Cagar Alam Tangkoko Terbakar, Satwa Endemik Sulawesi Utara Terancam - Kompas.com

Cagar Alam Tangkoko Terbakar, Satwa Endemik Sulawesi Utara Terancam

Kompas.com - 25/09/2015, 15:51 WIB
Kompas.com Api menghanguskan ratusan hektar lahan di Taman Wisata Batu Putih dan Cagar Alam Tangkoko, Bitung, Sulawesi Utara.

BITUNG, KOMPAS.com - Ratusan hektar hutan di Cagar Alam Tangkoko dan Taman Wisata Alam (TWA) Batuputih, Bitung, Sulawesi Utara terbakar. Akibatnya berbagai satwa endemik menghilang karena kabur dari kawasan yang biasanya ramai dikunjungi turis mancanegara tersebut.

"Beberapa jenis ular viper ditemukan mati terjebak dalam kebakaran, yang lainnya terancam juga. Kami belum bisa mengidentifikasi secara keseluruhan," ujar Kepala Resort Batuputih Tangkoko Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulut, Jenly Gawina, Jumat (25/9/2015).

Menurut Jenly, sejauh ini  monyet hitam Sulawesi atau Yaki yang menjadi maskot Tangkoko terpantau dalam kondisi aman. Ratusan ekor Yaki yang terdiri dari beberapa kelompok menjadi hewan yang paling ingin dilihat para wisatawan pengunjung Tangkoko dan TWA Batuputih.

Namun, berbagai jenis burung endemik seperti Raja Udang, Burung Hantu dan lainnya diperkirakan lari dan menghilang. Padahal keberadaan burung-burung itu juga menjadi daya tarik utama para pecinta foto alam liar mancanegara yang datang ke Sulawesi Utara.

Kebakaran yang terjadi beberapa pekan lalu itu sempat padam namun kembali berkorbar. BKSDA menurunkan tim termasuk Tim Manggala Agni yang dibantu warga Batuputih, para pemandu wisata, pegawai dari Pemerintah Kota Bitung serta relawan dari berbagai kelompok pecinta alam.

Kerja keras mereka akhirnya terbayar, api sudah bisa dijinakkan pada Jumat siang. "Beberapa wisatawan asing ikut pula membantu memadamkan api. Kami mencoba mengisolasi api agar tidak merambat ke area yang belum terbakar. Semoga api tidak menyala lagi, karena angin memang cukup kuat bertiup," ujar Jenly.


Jenly memperkirakan lahan yang terbakar sudah mencapai 800 hektar. Walau hampir setiap tahun hutan di Tangkoko terbakar saat kemarau panjang, namun kebakaran kali ini dianggap yang terbesar sejak kebakaran besar pada 1992. Saat kebakaran terjadi wisatawan dilarang berkunjung ke TWA Batuputih untuk sementara demi keselamatan mereka.

EditorErvan Hardoko
Komentar

Terkini Lainnya

Mobil Volcano Tour Merapi Terperosok Jurang, 1 Tewas, 4 Terluka

Mobil Volcano Tour Merapi Terperosok Jurang, 1 Tewas, 4 Terluka

Regional
Baru Lulus? Ikuti 3 Tips Ini agar Tidak Stres Mencari Kerja

Baru Lulus? Ikuti 3 Tips Ini agar Tidak Stres Mencari Kerja

Edukasi
Macron Tegur Remaja yang Tak Sopan Panggil Namanya

Macron Tegur Remaja yang Tak Sopan Panggil Namanya

Internasional
Sopir Angkutan Lebaran di Terminal Kalideres Rata-rata Terindikasi Darah Tinggi

Sopir Angkutan Lebaran di Terminal Kalideres Rata-rata Terindikasi Darah Tinggi

Megapolitan
Kebakaran Landa 10 Hektar Padang Rumput di Pulau Komodo

Kebakaran Landa 10 Hektar Padang Rumput di Pulau Komodo

Regional
Libur Lebaran, 27 Orang Tersengat Ubur-ubur di Pantai Selatan Gunungkidul

Libur Lebaran, 27 Orang Tersengat Ubur-ubur di Pantai Selatan Gunungkidul

Regional
Pegawai Honorer Dinas Kebersihan Jadi Maling Spesialis Rumah yang Ditinggal Mudik

Pegawai Honorer Dinas Kebersihan Jadi Maling Spesialis Rumah yang Ditinggal Mudik

Regional
Pakai Istilah 'China Taiwan', Dua Maskapai Jepang Dikecam

Pakai Istilah "China Taiwan", Dua Maskapai Jepang Dikecam

Internasional
Cegah Pelemparan Batu di Arus Balik, 21 Jembatan Tol di Bekasi Dijaga Ketat

Cegah Pelemparan Batu di Arus Balik, 21 Jembatan Tol di Bekasi Dijaga Ketat

Megapolitan
Komisioner Ombudsman Sebut Fasilitas Terminal Kalideres Tak Berubah Sejak 2 Tahun

Komisioner Ombudsman Sebut Fasilitas Terminal Kalideres Tak Berubah Sejak 2 Tahun

Megapolitan
Hoaks, Tempat Wisata dan Transjakarta Gratis Saat HUT DKI

Hoaks, Tempat Wisata dan Transjakarta Gratis Saat HUT DKI

Megapolitan
Olahraga di Kebun Raya Bogor, Presiden Jokowi Beri Jaketnya ke Pengunjung

Olahraga di Kebun Raya Bogor, Presiden Jokowi Beri Jaketnya ke Pengunjung

Nasional
Ini Jalur Alternatif Menuju Bekasi-Cikampek Saat Penerapan 'One Way'

Ini Jalur Alternatif Menuju Bekasi-Cikampek Saat Penerapan "One Way"

Megapolitan
Selasa Petang, Sejumlah Titik di Tol Jakarta-Cikampek Ramai Lancar

Selasa Petang, Sejumlah Titik di Tol Jakarta-Cikampek Ramai Lancar

Nasional
Inflasi DKI Diprediksi Naik karena Mahalnya Tiket Pesawat

Inflasi DKI Diprediksi Naik karena Mahalnya Tiket Pesawat

Megapolitan

Close Ads X