Pelaku Penggandaan Uang Minta Korbannya Lakukan Ritual Mandi

Kompas.com - 28/09/2015, 17:53 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorCaroline Damanik
MAGELANG, KOMPAS.com - Alih-alih mendapatkan pinjaman dana segar miliaran rupiah, Aril (19) justru menjadi korban penipuan oleh sekelompok orang yang mengaku sebagai pegawai sebuah lembaga keuangan.

Mahasiswa asal Pakusarakan, Bandung, Jawa Barat, itu lantas melaporkan kasusnya tersebut ke aparat Polres Magelang Kota.

Kepala Polres Magelang Kota, AKBP Edi Purwanto, mengungkapkan dari laporan korban polisi langsung melakukan penyidikan hingga akhirnya menangkap tiga dari lima orang yang diduga menjadi pelaku penipuan itu. Ketiganya adalah Solihin alias Muhroni (31), Langen (24) dan Priyo (40).

"Dari laporan korban dan penyidikan, kami menangkap pelaku Solihin dan Langen pada 20 September 2015. Selanjutnya Priyo yang kami ringkus pada Senin dini hari tadi, mereka ditangkap di rumah masing-masing," kata Edi saat gelar perkara di Mapolres setempat, Senin (28/9/2015).

Menurut Edi, polisi masih mengejar dua orang lagi yang ikut dalam komplotan penipuan tersebut, termasuk Mbah Jambul sebagai otak penipuan.

Edi memaparkan, modus yang dipakai para pelaku adalah dengan berpura-pura memiliki lembaga keuangan yang bisa memberikan pinjaman uang Rp 5 miliar dengan jaminan uang hanya Rp 15 juta.

Untuk mencari korban, pelaku memasang iklan di berbagai media massa termasuk di media online. Dalam iklan tersebut, pelaku memakai alamat di daerah Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.

"Korban rupanya tertarik dengan iklan yang dipasang pelaku. Kemudian korban menghubungi nomor kontak yang tertera. Dari situ korban dan pelaku Solihin janjian bertemu di sebuah hotel di Kota Magelang. Saat itu, korban sudah membawa uang tunai Rp 15 juta untuk diserahkan pelaku sebagai jaminan," papar Edi.

Namun, pelaku menilai uang tersebut kurang memenuhi syarat sebagai jaminan. Lalu korban diminta menambah uang Rp 50 juta dan korban menyanggupi. Lalu pada 20 September 2015, korban menyerahkan Rp 50 juta ke pelaku.

Oleh pelaku, korban diminta mandi sebagai bagian dari ritual untuk bisa mencairkan uang pinjaman Rp 5 miliar.

"Saat korban mandi, pelaku kabur sambil membawa uang tunai tersebut. Korban baru sadar ketika selesai mandi sudah tidak mendapati pelaku," tutur Edi.

Dari tangan para pelaku, polisi menyita barang bukti berupa uang tunai senilai Rp 616.000. sebuah laptop dan satu unit mobil Sedan Ford Laser yang diduga hasil penipuan. Sementara itu, Solihin dan Langen mengaku hanya diminta Mbah Jambul untuk menemui korban di Kota Magelang. Keduanya kompak mengaku tidak mengaku tidak tahu menahu soal penipuan ini.

“Kami hanya disuruh Mbah Jambul untuk menjembut dia (korban), ga tahu kalau kalau ada penipuan," ungkap Solihin.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.