Kompas.com - 28/09/2015, 11:38 WIB
Kabut asap yang melanda Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, sangat tebal, Kamis (24/9/2015). KOMPAS.com/Amriza NursatriaKabut asap yang melanda Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, sangat tebal, Kamis (24/9/2015).
EditorSandro Gatra

PEKANBARU, KOMPAS.com - Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika Stasiun Pekanbaru menyatakan, terdapat 285 titik panas terdeteksi di Pulau Sumatera yang menyebar di tiga provinsi, yakni Sumatera Selatan, Lampung dan Bangka Belitung.

"Sebagian besar titik panas terkosentrasi di Provinsi Sumatera Selatan, yakni 239 titik," kata Kepala BMKG Pekanbaru, Sugarin di Pekanbaru, Senin (28/9/2015), seperti dikutip Antara.

Selanjutnya titik panas terdeteksi di Lampung dengan 17 titik serta Bangka Belitung 29 titik. Sementara itu, berdasarkan pencitraan satelit Terra dan Aqua Provinsi Riau dipastikan nihil titik panas.

Namun, BMKG menyebutkan sejumlah daerah di Riau masih diselimuti kabut asap pekat dengan jarak pandang berkisar 100 meter hingga 500 meter. (baca: Kabut Asap di Riau Makin Memburuk)

Kota Pekanbaru dinyatakan merupakan daerah dengan kabut asap paling buruk yang mengakibatkan jarak pandang hanya 100 meter. Selanjutnya Kota Rengat Kabupaten Indragiri Hulu dan Pelalawan masing-masing terpantau 200 meter. Di Kota Dumai sendiri jarak pandang berkisar 500 meter.

Kabut asap dampak dari kebakaran hutan dan lahan yang menyelimuti Riau terus memburuk dalam tiga hari terakhir. Akibatnya, Dinas Pendidikan setempat mengambil kebijakan untuk meliburkan siswa siswi dari aktivitas belajar mengajar di Sekolah. (baca: Kabut Asap di Malaysia Makin Tebal)

Selain itu, kualitas udara juga dipastikan telah memasuki level berbahaya. Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru dinyatakan lumpuh sejak Sabtu lalu (26/9).

Pada Senin ini, aktivitas Bandara diprediksikan kembali lumpuh setelah jarak pandang di kota "Bertuah" berkisar 100 meter.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Riau Edwar Sanger menyatakan bahwa pekatnya kabut asap di Riau merupakan asap kiriman dari provinsi tetangga seperti Sumatera Selatan dan Jambi. (baca: Soal Asap, Kalla Minta Sejumlah Negara Jangan Cuma Bicara)

Namun begitu, ia mengatakan akan tetap mewaspadai munculnya kembali titik panas di lahan kebakaran lahan yang berpotensi terbakar.

"Kita tetap siagakan personel di setiap daerah serta tiga helikopter guna tanggulangi lahan potensi kebakaran," kata Edwar.

Sementara itu, sejak awal tahun hingga September 2015, Polda Riau telah menetapkan 58 tersangka pembakar lahan. Selanjutnya, saat ini terdapat 16 korporasi yang turut diselidiki terkait keterlibatan pembakaran lahan di Riau.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Regional
Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Regional
Program 'Jangkar', Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Program "Jangkar", Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Regional
Tanggapi Hasil Pemeriksaan BPK, Wagub Jabar: Insya Allah Akan Saya Sampaikan kepada Pimpinan

Tanggapi Hasil Pemeriksaan BPK, Wagub Jabar: Insya Allah Akan Saya Sampaikan kepada Pimpinan

Regional
Lewat Teman Bus Trans Metro Pasundan, Wagub Jabar Ajak Masyarakat Naik Transportasi Umum

Lewat Teman Bus Trans Metro Pasundan, Wagub Jabar Ajak Masyarakat Naik Transportasi Umum

Regional
Tingkatkan Pendapatan Daerah, Pemprov Jabar Luncurkan 'Bapenda Kapendak'

Tingkatkan Pendapatan Daerah, Pemprov Jabar Luncurkan "Bapenda Kapendak"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.