Pernah Ada Patung Ganesha di Situs Mataram Kuno di Semarang

Kompas.com - 28/09/2015, 17:22 WIB
Para pekerja menggali situs kuno yang diduga peninggalan Kerajaan Mataram Kuno di Semarang, Senin (28/9/2015) KOMPAS.com/NAZAR NURDINPara pekerja menggali situs kuno yang diduga peninggalan Kerajaan Mataram Kuno di Semarang, Senin (28/9/2015)
|
EditorErvan Hardoko

SEMARANG, KOMPAS.com — Penemuan situs kuno yang terpendam di lahan milik warga Kelurahan Mijen, Kota Semarang, dibarengi kisah keberadaan benda purbakala. Menurut warga setempat, di area lokasi penggalian itu, pernah terdapat sebuah arca Nandi dan Ganesha yang pernah hilang karena dicuri.

"Dulu sekali itu ada patung dan arca di sekitar sini. Ada patung Ganesha juga, tetapi sudah hilang dicuri," kata Asmuni (50), warga setempat yang juga pekerja penggalian, Senin (28/9/2015).

Sejak 1980-an, benda purbakala tersebut masih ada. Setelah dicuri, benda kemudian ditelusuri hingga ditemukan warga sekitar. Benda itu kemudian disimpan di Museum Ronggowarsito, Semarang. Relief sisa-sisa lainnya masih terpasang di jalan depan Kelurahan Mijen.

"Tadinya itu banyak, tapi tidak di sini (lokasi penggalian), ditemukan agak di sebelahnya. Mungkin itu bentengnya," kata Asmuni.

Situs kuno itu yang ditemukan di kedalaman satu meter itu awalnya tidak diketahui warga dan kini telah ditumbuhi pohon mahoni serta untuk perkebunan durian dan nangka. (Baca: Situs Kuno Kerajaan Mataram Ditemukan Terpendam di Semarang)

Koordinator Pusat Penelitian Arkeologi Nasional Agus Tijanto mengatakan, penggalian di lokasi situs dilakukan untuk mengetahui jejak temuan purbakala tersebut. Kendati demikian, Agus masih belum bisa memastikan apakah temuan itu merupakan peninggalan candi Hindu masa Mataram Kuno atau peninggalan lainnya. "Kami masih kaji materi bahan berupa batu dan motifnya," kata dia.

Berdasarkan hasil proses ekskavasi sementara selama tiga hari belakangan, tim telah menemukan profil batu berbagai bentuk. Ada yang berupa gerigi segitiga dan profil badan situs berbagai ukuran. Semua temuan itu ditandai tulisan DDH 15.

Batu-batu yang ditemukan itu tidak menutup peluang bahwa semua temuan itu adalah peninggalan khas sebuah candi Hindu, seperti halnya Candi Kedung Songo, Dieng, dan Prambanan. Candi memiliki bangunan lingga dan yoni sebagai perwujudan Dewa Shiwa, Nandi (patung sapi), dan Ratna di bagian puncak.

Para pekerja sampai saat ini masih berusaha melakukan penggalian di titik yang lain. Setidaknya, telah ada tiga titik yang digali dengan hasil temuan batu tertata rapi di dalam timbunan tanah.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Belum Dapat Bantuan, Warga Kampar Arungi Banjir untuk Pergi Beli Makanan

Belum Dapat Bantuan, Warga Kampar Arungi Banjir untuk Pergi Beli Makanan

Regional
Skywalker Via Ferrata Mount Parang Angkat Bicara Soal Kecelakaan yang Tewaskan AKPB Andi Nurwandy

Skywalker Via Ferrata Mount Parang Angkat Bicara Soal Kecelakaan yang Tewaskan AKPB Andi Nurwandy

Regional
Tiga Hari Terombang-Ambing di Laut, KM Lady Nathalia Berhasil di Temukan

Tiga Hari Terombang-Ambing di Laut, KM Lady Nathalia Berhasil di Temukan

Regional
Bocah 10 Tahun Asal Bandung Tewas Tenggelam di Pemandian Darajat Pass

Bocah 10 Tahun Asal Bandung Tewas Tenggelam di Pemandian Darajat Pass

Regional
Tiga Bayi Orangutan Ditemukan dalam Kardus di Pekanbaru, Diserahkan ke BBKSDA Riau

Tiga Bayi Orangutan Ditemukan dalam Kardus di Pekanbaru, Diserahkan ke BBKSDA Riau

Regional
Bandara APT Pranoto Samarinda Kembali Operasi Senin, Tim Verifikasi Beri 2 Catatan

Bandara APT Pranoto Samarinda Kembali Operasi Senin, Tim Verifikasi Beri 2 Catatan

Regional
Pasutri Pemilik Biro Umrah Juga Pengelola Ponpes, Janjikan Umrah Gratis ke Puluhan Orang

Pasutri Pemilik Biro Umrah Juga Pengelola Ponpes, Janjikan Umrah Gratis ke Puluhan Orang

Regional
Tipu Ratusan Korban, Keberadaan Suami Istri Pengelola Biro Umrah di Banyumas Masih Misterius

Tipu Ratusan Korban, Keberadaan Suami Istri Pengelola Biro Umrah di Banyumas Masih Misterius

Regional
Bus Rombongan Peziarah Asal Bogor Terbakar di Jalur Cirebon-Ciamis

Bus Rombongan Peziarah Asal Bogor Terbakar di Jalur Cirebon-Ciamis

Regional
4 Fakta Banjir di Dharmasraya: Satu Tewas, Korban Menyelamatkan Diri di Atas Pohon

4 Fakta Banjir di Dharmasraya: Satu Tewas, Korban Menyelamatkan Diri di Atas Pohon

Regional
4 Kejadian Ambruknya Atap Sekolah di Berbagai Daerah: 2 Tewas, Siswa Terpaksa Belajar di Mushala

4 Kejadian Ambruknya Atap Sekolah di Berbagai Daerah: 2 Tewas, Siswa Terpaksa Belajar di Mushala

Regional
94 Warga Diduga Keracunan Makanan Usai Acara Muludan di Sukabumi

94 Warga Diduga Keracunan Makanan Usai Acara Muludan di Sukabumi

Regional
Fakta Baru Hilangnya Bocah di PAUD, Keluarga Temukan Kejanggalan

Fakta Baru Hilangnya Bocah di PAUD, Keluarga Temukan Kejanggalan

Regional
BMKG Selidiki Penyebab Gempa di Talaud

BMKG Selidiki Penyebab Gempa di Talaud

Regional
Jatuh dari Tebing, Jenazah AKBP Andi Nurwandi Dimakamkan Pagi Ini

Jatuh dari Tebing, Jenazah AKBP Andi Nurwandi Dimakamkan Pagi Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X