Kompas.com - 14/09/2015, 03:06 WIB
Turis asal Amerika Serikat, Richie ikut membantu memadamkan api yang membakar lahan di Pulau Bangka, Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Sabtu (12/9/2015). Sekitar 2000 hektar hutan adat dan perkebunan warga terbakar dalam kebakaran yang sudah terjadi selama sepekan. KOMPAS.com / RONNY ADOLOF BUOLTuris asal Amerika Serikat, Richie ikut membantu memadamkan api yang membakar lahan di Pulau Bangka, Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Sabtu (12/9/2015). Sekitar 2000 hektar hutan adat dan perkebunan warga terbakar dalam kebakaran yang sudah terjadi selama sepekan.
EditorFidel Ali
MEDAN, KOMPAS.com- Pemerintah diminta menjatuhkan sanksi hukuman kurungan dan denda uang bagi pembakar lahan yang menyebabkan timbulnya asap dan sudah merugikan dalam segala hal.

"Sanksi hukuman kurungan untuk efek jera dan denda uangnya bisa digunakan untuk keperluan pemerintah menanggulangi gangguan lingkungan seperti asap yang dananya cukup besar," kata pengamat ekonomi Universitas Sumatera Utara Wahyu Ario Pratomo di Medan, Minggu.

Dia menyebutkan, anggaran penanganan asap dan dampak yang ditimbulkan asap itu sudah sangat besar.

Untuk membuat hujan buatan, pemadaman api dan lainnya, pemerintah dilaporkan sudah mengeluarkan dana ratusan miliar Rupiah.

Dana itu diperkirakan masih akan terus membengkak karena nyatanya gangguan asap belum hilang.

Adapun dampak asap sudah merugikan banyak sektor seperti bisnis, pendidikan serta kesehatan warga dan bahkan nama baik Indonesia.

Bisnis terganggu karena aktivitas penerbangan udara maupun laut dan angkutan jalan raya terganggu.

Sementara secara pendidikan, asap sudah membuat proses belajar dan mengajar terganggu bahkan beberapa sekolah di provinsi seperti Jambi, Riau, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah diliburkan.

Asap juga sudah mengganggu kesehatan masyarakat dengan meningkatnya penyakit ISPA dan mata.

Kerugian lain juga dari mulai adanya tudingan bahwa Indonesia perusak lingkungan.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, Polri dan PPNS sudah menetapkan tersangka pembakar lahan seperti untuk Riau ada 30 orang.

Di Sumatera Selatan, Polri juga melakukan penyelidikan kepada 13 perusahaan. Adapun di Jambi, sudah ada 25 orang tersangka pelaku pembakaran lahan.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X