Kompas.com - 02/10/2015, 17:53 WIB
Sejumlah barang bukti yang digunakan pelaku untuk membuat dokumen palsu yang dihadirkan dalam jumpa pers di Polda Kalbar (2/10/2015) KOMPAS.com/YOHANES KURNIA IRAWANSejumlah barang bukti yang digunakan pelaku untuk membuat dokumen palsu yang dihadirkan dalam jumpa pers di Polda Kalbar (2/10/2015)
|
EditorErvan Hardoko

PONTIANAK, KOMPAS.com - Polda Kalimantan Barat membongkar sindikat pembuatan surat berharga dan dokumen palsu, Selasa (29/9/2015). Selain menyita sejumlah barang bukti, polisi juga meringkus tiga tersangka, yaitu Edy Junaidi, Syarif Fredy alias Wawan, dan Syarif Burhan.

Ketiga tersangka diringkus di sebuah rumah yang terletak di Jalan Sultan Hamid II, Komplek Gerbang Permata Asri, Kelurahan Bugis Dalam, Pontianak, Kalbar. Rumah tersebut merupakan pusat operasi beroperasinya pembuatan surat dan dokumen palsu.

Kapolda Kalbar Brigjen Pol Arief Sulistyanto mengatakan, kasus tersebut diungkap berkat informasi dari masyarakat. Menindaklanjuti informasi tersebut, tim Resmob Polda kemudian melalukan penyelidikan sebelum melakukan penggerebekan dan penggeledahan rumah milik tersangka Edy itu.

"Setelah dilakukan penyelidikan, Tim Resmob kemudian melakukan tindakan dengan menggerebek rumah tersebut dan menangkap Edy Junaidy. Seluruh barang bukti dibawa ke Direktorat Reskrimum untuk penyidikan lebih lanjut" kata Arief, Jumat (2/10/2015).

Dalam menjalankan operasinya, tersangka Edy menerima pesanan pembuatan dokumen palsu berupa KTP, kartu keluarga, akte kelahiran, SIM, sertifikat, STNK, buku nikah dan sejumlah dokumen penting lainnya. Sementara, Wawan dan Hambali berperan sebagai calo mengurus pesanan konsumennya.

Dari barang bukti yang disita, terlihat bahwa surat yang diproduksi tersangka nyaris mirip aslinya. Dokumen-dokumen itu pun dilengkapi dengan stiker hologram palsu. Tersangka juga membuat stempel dari berbagai instansi pemerintahan berbagai kabupaten dan kota di Indonesia.

"Apa yang diperbuat tersangka benar-benar kegiatan yang sangat membahayakan. Misalnya saja, berawal dari pembuatan KTP, bisa saja dimanfaatkan untuk membuat dokumen resmi lainnya seperti paspor, surat nikah, maupun surat resmi yang dikeluarkan pemerintah lainnya" papar Arief.

Barang bukti yang berhasil diamankan polisi di antaranya, 73 stempel instansi dari berbagai daerah, dua unit perangkat komputer lengkap, tiga unit printer, satu unit alat pemotong kertas dan laminating. Sejumlah dokumen palsu seperti sertifikat tanah, KTP, SIM, akte kelahiran, kartu keluarga, dan surat-surat berharga lainnya juga disita.

Kasus ini masih terus didalami untuk melacak sejauh mana penggunaan dokumen palsu tersebut. Selanjutnya sejumlah barang bukti akan dilakukan pemeriksaan di Laboratoris Kriminalistik Puslabfor Bareskrim Polri. Saat ini ketiga pelaku masih mendekam dalam tahanan Polda Kalbar untuk proses hukum selanjutnya. Ketiga pelaku terancam hukuman maksimal 8 tahun penjara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Regional
Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Regional
PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.