Kompas.com - 21/09/2015, 19:33 WIB
Z, Oknum Pol PP yang menjadi pegguna Sabu dan pencuri motor SUPARMAN SULTAN / KOMPAS.COMZ, Oknum Pol PP yang menjadi pegguna Sabu dan pencuri motor
|
EditorErvan Hardoko

KOLAKA, KOMPAS.com - Satnarkoba Polres Kolaka sepanjang Senin (21/9/2015), berhasil menangkap para tersangka pemakai dan pengedar sabu di empat tempat berbeda di kota itu. Demikian disampaikan Kasat Narkoba Polres Kolaka AKP Gazali Yusuf.

Gazali menambahkan dari keempat tersangka yang ditangkap, polisi juga menemukan barang bukti berupa sabu. Salah satu dari tersangka, ujar Gazali, adalah oknum anggota Satpol PP.

"Tersangka Z adalah oknum anggota Satpol PP, sementara tersangka lain yaitu HN, YS dan KD adalah warga biasa. Saat ditangkap mereka memiliki sabu dan uang tunai yang diduga adalah hasil dari berjualan sabu," papar Gazali.

Gazali melanjutkan, keempat orang  yang ditangkap itu sudah lama menjadi incaran polisi. Keempat tersangka itu ditangkap di empat tempat berbeda.

"HN dan YS (ditangkap) di Desa Sopura saat tengah bertransaksi. Di sana kami temukan satu paket sabu dan uang tunai lebih dari Rp 1 juta. Dari situ kami kembangkan kasus ini," tambah Gazali.

Dari pengembangan kasus, lanjut Gazali, muncul nama tersangka lain yaitu KD. Polisi kemudian menangkap KD di Keluarahan Bended dan menemukan uang tunai jutaan rupiah. Namun, barang bukti sabu sudah berada di tangan YS.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara tersangka Z sebenarnya juga menjadi target operasi polisi dalam kasus pencurian kendaraan bermotor. Namun, saat ditangkap polisi menemukan paket sabu di kantung celananya.

"Z ini ditangkap buser dalam kasus curanmor. Namun, saat digeledah di Polres ternyata dia juga membawa sabu. Jadi langsung kami proses juga. Semua tersangka kini diamankan di Polres Kolaka," Gazali menegaskan.

Keempat tersangka, lanjut Gazali, akan dijerat dengan undang-undang anti-narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun.

"Jadi tergantung berat dan jumlah barang bukti. Kalau di bawah lima gram maka ancaman hukuman minimal empat tahun penjara dan maksimal 12 tahun. Jika di atas lima gram maka ancaman hukuman lebih tinggi yakni minimal lima tahun dan maksimal 20 tahun penjara," kata Gazali.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Regional
Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Regional
Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.