Kompas.com - 25/09/2015, 18:22 WIB
|
EditorErvan Hardoko
LHOKSEUMAWE, KOMPAS.com – Penyidik Polres Aceh Utara terus menelusuri keberadaan senapan serbu AK-47 yang dijual Rusli alias Bintang (31) warga Desa Biara Timu, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara ke seorang warga Medan dengan harga Rp 15 juta rupiah. Rusli mendapatkan senjata tersebut pada masa konflik Aceh.

Sebelumnya, polisi mengungkap kasus ini berawal dari penangkapan tersangka pengedar sabu di Aceh Utara. Rusli ditangkap polisi di kediaman istrinya, Desa Biram Cut, Kecamatan Tanah Jambo Aye, pada Rabu (16/9/2015) dini hari. 

Rusli ditangkap setelah sehari sebelumnya polisi menyita 65 butir amunisi AK-47 dari tangan Junheri alias Heri (28), warga Desa Matang Lada, Kecamatan Seunuddon, bersama satu paket sabu-sabu seberat 0,15 gram.

Di hari yang sama, polisi juga menyita sepucuk pistol jenis FN milik Heri yang disimpan Rasyidin (22), warga Desa Matang Lada. Kini ketiganya diamankan di polres untuk proses penyidikan.

“Polisi sudah memeriksa ketiganya sebagai saksi untuk menelusuri kasus tersebut. Rusli menjual senpi itu setelah selesai menjalani hukuman penjara (Rumah Tahanan Negara Lhoksukon) Aceh Utara, karena kasus narkoba,” kata Kasat Reskrim Polres Aceh Utara AKP Mahliadi kepada Kompas.com, Jumat (25/9/2015).

Mahliadi melanjutkan, setelah bebas dari penjara Rusli pada April 2015, Rusli menghubungi J, seorang warga Medan, untuk menjual senjata otomatis itu. Pria asal Medan itu kemudian langsung datang ke kediaman Rusli di Biara Timu, Aceh Utara untuk mengambil senjata AK-47 tersebut.

Rusli mengaku sudah lama mengenal J karena mereka berda dalam jaringan yang sama dalam bisnis narkoba. “Sampai sekarang kita masih menelusuri keberadaan senpi tersebut apakah benar sudah dijual ke Medan atau bukan, karena itu kasus itu masih dikembangkan,” ujar Mahliadi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia menambahkan, Rusli dan Heri dijerat dengan Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Senjata Api, Bahan Peledak dan Senjata Tajam. Selain itu, Heri bersama dengan Rasyidin juga dijerat dengan Undang-undang Nomor 35 Tahun 1999 tentang narkotika, karena mereka memiliki sabu.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.