Buruh Cuci Ini Bersyukur Anaknya Bisa Kuliah S-3 di Jepang

Kompas.com - 10/09/2015, 15:23 WIB
Yuniati saat memegang foto putranya sakti yang saat ini kuliah S3 di universitas Hokaido Jepang KOMPAS.com/ wijaya kusumaYuniati saat memegang foto putranya sakti yang saat ini kuliah S3 di universitas Hokaido Jepang
|
EditorGlori K. Wadrianto

Berkat usaha keras Yuniati, Satya Candra Wibawa Sakti bisa menempuh kuliah S-1 di jurusan Kimia Universitas Neger Yogyakarta (UNY), lalu melanjutkan S-2 di jurusan Kimia UGM pada tahun 2008, dan saat ini menempuh jenjang S-3 di Universitas Hokaido, Jepang. "Sakti selalu dapat beasiswa. Di Jepang ini, dia juga dapat beasiswa dari Dikti," tutur Yuniati.

Sementara itu, anak kedua Yuniati, Oktaviana, telah lulus dari Akademi Perawat Bethesda. Saat ini, putri keduanya ini bekerja menjadi perawat di Rumah Sakit Harjo Lukito. "Alhamdulillah, lega. Anak kedua saya sudah lulus dan bekerja. Sakti sebentar lagi lulus dari sekolahnya di Jepang," ucap dia sambil meneteskan air mata.

Berutang

"Bayar uang kuliah S-1 Sakti Rp 4 jutaan, setengahnya dapat bantuan Dinsos. Setelah itu, Sakti dapat beasiswa," ucap dia.

Sementara itu, biaya kuliah Oktaviana ialah sekitar Rp 2 jutaaan per bulan. Biaya asrama Rp 600.000 dan satu mata kuliah Rp 90.000. "Kalau dipikir, ya bisa gila bayar sebanyak itu, tetapi harus dijalani," kata dia.

Demi membayar sekolah kedua anaknya, Yuniati pun terpaksa "buka lubang tutup lubang". Ia berutang ke beberapa bank. "Semua bank sudah saya coba, mulai dari yang bunganya besar sampai yang kecil. Ini demi masa depan anak," ucap dia.

Utang ini pun ditanggungnya sendiri. Dia tidak menceritakan usahanya itu kepada kedua buah hatinya. "Saya saja yang tahu, biar mereka konsentrasi belajar saja," ujar dia.

Sampai saat ini, jika ditotal, dia masih harus membayar utang sekitar Rp 30 jutaan. Beruntung, kedua anaknya terhitung sudah mampu membiayai hidup sendiri sehingga hasil dari mencuci bisa digunakan untuk mencicil utang. "Melihat mereka bahagia dan sukses, saya senang," kata dia lagi.

Yuniati lalu berujar, "Gusti ora bakal maringi cobaan ngluwihi kemampuan umatnya (Tuhan tidak akan memberikan cobaan melebihi kemampuan umatnya)."

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X