Kajari Makassar: Kebanyakan, Begal adalah Anak di Bawah Umur

Kompas.com - 16/09/2015, 15:36 WIB
Para begal motor sadis dan barang bukti kejahatan mereka di markas Polsek Tambaksari, Surabaya, Senin (13/4/20150). Surya/Satria Akbar SigitPara begal motor sadis dan barang bukti kejahatan mereka di markas Polsek Tambaksari, Surabaya, Senin (13/4/20150).
|
EditorErvan Hardoko

MAKASSAR, KOMPAS.com — Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Makassar Deddi Suwardi mengakui, banyak begal divonis ringan karena masih di bawah umur. Sesuai undang-undang yang berlaku, anak-anak pelaku kejahatan mendapat keringanan hukuman.

"Dari fakta persidangan, hakim jelas memutuskan sesuai dengan undang-undang. Memang hampir semua begal yang disidangkan terbilang anak di bawah umur. Jadi, ada aturannya itu. Setengah hukuman dari hukuman orang dewasa," kata Deddi.

Deddi menambahkan, selain hukuman ringan, sejumlah begal yang masih berusia anak-anak hanya menjalani hukuman percobaan. Sementara itu, sebagian lainnya dikembalikan kepada orangtua masing-masing. Meski begitu, mereka mendapat pengawasan dari Balai Pengawasan Anak (Bapas).

"Sebelum persidangan, kasusnya sudah ditangani oleh Bapas. Saat sidang pun, Bapas hadir. Jadi, tidak ada juga begal yang merupakan residivis divonis ringan. Kasih datanya ke saya kalau ada yang residivis dikasih hukuman ringan," kata Deddi.

Saat ditanya soal rencana Kapolrestabes Makassar Kombes Polisi Fery Abraham yang menginginkan sinergi antarpenegak hukum terkait pemberantasan aksi begal di Makassar, Deddi mengatakan bahwa pihaknya sangat mendukung ide tersebut.

"Saya dukung Pak Kapolrestabes Makassar. Jadi, Satgas Pemberantasan Begal itu bukan hanya polisi atau jaksa. Ada pula keterlibatan Pemkot Makassar dan instansi terkait," tambahnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelumnya telah diberitakan, Kombes Fery Abraham menyatakan, aksi begal sulit diberantas di Makassar karena pelaku selalu mendapat hukuman ringan. Bahkan, pembegalan yang sering terjadi dilakukan oleh pelaku yang sama setelah menjalani hukuman di penjara.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Regional
Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Regional
Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Regional
Lewat 'Wonderful Rongkong', Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Lewat "Wonderful Rongkong", Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Regional
Bupati Jekek Optimistis Pembangunan 14.142 RTLH Wonogiri Selesai pada 2024

Bupati Jekek Optimistis Pembangunan 14.142 RTLH Wonogiri Selesai pada 2024

Regional
 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.