Kompas.com - 02/10/2015, 06:15 WIB
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise Indra Akuntono/KOMPAS.comMenteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise
|
EditorBayu Galih
BALIKPAPAN, KOMPAS.com– Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menjajaki kemungkinan mewujudkan program untuk menempatkan satu mahasiswa perguruan tinggi menetap dalam satu keluarga, selama sang mahasiswa menjalani praktek kuliah kerja nyata (KKN) dan sejenisnya. Bila terwujud, program ini diyakini bisa mempercepat pemberdayaan masyarakat di tingkat paling bawah, yakni keluarga.

“Kami akan wacanakan one student of university in the one family. Semacam homestay selama satu bulan tinggal dalam keluarga selagi mahasiswa itu menjalani KKN,” kata Menteri Yohana Susana Yembise, Kamis (1/10/2015).

Yohana mengatakan, praktek kerja mahasiswa di masyarakat menghasilkan banyak manfaat, khususnya untuk masyarakat itu sendiri. Peran mahasiswa selama KKN bisa diperluas tugas dan tanggung jawabnya, yakni membantu pemberdayaan sampai di tingkat ibu dan anak.

“Bisa turut membantu anak-anak belajar selagi dalam rumah. Melihat anak-anak itu belajar atau tidak, bapak ibunya sibuk sendiri-sendiri atau tidak, atau ibunya kini menjadi kepala rumah tangga sedangkan bapaknya sering pergi dan minum-minum,” kata Yohana.

“Jadi KKN tidak hanya menghasilkan perbaikan pagar atau kegiatan mengecat saja di masyarakat. Kami akan membangun komunikasi dengan Kementerian Pendidikan (menjajaki rencana ini),” kata Yohana.

Yohana mengatakan, saat ini jumlah anak di Indonesia lebih dari 87 juta orang. Menurut dia, perlu pendekatan kreatif dan perhatian ekstra untuk bisa menjangkau seluruh anak-anak dan perempuan itu.

Di sisi lain, kekerasan dalam rumah tangga setiap hari terjadi dan meningkat baik jumlah maupun kualitasnya. Tiap kekerasan yang terjadi, kerap berakhir anak menjadi korban.

Dengan beragam program yang bisa dikembangkan di daerah maka akan membantu menurunkan tingkat KDRT. “Maka perlu program yang harus bisa menurunkan kekerasan dalam rumah tangga pada anak dan perempuan,” kata Yohana.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Beberapa program lain, kata Yohana, di banyak kota kabupaten di Indonesia sudah berlomba mewujudkan predikat kota layak anak. Predikat itu tentu membuat pemerintah setempat memenuhi kriteria terkait perlindungan pada anak dan perempuan. Hingga kini 236 terus berupaya mewujudkan kota layak anak, dari 546 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia.

“Termasuk yang belum bisa mewujudkan kota layak anak itu seperti Aceh, Papua, NTT, dan Maluku malahan belum,” kata Yohana.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.