Ganjar Pranowo, Rumah "Reyot", dan Kenangan Pernikahannya...

Kompas.com - 28/09/2015, 10:17 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menunjukkan rumahnya saat dibeli di saat awal pernikahan. Rumah tersebut kini dalam kondisi rusak parah. KOMPAS.com/NAZAR NURDINGubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menunjukkan rumahnya saat dibeli di saat awal pernikahan. Rumah tersebut kini dalam kondisi rusak parah.
|
EditorGlori K. Wadrianto
SEMARANG, KOMPAS.com – Sebuah rumah yang kondisinya hancur di Jalan Gatot II Perumahan Abdinegara, Purbalingga, Jawa Tengah, ternyata adalah rumah kenangan dari pernikahan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan istrinya, Siti Atiqoh.

Rumah tersebut dibeli tahun 1999 seharga Rp 13 juta dengan cara mencicil selama lima tahun. Rumah yang saat ini ada dalam kondisi mengenaskan itu menjadi saksi hidup perjalanan karir Ganjar.

Istri Ganjar, Siti Atiqoh bercerita bahwa rumah tersebut diangsur ketika dia menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Pemkab Purbalingga. Saat itu, dia butuh rumah untuk tempat tinggal sementara. Sambil mencicil, dia tinggal di rumah kakak perempuannya bernama Nunung.

Sementara Ganjar masih menjadi konsultan di Jakarta dan pulang ke Purbalingga setiap akhir pekan. Ganjar saat itu, belum menjadi anggota DPR RI maupun jadi Gubernur Jawa Tengah seperti saat ini.

“Itu belinya tahun 1999. Uang mukanya pakai uang saya dan uang mas Ganjar, tapi masih belum cukup. Saya kemudian gadaikan SK CPNS saya di koperasi, untuk nutup itu, karena di bank enggak mau. Jadi bayarnya langsung dipotong gaji saya,” ujar perempuan yang biasa dipanggil Mbak Atiq ini.

Rumah yang dicicil Rp 84.000 sebulan itu dipotong otomatis dari gaji Atiq selama menjadi PNS. Utang bisa lunas selama lima tahun kemudian. Atiq saat itu menerima gajir per bulan Rp 284.000.

“Bayarnya potong gaji saya. Jadi, PNS enaknya gitu. Tapi mas Ganjar, pulangnya tiap Sabtu-Minggu. Sampai sekarang juga masih begitu,” tambah Atiq. (Baca: Rumah Tak Terawat Itu Milik Ganjar Pranowo).

Rumah tersebut, kata dia, merupakan rumah kenangan semasa susah, dan tidak akan dijual ke orang lain. Jika pun ingin dibangun, Atiq ingin dibangun untuk fasilitas sosial agar bermanfaat bagi masyarakat di sana.

“Saya ingin rumah itu bisa bermanfaat. Bisa untuk PAUD atau yang lain. Kita kan sudah enggak mungkin ke situ,” tambah dia.

16 Tahun Pernikahan
Rumah tersebut merupakan rumah pertama dibeli ketika Ganjar dan Atiq tak lama menikah. Pernikahan keduanya kini telah terjalin selama 16 tahun, dengan karunia satu orang anak, Muhammad Zinedine Alam Ganjar.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X