Polisi Tutup 117 Lubang Galian Ilegal di Gunung Pongkor

Kompas.com - 20/09/2015, 00:40 WIB
Kapolres Bogor AKBP Suyudi Ario Seto saat menggelar konferensi pers hasil penertiban penambang ilegal di areal PT Aneka Tambang (Antam) Gunung Pongkor, Kecamatan   Nanggung, Kabupaten Bogor, Sabtu (19/9/2015). Dalam penertiban tersebut, petugas juga mengamankansejumlah barang bukti yang digunakan gurandil untuk mendapatkan emas secara ilegal. K97-14 KOMPAS.com/Ramdhan Triyadi BempahKapolres Bogor AKBP Suyudi Ario Seto saat menggelar konferensi pers hasil penertiban penambang ilegal di areal PT Aneka Tambang (Antam) Gunung Pongkor, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Sabtu (19/9/2015). Dalam penertiban tersebut, petugas juga mengamankansejumlah barang bukti yang digunakan gurandil untuk mendapatkan emas secara ilegal. K97-14
|
EditorFarid Assifa
BOGOR, KOMPAS.com - Langkah Kepolisian Resor Bogor menertibkan aktivitas penambang emas tanpa izin atau "gurandil" di areal tambang milik PT Aneka Tambang (Antam) Gunung Pongkor, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, tak main-main.

Setidaknya, Sabtu (19/9/2015), tim gabungan Polres Bogor sudah menutup 117 lubang galian ilegal di kawasan itu.

Kepala Polres Bogor AKBP Suyudi Ario Seto mengatakan, lokasi penutupan tersebut tersebar di blok Butak, blok Awi, Kampung Ciguha Keuyeup Geslo, blok Ciurug, blok Cepu, dan Longsoran.

"Tim gabungan juga sudah menutup lima akses jalan para penambang ilegal, mulai dari Pos Pasirpasang, Pos PT Antam, Pos Gudanghandak, Desa Bantarkaret, Pos Pongkor, Pos Cepak Puspa, dan Pos Kopo," ucap Suyudi, Sabtu (19/9/2015).

Suyudi menambahkan, selain menutup lubang galian ilegal, pasukan juga terkonsentrasi untuk membersihkan lokalisasi atau tempat tinggal sementara para gurandil di Kampung Ciguha yang jaraknya sekitar 21 kilometer atau tepat di dalam kawasan eksploitasi emas.

“Kita kerahkan kekuatan besar untuk membersihkan kampung itu, karena di tempat tersebut selama 22 tahun para penambang ilegal tinggal dan melakukan aktivitas mencuri dan mengolah emas. Kita akan babat habis,” katanya.

Sementara itu, General Manager PT Antam UBPE Pongkor I Gede Gunawan menuturkan, penutupan lubang penambang liar dilakukan sebagai upaya untuk menyelamatkan lingkungan dan ekosistem di kawasan Gunung Pongkor. Air limbah dari pengolahan bahan emas dengan menggunakan logam berat merkuri mengakibatkan aliran sungai Cikaniki dan lahan sawah menjadi tercemar.

"Dari tempat pengolahan menggunakan gelundung itu mereka langsung membuang air limbahnya ke sungai dan petakan sawah," tutur Gede.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jaksa Ajukan Banding Terhadap Vonis Jerinx, Anggap Putusan Hakim Tak Berikan Efek Jera

Jaksa Ajukan Banding Terhadap Vonis Jerinx, Anggap Putusan Hakim Tak Berikan Efek Jera

Regional
Branch Manager Bank Mega Malang Ditangkap akibat Penipuan Senilai Rp 5,7 M

Branch Manager Bank Mega Malang Ditangkap akibat Penipuan Senilai Rp 5,7 M

Regional
Banjir Terjang 2 Kabupaten di Jambi, Jembatan Putus dan 1.000 Rumah Terendam

Banjir Terjang 2 Kabupaten di Jambi, Jembatan Putus dan 1.000 Rumah Terendam

Regional
Pemprov Jabar Buka Layanan Desain dan Cetak Kemasan Gratis bagi IKM

Pemprov Jabar Buka Layanan Desain dan Cetak Kemasan Gratis bagi IKM

Regional
Edhy Prabowo Tersangka, Walkot Solo Setuju Susi Pudjiastuti Kembali Jadi Menteri KP

Edhy Prabowo Tersangka, Walkot Solo Setuju Susi Pudjiastuti Kembali Jadi Menteri KP

Regional
Mayat Bayi Perempuan Ditemukan Dalam Kantong Plastik, Begini Kronologinya

Mayat Bayi Perempuan Ditemukan Dalam Kantong Plastik, Begini Kronologinya

Regional
Haru, Nadif Ikuti Wisuda Virtual Seorang Diri di Makam Sang Ayah, Ini Ceritanya

Haru, Nadif Ikuti Wisuda Virtual Seorang Diri di Makam Sang Ayah, Ini Ceritanya

Regional
Deforestasi, Burung Migran dan Ancaman 'Bird Strike' di Bandara Kualanamu

Deforestasi, Burung Migran dan Ancaman "Bird Strike" di Bandara Kualanamu

Regional
Kisah Pilu 2 Nelayan Tersambar Petir Saat Melaut di Atas Kapal, Satu Orang Tewas

Kisah Pilu 2 Nelayan Tersambar Petir Saat Melaut di Atas Kapal, Satu Orang Tewas

Regional
'Kalau Pemerintah Bisa Bagi Vaksin Sebelum Proses Belajar, Kami Setuju KBM Tatap Muka'

"Kalau Pemerintah Bisa Bagi Vaksin Sebelum Proses Belajar, Kami Setuju KBM Tatap Muka"

Regional
Bupati Situbondo Tertular Covid-19, Puluhan Pejabat Lakukan Tes Swab

Bupati Situbondo Tertular Covid-19, Puluhan Pejabat Lakukan Tes Swab

Regional
Mantan Pegawai Bank Bikin Investasi Bodong, Larikan Uang Rp 15 Miliar Milik 15 Korban

Mantan Pegawai Bank Bikin Investasi Bodong, Larikan Uang Rp 15 Miliar Milik 15 Korban

Regional
Hakim Tolak Eksepsi Wasmad, Sidang Kasus Konser Dangdut Tegal Dilanjutkan

Hakim Tolak Eksepsi Wasmad, Sidang Kasus Konser Dangdut Tegal Dilanjutkan

Regional
PSBB di Kabupaten Bogor Diperpanjang, Belajar dari Kasus Acara Rizieq Shihab

PSBB di Kabupaten Bogor Diperpanjang, Belajar dari Kasus Acara Rizieq Shihab

Regional
Di Yogyakarta, Saluran Irigasi Penuh Sampah Diubah Jadi Habitat Ikan, Hasilkan Rp 48 Juta Per Panen

Di Yogyakarta, Saluran Irigasi Penuh Sampah Diubah Jadi Habitat Ikan, Hasilkan Rp 48 Juta Per Panen

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X