Kompas.com - 10/09/2015, 22:00 WIB
Ibukota Provinsi Kalimantan Tengah, Palangka Raya Rabu (24/09/2014) tertutup kabut asap pekat. Kompas.com/Ananda Eka PutraIbukota Provinsi Kalimantan Tengah, Palangka Raya Rabu (24/09/2014) tertutup kabut asap pekat.
|
EditorErvan Hardoko


BALIKPAPAN, KOMPAS.com – Beberapa hari belakangan ini, kabut asap pekat menyelimuti kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Asap terasa lebih pekat pada pagi, kemudian berangsur-angsur hilang di siang hari. Kemudian pada sore hari asap kembali muncul namun cepat menghilang.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Balikpapan, Imam Mashudi, mengatakan asap pekat yang menyelimuti Balikpapan, paling banyak merupakan kiriman dari Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan, serta sedikit dari Kabupaten Penajam Pasir Utara dan Paser.

“Balikpapan ini relatif aman dari api. Asap yang muncul belakangan adalah kiriman dari Kalsel dan Kalteng. Titik api yang diyakini menimbulkan asap, terbanyak dari dua daerah itu,” kata Imam, Kamis (10/9/2015).

BMKG Balikpapan mencatat 716 titik api muncul di seluruh Kalimantan pada 9 September 2015. Sebanyak 352 titik api diyakini menjadi penyebab kebakaran besar lalu menimbulkan asap yang menyelimuti Kalimantan. Dari lebih dari 700 hotspot itu, terpantau di Kalsel terdapat 152 titik api, sementara Kalteng 469 titik.

“Tetapi tidak semua yang benar-benar terjadi kebakaran besar dan menimbulkan asap seperti sekarang,” kata Imam.

Angin yang bertiup dari arah selatan dengan kecepatan 20-40 kilometer per jam di ketinggian 3.000 kaki menuju ke arah Samudera Pasifik menyebabkan asap dari tiga provinsi di Kalimantan, termasuk dari Kalbar, bergerak memasuki Kaltim.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Pola angin datang dari dataran kering di Benua Australia, kemudian berbelok di Kalimantan ke arah Barat Daya ke Samudera Pasifik yang (memiliki tekanan) lebih rendah,” kata Imam.

“Pesisir di Balikpapan sebenarnya tidak banyak terpengaruh, karena punya potensi hujan. Hanya saja, karena angin maka awan hujan pecah dan terbawa ke Pasifik,” tambah Imam.

Asap kiriman dari kebakaran hutan di provinsi lain itu diperkirakan mencapai puncaknya pada Oktober-November mendatang lalu berubah menjelang akhir tahun. Pola angin yang berubah saat memasuki musim hujan pada November-Desember diperkirakan bakal mempengaruhi kondisi Balikpapan.

Sementara itu, meski asap kiriman menyelimuti Balikpapan, diyakini belum membahayakan kesehatan warga maupun mengganggu penerbangan. “Jarak pandang masih baik bagi penerbangan di Balikpapan, lebih dari 9.000 meter saat siang. Yang terpengaruh adalah diprovinsi lain (Kalsel, Kalteng, Kalbar) sehingga mengganggu penerbangan di sana,” kata Imam.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bidik Pasar Ekspor dan Industri Halal, Kang Emil Promosikan Produk Unggulan Jabar di Dubai Expo 2021

Bidik Pasar Ekspor dan Industri Halal, Kang Emil Promosikan Produk Unggulan Jabar di Dubai Expo 2021

Regional
Gubernur Enembe Berharap Pacific Exposition 2021 Mampu Dongkrak Perekonomian di Timur Indonesia

Gubernur Enembe Berharap Pacific Exposition 2021 Mampu Dongkrak Perekonomian di Timur Indonesia

Regional
Enam Pesantren Jabar Akan Pamerkan Produknya di World Expo Dubai

Enam Pesantren Jabar Akan Pamerkan Produknya di World Expo Dubai

Regional
Lewat “Gerai Sehat Nurani”, Warga Sasak Panjang, Bogor Dapat Akses Kesehatan Terjangkau

Lewat “Gerai Sehat Nurani”, Warga Sasak Panjang, Bogor Dapat Akses Kesehatan Terjangkau

Regional
Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Regional
Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Regional
Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Regional
Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Regional
Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Regional
Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Regional
Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Regional
Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Regional
Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.