahun ini. “Dengan situasi ini tidak ada pilihan lain bagi kami para petani yang harus menunda penanaman padi, hingga musim hujan tiba,” tutur Antonius.

Para petani berharap agar Pemerintah Kabupaten Poso dapat membangun saluran irigasi yang memadai, yang bisa tetap berfungsi meskipun sedang terjadi musim kemarau yang panjang seperti tahun ini. Kondisi saluran irigasi yang berada di areal persawahan di tiga desa itu terlihat ada yang tetap dialiri air. Namun, karena permukaan airnya lebih rendah dari permukaan sawah maka aliran air irigasi tidak dapat digunakan untuk membasahi sebagian persawahan yang selama ini juga masih bergantung pada air hujan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dorong Pertumbuhan Industri, Pemprov Papua Akan Bangun PLTA Berkapasitas 100 MW di Jayawijaya

Dorong Pertumbuhan Industri, Pemprov Papua Akan Bangun PLTA Berkapasitas 100 MW di Jayawijaya

Regional
Kejar Target Perekaman E-KTP Wilayah Meepago, Pemprov Papua Buka Layanan di Paniai

Kejar Target Perekaman E-KTP Wilayah Meepago, Pemprov Papua Buka Layanan di Paniai

Regional
Gubenrur Jatim Berikan Bantuan Sambungan Listrik PLN untuk 1.951 Penyintas APG Semeru

Gubenrur Jatim Berikan Bantuan Sambungan Listrik PLN untuk 1.951 Penyintas APG Semeru

Regional
Lumpy Skin Disease Ancam Ketahanan Pangan

Lumpy Skin Disease Ancam Ketahanan Pangan

Regional
Sambut Panen, Gubernur Riau Hadiri Gebyar Makan Durian Bantan 2022

Sambut Panen, Gubernur Riau Hadiri Gebyar Makan Durian Bantan 2022

Regional
Ketua TP-PKK Riau Riau Kunjungi Dua Panti Asuhan di Bengkalis

Ketua TP-PKK Riau Riau Kunjungi Dua Panti Asuhan di Bengkalis

Regional
Gubernur Khofifah Optimistis Gelaran SPE 2022 Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Jatim

Gubernur Khofifah Optimistis Gelaran SPE 2022 Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Jatim

Regional
Bupati Jekek Minta Generasi Muda Beri Warna Baru untuk Dunia Pertanian

Bupati Jekek Minta Generasi Muda Beri Warna Baru untuk Dunia Pertanian

Regional
Ujaran Kebencian Jelang Pemilu 2024 Meningkat, Masyarakat Papua Diimbau Lakukan Hal Ini

Ujaran Kebencian Jelang Pemilu 2024 Meningkat, Masyarakat Papua Diimbau Lakukan Hal Ini

Regional
Cegah Penyebaran PMK, Bupati Wonogiri Perketat Pengawasan di Pasar Hewan

Cegah Penyebaran PMK, Bupati Wonogiri Perketat Pengawasan di Pasar Hewan

Regional
Patuh Sampaikan LHKPN, Gubernur Riau Syamsuar Dapat Apresiasi dari KPK

Patuh Sampaikan LHKPN, Gubernur Riau Syamsuar Dapat Apresiasi dari KPK

Regional
Mulai Juli 2022, Pemkab Wonogiri Cover Iuran BPJS Ketenagakerjaan Seluruh Perangkat RT dan RW

Mulai Juli 2022, Pemkab Wonogiri Cover Iuran BPJS Ketenagakerjaan Seluruh Perangkat RT dan RW

Regional
Lestarikan Lingkungan, Pemprov Papua Tanam 1.000 Pohon Sagu di Jayapura

Lestarikan Lingkungan, Pemprov Papua Tanam 1.000 Pohon Sagu di Jayapura

Regional
Melalui DD Farm, Dompet Dhuafa Sediakan Pakan Ternak untuk Warga Gunungkidul

Melalui DD Farm, Dompet Dhuafa Sediakan Pakan Ternak untuk Warga Gunungkidul

Regional
Sediakan Hewan Kurban di Sulteng, Dompet Dhuafa Berdayakan Peternak Lokal

Sediakan Hewan Kurban di Sulteng, Dompet Dhuafa Berdayakan Peternak Lokal

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.