Kompas.com - 19/09/2015, 19:53 WIB
|
EditorBambang Priyo Jatmiko
KEFAMENANU, KOMPAS.com - Yakobus Kolo (14) siswa kelas I SMP Negeri Oe Ana, Desa Faennake, Kecamatan Bikomi Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), harus menanggung derita yang berkepanjangan.

Derita itu muncul lantaran mata sebelah kanannya buta pasca-operasi usus buntu di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kefamenanu, TTU. Bukan hanya itu saja, buah hati pasangan Zakarias Kolo dan Maria Nule itu juga mengalami pembengkakan jantung dan paru-paru, sehingga harus dirawat secara intensif di rumah sakit umum milik pemerintah itu.

Zakarias Kolo saat dihubungi Kompas.com Sabtu (19/9/2015) malam mengaku saat ini bingung dengan kondisi anaknya tersebut yang mulai kritis.

“Sebelum operasi, kondisi mata anak saya ini baik-baik saja dan normal. Tetapi setelah jalani operasi, mulai timbul bintik putih dan lama kelamaan tidak bisa lihat lagi bahkan hampir melorot keluar. Kami keluarga bingung dengan kondisi anak kami ini,” kata Zakarias yang sehari-hari bekerja sebagai petani.

Awalnya, kata Zakarias, pada Rabu (2/9/2015) anaknya mengeluh sakit di bagian paha dan perutnya kembung. Pada keesokan harinya, perut Yakobus terus membesar sehingga sekitar pukul 23.00 Wita, Yakobus pun dilarikan ke RSUD Kefamenanu. Setelah diperiksa lanjut, dokter pun menyarankan agar dilakukan operasi sehingga dirinya pun setuju untuk dilakukan operasi pada Jumat (4/9/2015).

Usai operasi usus, justru mata kanan anaknya mulai muncul titik putih dan bengkak, hingga bola matanya nyaris keluar, dan saat itu matanya pun buta hingga saat ini. Perut Yakobus pun semakin hari kian bertambah besar akibat pembengkakan jantung dan paru-paru.

“Tadi siang dokter sudah rontgen dan dokter mengatakan sebaiknya dirujuk ke Kupang saja karena di Rumah Sakit Kefamemanu tidak ada obat. Sebagai orang kampung yang tidak mengerti apa-apa, saya ikut saja apa kata dokter dan malam ini kami akan bawa anak saya ini ke Kupang, ” kata Zakarias.

Zakarias pun berharap dokter bisa segera menyembuhkan penyakit anaknya itu sehingga anaknya bisa bersekolah lagi. Sementara itu dihubungi terpisah, Direktur RSUD Kefamenanu, Wayan Niarta tidak merespon pertanyaan wartawan melalui pesan singkat. Begitu juga ketika ditelepon namun sedang tidak aktif.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Regional
Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Regional
Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Regional
Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Regional
Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Regional
Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Regional
Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Regional
Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Regional
Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.