Kompas.com - 22/09/2015, 15:08 WIB
Ilustrasi dipecat. ShutterstockIlustrasi dipecat.
|
EditorErvan Hardoko

YOGYAKARTA,KOMPAS.com — Diduga akibat banyak tak masuk kerja karena sedang melanjutkan studi S-3 di luar negeri, Achmad Uzair, dosen Prodi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial Humaniora, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, dipecat dari keanggotaan pegawai negeri sipil (PNS).

Surat keputusan pemecatan ini resmi diterima Achmad pada 17 September 2015. Saat dihubungi Kompas.com, Achmad mengatakan, dia mendapatkan surat resmi sebagai calon pegawai negeri sipil (CPNS) pada 1 April 2011 lalu. Selama berstatus CPNS, meski sebagai dosen, dia belum diberikan jam mengajar di UIN.

"Saya resmi jadi CPNS pada 1 April 2011. Semua CPNS dosen diminta menjadi staf TU, jadi belum mengajar," ujar Achmad, Selasa (22/9/2015).

Akibat tidak pastinya jadwal penerbitan surat keputusan (SK) pengangkatan dirinya sebagai PNS, Achmad memutuskan berangkat ke Australia untuk melanjutkan studi S-3. Kebetulan, pada Oktober 2010, dia mendapat beasiswa S-3 dari Flinders University, Adelaide, Australia. 

"Sebelum berangkat S-3 di Australia, saya sudah izin ke Dekanat dan secara lisan Dekanat mengizinkan," kata dia.

Pada 1 Maret 2011, Achmad memulai studinya di Flinder University Adelaide, Australia. Di tengah masa studi itu, pada Maret 2012, dia resmi diangkat menjadi PNS lewat pengajuan surat keputusan Rektor UIN. Resmi menjadi PNS, dia kembali ke Yogyakarta sekaligus melakukan tugas riset kuliah.

Saat di Yogyakarta itu, Achmad menemui Dekanat perihal statusnya sebagai PNS, sementara kuliah S-3-nya di Australia belum selesai. "Saat itu, saya mengajukan usulan kuliah online untuk mahasiswa. Lalu, jika ada pekerjaan di kampus, saya akan kerjakan di sana (Australia) sambil kuliah," kata dia.

Selesai melakukan riset, Achmad lantas kembali ke Australia untuk menyelesaikan studi. Meski berada di Negeri Kanguru, dia juga tetap menjalin komunikasi dengan fakultas tempatnya bergabung. "Saya masih berkomunikasi, ya kalau ada pekerjaan kan bisa saya kerjakan di Australia. Ini tanggung jawab setelah jadi PNS, apa yang bisa saya kerjakan akan saya kerjakan meskipun baru kuliah S-3 di Australia," ujarnya.

Di tengah-tengah upayanya menyelesaikan kuliah, pada 17 September 2015, Achmad dikejutkan datangnya surat keputusan (SK) Kementerian Agama RI yang berisi pemecatan terhormat Achmad sebagai PNS.

"Tiba-tiba, saya mendapat SK pemecatan pada 17 September 2015. SK itu dari Kementerian Agama," kata dia. 

Menurut Achmad, surat pemecatan yang dikeluarkan Kementerian Agama tidak masuk akal. Pasalnya, sanksi yang diberikan langsung berupa pemecatan tanpa terlebih dahulu diberikan peringatan. Sementara itu, Achmad merasa dirinya tidak pernah sekalipun diberikan kesempatan untuk melakukan klarifikasi.

Selain itu, dia mengaku juga tidak mendapakan informasi mengenai proses pemecatan itu. Padahal, sebagai dosen, ia berhak mendapatkan informasi itu. "Sanksi yang diberikan langsung maksimal. Padahal, saya tidak pernah diberikan peringatan, disidang atau diberikan kesempatan untuk klarifikasi," ujar dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X