Kompas.com - 01/10/2015, 18:11 WIB
|
EditorErvan Hardoko

UNGARAN, KOMPAS.com - Pemkab Semarang merespon positif rencana Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Bali yang akan membuka paket wisata religi ke Candi Gedongsongo.

Kepala Dinas Pemuda, Olah Raga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Semarang, Partono mengatakan, untuk mewujudkan rencana itu pihaknya akan membicarakan hal itu dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah. "Untuk izin dan kelancaran harus duduk bersama membahas rencana ini," kata Partono, Kamis (1/10/2015).

Candi Gedongsongo meski bukan tempat ibadah, kata Partono, beberapa kali digunakan umat Hindu untuk menggelar prosesi keagamaan. Sehingga apabila akan ditingkatkan sebagai tempat sembahyang dari para wisatawan Bali, tidak terdapat kendala terlalu besar. Masyarakat disekitar candi juga kooperatif dengan kegiatan tersebut.

"Baru-baru ini ada kegiatan upacara keagamaan, masyarakat di sekitar candi ikut membantu kendati mereka beda keyakinan. Adapun keperluan sesaji, bisa didapat di sekitar Kawasan Wisata Bandungan dan sekitarnya," ungkapnya.

Selain masyarakat yang kooperatif dan tersedianya kebutuhan prosesi keagaamaan seperti sesaji, lanjutnya, di kawasan Candi Gedongsongo juga terdapat sumber air yang biasa digunakan umat Hindu yang menggelar upacara.

"Lokasi sumber air suci memang bukan di dalam candi, tetapi masih satu komplek. Pemkab Semarang juga telah melebarkan jalan masuk hingga parkiran Gedongsongo. Pelebaran jalan dilakukan bertahap melihat ploting anggaran daerah," dia menambahkan.

Sementara itu, Ketua Asita Jawa Tengah, Joko Suratno mengatakan, Candi Gedongsongo yang terletak di desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang dilirik beberapa biro wisata dari Bali sebagai tujuan wisata religi.

Selain biro wisata yang tergabung di Asita Bali, rencana ini juga didukung dengan dibukanya rute penerbangan Semarang-Denpasar. Saat ini penerbangan dari Semarang tujuan Bali maupun sebaliknya dilayani maskapai Garuda Indonesia dan Wings Air.

"Namun rute ini hanya ramai oleh wisatawan dari Semarang ke Bali saja. Tetapi Asita Bali kemarin sudah melihat Gedongsongo, mereka tertarik mewujudkan kunjungan wisata religi Tirta Yatra," kata Joko.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Regional
Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Regional
Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Regional
Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Regional
Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Regional
Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Regional
Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Regional
Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Regional
Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.