Kompas.com - 19/09/2015, 23:38 WIB
|
EditorFarid Assifa
SAMARINDA, KOMPAS.com - Satuan Polisi Kehutanan Reaksi Cepat (SPORC) Kalimantan Timur (Kaltim) berhasil mengamankan belasan satwa liar yang dilindungi, Jumat (18/9/2015). Hewan-hewan tersebut diselundupkan dari Kalimantan Selatan (Kalsel) menuju Kalimantan Timur (Kaltim) menggunakan jalur darat atau bus.

Di antara hewan-hewan yang disita terdapat enam ekor anak kucing hutan, empat ekor bayi lutung merah, seekor owa-owa dan empat ekor bayi elang bandol. Kelima belas hewan tersebut disita SPORC dari tangan seorang pelajar berinisial FR, yang disinyalir sebagai distributor untuk penjualan di Samarinda dan Tenggarong.

Komandan Brigadir Enggang SPORC, Haris Sri Kuntjoro menduga FR masuk ke jaringan sindikat penjualan hewan langka. Namun FR tidak pernah tahu dengan siapa dia berkomunikasi. Bahkan, untuk transaksi jual beli pun, FR hanya dipersilakan transfer uang seharga barang.

“Diduga ini modus berjaringan. FR membeli hewan-hewan tersebut, lalu menjualnya secara online. Untuk pembayaran, FR selalu transfer ke Kalsel. Meski berbisnis, FR sama sekali tidak tahu dengan siapa dia berhubungan. Mereka hanya berkomunikasi melalui ponsel,” jelasnya, Sabtu (19/9/2015).

Sayangnya, FR masih berstatus pelajar di bawah umur. Sehingga, saat ini FR masih belum ditahan. Meski demikian, lanjut Haris, pihaknya akan tetap memroses FR dan segera melimpahkan berkasnya ke pengadilan.

“Paling lambat Rabu sudah kami limpahkan berkasnya. Saat ini FR tidak ditahan karena usianya masih lima belas tahun,” ujarnya.

Senada, Koordinator Polisi Hutan dan PPNS BKSDA Kaltim Suryadi mengatakan, bersama dengan Polresta Samarinda, SPORC akhirnya berhasil melakukan menyelidiki kasus jual beli secara online hewan yang dilindungi. Mereka melakukan pengintaian hingga penggerebekan selama kurang lebih satu bulan. Bahkan, pihaknya berhasil mendapat informasi awal dari sebuah akun Facebook yang menayangkan jual beli hewan tersebut.

“Semua hewan tersebut masih anakan. Harga satuan dari masing-masing satwa tersebut dijual berkisar Rp 250.000-Rp 500.000. Hewan-hewan ini sementara masih berada di markas SPORC, untuk kemudian akan dititipkan di balai konservasi,” ujarnya.

Sementara FR diancam dengan pasal 21 A jo pasal 40 ayat 2 tentang pelanggaran menjual, memiliki dan memperniagakan hewan yang dilindungi. Pelaku akan dikenakan denda sebesar Rp 100 juta dan hukuman penjara maksimal 5 tahun.

“Meski di bawah umur, tapi karena ini hewan langka yang dilindungi, maka akan tetap diproses,” pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Makassar Jadi Tuan Rumah APEKSI 2023, Walkot Danny: Kami Sangat Siap

Makassar Jadi Tuan Rumah APEKSI 2023, Walkot Danny: Kami Sangat Siap

Regional
Bupati Arief Luncurkan Program Dashat untuk Tekan Angka Stunting di Blora

Bupati Arief Luncurkan Program Dashat untuk Tekan Angka Stunting di Blora

Regional
Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Guru di Blora, Bupati Arief Sigap Lakukan Pendataan

Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Guru di Blora, Bupati Arief Sigap Lakukan Pendataan

Regional
Bupati Arief dan Kiai Marzuqi Ajak Masyarakat Blora Jaga Kerukunan Bangsa

Bupati Arief dan Kiai Marzuqi Ajak Masyarakat Blora Jaga Kerukunan Bangsa

Regional
Peringati HUT Ke-65 Riau, Gubernur Syamsuar Paparkan Keberhasilan Proker Pemprov Riau

Peringati HUT Ke-65 Riau, Gubernur Syamsuar Paparkan Keberhasilan Proker Pemprov Riau

Regional
Polemik Desain Rel Kereta Api Trans Sulawesi, Inkalindo Sulsel: Rel Elevated Lebih Ramah Lingkungan

Polemik Desain Rel Kereta Api Trans Sulawesi, Inkalindo Sulsel: Rel Elevated Lebih Ramah Lingkungan

Regional
Merajut Keseimbangan di Taman Nasional Komodo

Merajut Keseimbangan di Taman Nasional Komodo

Regional
70 Penghargaan dalam 4 Tahun, Bukti Kekompakan Bupati dan Wabup Banyuasin

70 Penghargaan dalam 4 Tahun, Bukti Kekompakan Bupati dan Wabup Banyuasin

Regional
Ekonomi Jateng Capai 5,66 Persen pada Kuartal II-2022, Ganjar: Ini Kerja Kolektif

Ekonomi Jateng Capai 5,66 Persen pada Kuartal II-2022, Ganjar: Ini Kerja Kolektif

Regional
Tak Punya Wisata Alam, Kabupaten OKI Percaya Diri Unggulkan Wisata Budaya

Tak Punya Wisata Alam, Kabupaten OKI Percaya Diri Unggulkan Wisata Budaya

Regional
Walkot Ridho Sebut “Fokus” Jadi Kunci Keberhasilan Program Kerja Pemkot Prabumulih

Walkot Ridho Sebut “Fokus” Jadi Kunci Keberhasilan Program Kerja Pemkot Prabumulih

Regional
Kinerja Ekonomi Jatim Triwulan II 2022 Tumbuh di Atas Rata-rata Nasional

Kinerja Ekonomi Jatim Triwulan II 2022 Tumbuh di Atas Rata-rata Nasional

Regional
Semarakkan HUT Ke-77 Kemerdekaan RI, Gubernur Syamsuar Bagikan Bendera Merah Putih di Riau

Semarakkan HUT Ke-77 Kemerdekaan RI, Gubernur Syamsuar Bagikan Bendera Merah Putih di Riau

Regional
Rayakan HUT Ke-828, Kabupaten Trenggalek Gelar Festival Kesenian Jaranan 2022

Rayakan HUT Ke-828, Kabupaten Trenggalek Gelar Festival Kesenian Jaranan 2022

Regional
Wujudkan Sumsel Maju untuk Semua, Pemprov Sumsel Fokus Pada 6 Prioritas Daerah

Wujudkan Sumsel Maju untuk Semua, Pemprov Sumsel Fokus Pada 6 Prioritas Daerah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.