Situs Kuno Kerajaan Mataram Ditemukan Terpendam di Semarang

Kompas.com - 28/09/2015, 14:57 WIB
Situs kuno yang diperkirakan dari reruntuhan kerajaan Mataram Kuno ditemukan di Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (28/9/2015). KOMPAS.com/NAZAR NURDINSitus kuno yang diperkirakan dari reruntuhan kerajaan Mataram Kuno ditemukan di Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (28/9/2015).
|
EditorCaroline Damanik
SEMARANG, KOMPAS.com — Sebuah situs kuno dari sisa-sisa keruntuhan Kerajaan Mataram Kuno ditemukan di Kota Semarang, Jawa Tengah. Situs yang ditemukan itu berupa tumpukan batu yang tertata cukup rapi dalam timbunan material tanah sedalam satu meter.

Penemuan situs kuno itu berada di dalam lahan milik Sutopo, warga Dusun Bubuhan, Kelurahan Mijen, Kota Semarang. Situs tersebut sudah dalam kondisi terpendam sehingga untuk mengetahuinya dilakukan proses pengerukan atau ekskavasi. Lahan tersebut kemudian diberi batas dan tanda-tanda sesuai dengan ilmu arkeologi untuk kemudian dilakukan ekskavasi.

Ada beberapa penggalian situs dalam area seluas 9,3 meter persegi. Semua situs tertata rapi meski terpendam lama.

"Situs ini dilihat dari ukurannya kemungkinan bentuknya bujur sangkar. Ini termasuk yang sedang karena kita bisa lihat dari bagian dasar dan sedikit tubuh bangunan yang digali ini," ujar Koordinator Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Agus Tijanto, Senin (28/9/2015).

Ekskavasi pada situs tersebut dilakukan sejak Jumat (25/8/2015) kemarin dan dilakukan hingga Selasa (29/8/2015). Ekskavasi dilakukan oleh empat orang pekerja, mulai dari pukul 08.00 WIB hingga sore pukul 16.00 WIB.

Penggalian tidak menggunakan alat berat, tetapi mengunakan alat manual agar situs tidak rusak.

Situs kuno yang digali ini diperkirakan adalah situs Hindu peninggalan Kerajaan Mataram Kuno. Situs ini pertama kali ditemukan oleh Pusat Arkeologi pada tahun 1976 silam, tetapi belum sempat dilakukan ekskavasi. Baru pada tahun ini, ekskavasi pada situs tersebut dilakukan untuk dilakukan penelitian secara lebih mendalam.

"Tapi, untuk pastinya, situs peninggalan apa masih akan kita kaji di laboratorium dengan arang dan karbon," ujarnya.

Salah seorang pekerja ekskavasi, Asmuni (50), mengatakan, warga setempat semula tidak tahu ada situs peninggalan masa lampau. Warga hanya tahu tempat tersebut angker dan tidak banyak orang yang berani melewati tempat itu.

"Palingan kalau hari biasa ya saya yang lewat. Yang lain pada gak berani, katanya di sini banyak hantunya. Padahal, ada situsnya," ucapnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cuaca Panas, Warga Solo Diimbau Tidak Membakar Sampah

Cuaca Panas, Warga Solo Diimbau Tidak Membakar Sampah

Regional
Warga Diimbau Tak Dekati Lokasi Kebakaran Pipa Pertamina di Cimahi

Warga Diimbau Tak Dekati Lokasi Kebakaran Pipa Pertamina di Cimahi

Regional
Lereng Gunung Wilis Terbakar Diduga Ulah Pemburu Hewan Liar

Lereng Gunung Wilis Terbakar Diduga Ulah Pemburu Hewan Liar

Regional
Sandiaga Uno Prediksi Wagub DKI Akan Dilantik sebelum Akhir Tahun

Sandiaga Uno Prediksi Wagub DKI Akan Dilantik sebelum Akhir Tahun

Regional
'Kami Minum Air Kotor dan Bau, Pak Presiden Jokowi Tolong Bantu Kami'

"Kami Minum Air Kotor dan Bau, Pak Presiden Jokowi Tolong Bantu Kami"

Regional
Mengungkap Fakta Pembunuhan Sales Mobil, Bagi-bagi Uang Hasil Rampasan hingga Alasan Pelaku Kabur

Mengungkap Fakta Pembunuhan Sales Mobil, Bagi-bagi Uang Hasil Rampasan hingga Alasan Pelaku Kabur

Regional
Api Membesar, TNI/Polri Bangun Posko Siaga di Gunung Tampomas

Api Membesar, TNI/Polri Bangun Posko Siaga di Gunung Tampomas

Regional
Meski Jokowi Kalah di Cianjur, Bupati Yakin Proyek Tol dan Puncak II Dilanjutkan

Meski Jokowi Kalah di Cianjur, Bupati Yakin Proyek Tol dan Puncak II Dilanjutkan

Regional
Fakta Ibis Sendok Raja, Burung yang Muncul di Pos Jokowi Setelah 'Hilang' 155 Tahun

Fakta Ibis Sendok Raja, Burung yang Muncul di Pos Jokowi Setelah "Hilang" 155 Tahun

Regional
Cerita di Balik Kebakaran Pipa Pertamina Cimahi, Satu WNA Tewas hingga Kerahkan 25 Damkar

Cerita di Balik Kebakaran Pipa Pertamina Cimahi, Satu WNA Tewas hingga Kerahkan 25 Damkar

Regional
Dapat Uang Rp 10 Juta dari Jokowi, Nenek Paulina Akan Punya Rumah Baru

Dapat Uang Rp 10 Juta dari Jokowi, Nenek Paulina Akan Punya Rumah Baru

Regional
Intip Cara Belajar Reza, Anak Sopir Lulusan ITB Peraih IPK 3,98

Intip Cara Belajar Reza, Anak Sopir Lulusan ITB Peraih IPK 3,98

Regional
Sebelum Terbakar, Pipa Minyak Pertamina Sempat Meledak Dua Kali

Sebelum Terbakar, Pipa Minyak Pertamina Sempat Meledak Dua Kali

Regional
Pasca-kebakaran Pipa Pertamina, Pemkot Cimahi Inventarisir dan Fasilitasi Kerugian Warga

Pasca-kebakaran Pipa Pertamina, Pemkot Cimahi Inventarisir dan Fasilitasi Kerugian Warga

Regional
Begini Cara FY Kuras Dana Nasabah BNI hingga Rp 58,9 Miliar

Begini Cara FY Kuras Dana Nasabah BNI hingga Rp 58,9 Miliar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X