Keturunan Mantan Tapol '65 di Desa Argosari Masih "Dihantui" Diskriminasi

Kompas.com - 02/10/2015, 05:48 WIB
Maman Sudana, eks Tapol di Balikpapan, kini hidup tenang sambil membuka toko kelontong di desa Argosari, lahan yang dibukanya setelah bebas dari tahanan. Ia sempat merasakan dinginnya tahanan bagi Tapol di tahun 1971-1977. KOMPAS.com/Dani JMaman Sudana, eks Tapol di Balikpapan, kini hidup tenang sambil membuka toko kelontong di desa Argosari, lahan yang dibukanya setelah bebas dari tahanan. Ia sempat merasakan dinginnya tahanan bagi Tapol di tahun 1971-1977.
|
EditorBayu Galih
BALIKPAPAN, KOMPAS.com - Pemerintah Indonesia telah membuka diri bagi mantan tahanan politik (tapol) era 1965, bahkan hingga keturunannya, sejak masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid. Setelah hampir dua dasawarsa berlalu, perasaan takut didiskriminasi rupanya masih dimiliki beberapa mantan tapol dan keturunannya, termasuk yang berada di Desa Argosari, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

“(Warga) di sini bahkan ada yang pernah pra-jabatan PNS, akhirnya lebih dulu mengundurkan diri, karena takut bila nanti tidak diluluskan. Dia ini keturunan dari mantan tapol,” kata Ketua RT 02 Desa Agrosari, Amburawan, Kabupaten Kutai Kartanegara, Ahmad Sopini, Kamis (1/10/2015).

Desa Argosari berada 50 kilometer dari pusat Balikpapan. Secara administratif, desa ini masuk dalam wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara dan berada di sekitar perbatasan dengan Balikpapan. Desa ini dibuka oleh mantan tapol setelah bebas dari kamp konsentrasi di Sumberejo pada tahun 1979-1980.

Begitu bebas, mereka diasingkan ke Argosari, saat itu masih wilayah administratif Kota Samarinda, dengan cara disuruh membuka kawasan sendiri. Desa itu awalnya dihuni 200 lebih kepala keluarga yang merupakan mantan tapol. Mereka sengaja diasingkan ke sini.

Desa kemudian berkembang hingga kini lebih dari 300 kepala keluarga dan lebih 1.000 jiwa hidup dalam lima RT. Mereka mengandalkan pertanian dan kebun di awal-awal menempati Argosari. “70 persen adalah mantan tapol dan keturunannya,” kata Sopini.

Dalam perkembangan Argosari, warga juga mulai bisa diterima oleh instansi pemerintah. Sopini mengungkapkan, banyak yang kini menjadi guru, pegawai kecamatan hingga kelurahan, hingga PNS. Diskriminasi bagi para tapol dan keturunannya hampir tidak ditemui.

“Yang sering kami dengar hanya tinggal di TNI dan Polri yang belum sepenuhnya membuka kesempatan untuk mereka bisa bekerja di lingkungan militer dan kepolisian,” kata Sopini.

Seperti pula yang dirasakan oleh Maman Sudana (72), mantan tapol yang tersisa di Argosari. Sudana mengalami penahanan di kamp Sumberejo Balikpapan. Ia bebas pada tahun 1977. Ia mengaku ditahan tanpa tahu apa kesalahannya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bebas dari tahanan pada tahun 1977, Sudana kemudian ikut dalam pengasingan ke desa ini bersama 200-an kepala keluarga. Mereka merintis dan membuka lahan pertanian untuk bertahan hidup. Kini, Sudana hidup sederhana di desa itu bersama seorang istri dan dua anak yang sudah menikah. Ia juga membuka toko kelontong kecil di desa ini.

Perjalanan yang sudah dilaluinya, kata Sudana, membuatnya memutuskan tidak lagi mengandalkan pada belas kasih negara. Ia menyarankan pada anak-anaknya untuk berusaha sendiri untuk menghidupi keluarga. Karenanya ketika anaknya menemui kesulitan saat mendaftar menjadi PNS, ia menyarankan menyerah dan melupakan rencana masuk PNS.

“Saya minta lebih baik tidak usah jadi PNS kalau memang merasa prosedur dan jalannya ribet (menyusahkan). Bekerja yang lain saja. Swasta saja,” kata Sudana. (Baca juga: Untung, Sudana, dan Bekas Tapol '65 di Desa Argosari Terus Cari Keadilan...)

Desa Argosari dan warga di dalamnya secuil kisah kelam pergulatan politik dalam negeri masa lalu yang berakhir suram. Meski banyak warga di dalamnya berhasil menduduki banyak posisi di pegawai negeri seperti menjadi guru, PNS di tingkat kelurahan, hingga kecamatan, tidak sedikit pula yang belum berhasil menepis rasa cemas takut mengalami diskriminasi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.