Akibat Tolak Beri Uang Rokok, Bocah SD Tewas Dibunuh

Kompas.com - 02/10/2015, 16:14 WIB
Lokasi penemuan jasad bocah berusia sembilan tahun di kolong sebuah jembatan di Desa Bulurejo, Wonogiri. KOMPAS.COM/ M WismabrataLokasi penemuan jasad bocah berusia sembilan tahun di kolong sebuah jembatan di Desa Bulurejo, Wonogiri.
|
EditorErvan Hardoko

WONOGIRI, KOMPAS.com — Aparat Polres Wonogiri akhirnya berhasil meringkus pelaku pembunuhan Arif Murdika (9), bocah yang ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan di kolong sebuah jembatan.

Pelaku, yang adalah tetangga korban, mengaku nekat membunuh bocah itu setelah Arif menolak memberinya uang rokok. RFS (29) bahkan sempat menyiksa korban dan melakukan kekerasan seksual terhadap siswa kelas 3 SD Bulurejo, Wonogiri, tersebut.

RFS, warga Dusun Soko, Desa Bulurejo, tidak memberi perlawanan saat ditangkap di rumah istrinya, Kamis (1/10/2015) malam. Setelah digelandang ke Mapolres Wonogiri, RFS mengakui semua perbuatannya di hadapan para penyidik.

"Awalnya, pelaku sedang mencuci baju di sungai dan melihat korban bersama rekan-rekannya pulang sekolah dan hendak memancing di sungai. Saat teman korban mencari umpan, korban yang sendirian didatangi pelaku. RFS minta uang rokok kepada korban, tetapi tidak diberi. RFS marah karena korban tidak mau memberi uang. Korban yang merasa terancam segera teriak minta tolong dan itu membuat pelaku marah dan kalap," kata Kapolres Wonogiri AKBP Windro Akbar Panggabean saat dihubungi Kompas.com, Jumat (2/10/2015).

Windro menambahkan, RFS juga mengaku juga menyiksa korban, menghajarnya, dan membenamkannya ke dalam bak mandi hingga pingsan. Setelah itu, RFS mencekik leher korban hingga bocah itu tak bergerak lagi. Untuk memastikan kematian korban, pelaku memukul bagian leher dan wajah korban dengan menggunakan balok kayu.

Setelah memastikan korbannya tewas, RFS menelanjangi bocah malang itu dan melakukan kekerasan seksual terhadap korban. "Selain menyiksa, pelaku mengaku juga melakukan kekerasan seksual kepada korban. Namun, untuk pastinya, kita tunggu hasil visum dari rumah sakit," kata Kapolres.

Pelaku juga sempat memotong rambut korban dan memasukannya ke dalam karung. Dia lalu membuang jenazah korban di kolong jembatan Desa Soko. Saat menangkap tersangka, polisi mengamankan beberapa barang bukti berupa balok kayu, gunting, dan potongan rambut korban yang berada di atas tempat tidur.

"Pelaku ternyata adalah residvis kasus pencurian sepeda motor dan untuk kasus ini akan kita jerat dengan Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara," kata Kapolres.

Seperti diberitakan sebelumnya, warga Desa Bulurejo, Keamatan Bulukerto, Wonogiri, digemparkan penemuan jasad seorang anak laki-laki di kolong jembatan. Kedua orangtua korban yang meminta bantuan warga untuk mencari akhirnya menemukan korban sudah tak bernyawa dengan kondisi mengenaskan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Maafkan 4 Ibu Terdakwa Pelemparan Atap, Pemilik Pabrik: Semoga Meringankan Hukuman, atau...

Maafkan 4 Ibu Terdakwa Pelemparan Atap, Pemilik Pabrik: Semoga Meringankan Hukuman, atau...

Regional
Oknum Perangkat Desa Paksa Anaknya Pukul Bocah yang Menangis Minta Maaf, Ini Kata Polisi

Oknum Perangkat Desa Paksa Anaknya Pukul Bocah yang Menangis Minta Maaf, Ini Kata Polisi

Regional
Puting Beliung di Pekalongan, Belasan Rumah dan Satu Mushala Rusak

Puting Beliung di Pekalongan, Belasan Rumah dan Satu Mushala Rusak

Regional
Ratusan Warga Desa Mengungsi karena Tanah Retak, Sekda Nganjuk: Kami Baru Edukasi Soal Mitigasi

Ratusan Warga Desa Mengungsi karena Tanah Retak, Sekda Nganjuk: Kami Baru Edukasi Soal Mitigasi

Regional
Usai Dilantik, Bupati Kendal Dibawa ke Pendopo dengan Kereta Kencana

Usai Dilantik, Bupati Kendal Dibawa ke Pendopo dengan Kereta Kencana

Regional
Wali Kota Pekalongan Ziarah ke Makam Ayah dan Kakaknya Usai Dilantik

Wali Kota Pekalongan Ziarah ke Makam Ayah dan Kakaknya Usai Dilantik

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 26 Febuari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 26 Febuari 2021

Regional
Usai Dilantik, Bupati HST Tegaskan Akan Jaga Pegunungan Meratus dari Tambang

Usai Dilantik, Bupati HST Tegaskan Akan Jaga Pegunungan Meratus dari Tambang

Regional
Bupati OKU Positif Covid-19, Terdakwa Korupsi Hadiri Pelantikan Seorang Diri

Bupati OKU Positif Covid-19, Terdakwa Korupsi Hadiri Pelantikan Seorang Diri

Regional
Pengakuan Bupati Trenggalek di SMAN 6 Surabaya: Saya Hampir Dikeluarkan karena Sering Bolos

Pengakuan Bupati Trenggalek di SMAN 6 Surabaya: Saya Hampir Dikeluarkan karena Sering Bolos

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 26 Februari 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 26 Februari 2021

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 26 Februari 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 26 Februari 2021

Regional
Warga 3 Hari Tak Bisa Urus Administrasi, Ternyata Para Pejabat Pergi ke Pernikahan Anak Bupati

Warga 3 Hari Tak Bisa Urus Administrasi, Ternyata Para Pejabat Pergi ke Pernikahan Anak Bupati

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 26 Februari 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 26 Februari 2021

Regional
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Akan Berkantor di Desa 2 Kali Sepekan, Ini Alasannya...

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Akan Berkantor di Desa 2 Kali Sepekan, Ini Alasannya...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X