Sudah Tertipu, Kepsek di Kabupaten Semarang Terancam Dipecat

Kompas.com - 14/09/2015, 20:16 WIB
|
EditorErvan Hardoko

UNGARAN, KOMPAS.com 
— Sri Mundiyah (52), seorang kepala sekolah dasar di Kabupaten Semarang yang menjadi korban penipuan teman Facebook-nya, terancam dipecat jika terbukti menggunakan uang dinas.

Berdasarkan informasi yang berkembang di sejumlah media, korban tertipu Rp 800 juta. Uang itu didapatnya dari seorang rentenir dengan jaminan sebuah rumah kos yang terdiri dari 80 kamar.

"Sanksi itu bakal kami berikan apabila ada uang dinas di dalamnya. Sanksi itu minimal pemberhentian sementara jabatan dia sebagai kepala sekolah. Itu yang masih kami cek," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Semarang, Dewi Pramuningsih, Senin (14/9/2015).

Terkait dana kedinasan yang raib dalam kasus tersebut, lanjut Dewi, pihaknya sudah meminta bantuan semua Kepala UPTD Dinas Pendidikan di tingkat kecamatan untuk melakukan penelusuran.

"Kami tidak mau berandai-andai ya, apalagi menuduh. Kami ingin sekadar mengecek. Semoga tidak terjadi. Sejauh ini kami masih yakin ini kasus pribadi, bukan di tingkat profesional (menyangkut kedinasan). Karena itu, kami juga menunggu perkembangan dari kepolisian," ujarnya.

Dewi berharap kasus yang menimpa salah satu kepala sekolah ini akan menjadi pelajaran bagi para pendidik dan kepala sekolah. Dia juga mengapresiasi keberhasilan kepolisian dalam mengungkap kasus ini dengan cepat.

"Kami bersyukur Sri tersadar telah menjadi korban penipuan. Kami juga senang, para pelaku sudah tertangkap. Semoga tak ada guru atau kepsek lainnya yang menjadi korban penipuan ke depannya. Ini akan menjadi pelajaran bagi kita semua," kata Dewi.

Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Semarang Adi Prasetyo meyakini kasus yang dialami Sri Mundiyah adalah kasus pribadi, bukan mengatasnamakan institusi. Adi menambahkan, PGRI dalam setiap kesempatan bertemu dengan para tenaga pendidik selalu mengingatkan agar melapor ke dinas jika menerima permintaan transfer dana maupun datang ke kota lain dengan membawa uang tunai.

"Sebab, ada potensi hal itu merupakan tindak penipuan. Laporan itu untuk meng-cross check kebenarannya. Jika ada permintaan seperti itu, alangkah baiknya diabaikan saja. Jika itu kami yang minta, pasti resmi melalui surat, tidak melalui telepon, kirim pesan singkat, atau jejaring sosial," ujar Adi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Strategi Bupati Jekek untuk Cegah Endemi PMK di Wonogiri

3 Strategi Bupati Jekek untuk Cegah Endemi PMK di Wonogiri

Regional
Berdayakan Perempuan, PPLIPI Jabar Gelar Pelatihan Bisnis Berintegrasi

Berdayakan Perempuan, PPLIPI Jabar Gelar Pelatihan Bisnis Berintegrasi

Regional
Perkuat Kualitas Pola RKPD, Pemprov Jabar Gagas Inovasi Pendanaan Pembangunan Kompetitif

Perkuat Kualitas Pola RKPD, Pemprov Jabar Gagas Inovasi Pendanaan Pembangunan Kompetitif

Regional
Selamat, Jatim Berhasil Kumpulkan Total 11 Opini WTP dari BPK

Selamat, Jatim Berhasil Kumpulkan Total 11 Opini WTP dari BPK

Regional
Buka Turnamen Basket Antar Klub Se-Kaltara, Gubernur Zainal: Ini Merupakan Sejarah

Buka Turnamen Basket Antar Klub Se-Kaltara, Gubernur Zainal: Ini Merupakan Sejarah

Regional
Ganjar Siapkan Dua Langkah Jitu untuk Tangani Banjir Rob di Tanjung Emas

Ganjar Siapkan Dua Langkah Jitu untuk Tangani Banjir Rob di Tanjung Emas

Regional
Dishub Jabar Sebut Mudik Lebaran 2022 Berjalan Lancar meski Macet

Dishub Jabar Sebut Mudik Lebaran 2022 Berjalan Lancar meski Macet

Regional
Bantu UMKM di Tempat Wisata, Pemprov Jabar Upayakan Standardisasi Harga

Bantu UMKM di Tempat Wisata, Pemprov Jabar Upayakan Standardisasi Harga

Regional
Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Regional
Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Regional
Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Regional
Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Regional
Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Regional
Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Regional
Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.