Kompas.com - 10/09/2015, 08:53 WIB
Kegiatan water bombing menggunakan helikopter Kamov KA 32A11BC untuk memadamkan sejumlah titik api di wilayah Kalimantan Barat, Kamis (3/9/2015). Kegiatan water boombing untuk memadamkan kebakaran hutan dilakukan di Kabupaten Kubu Raya. KOMPAS.com / YOHANES KURNIA IRAWANKegiatan water bombing menggunakan helikopter Kamov KA 32A11BC untuk memadamkan sejumlah titik api di wilayah Kalimantan Barat, Kamis (3/9/2015). Kegiatan water boombing untuk memadamkan kebakaran hutan dilakukan di Kabupaten Kubu Raya.
|
EditorGlori K. Wadrianto
PONTIANAK, KOMPAS.com - Upaya pemadaman menggunakan bom air (water bombing) di wilayah Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, mengalami kendala. Padahal, jumlah titik api berdasarkan pantauan satelit Modis yang dikeluarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan ada 616 titik api yang tersebar di seluruh Kalbar.

Jumlah titik api terbanyak berada di Kabupaten Ketapang, yakni sebanyak 442 titik. Data itu berdasarkan pembaruan informasi pada tanggal 9 September 2015 pukul 05.00WIB.

Komandan Satgas Water Bombing BPBD Kalbar, Bosman mengatakan, diperlukan mobilisasi bahan bakar jenis avtur yang cukup untuk operasional helikopter Kamov melakukan proses water bombing.

Jauhnya jarak titik api dengan Bandara Supadio sebagai titik awal pergerakan menuju Kabupaten Ketapang dikhawatirkan tidak mencukupi bahan bakar helikopter, sehingga proses pemadaman menjadi tidak efektif.

"Untuk mengarahkan helikopter Kamov ke Kabupaten Ketapang, perlu mobilisasi avtur yang cukup tersedia di Ketapang. Kalau berangkat dari Pontianak, bahan bakar tidak mencukupi untuk water bombing," kata Bosman, Rabu (9/9/2015).

Senada dengan Bosman, Kepala Pelaksana BPBD Kalbar TTA Nyarong mengaku mengupayakan pemadaman di wilayah Kabupaten Ketapang. Nyarong rencananya akan berkoordinasi dengan perangkat pemerintah daerah untuk proses penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Ketapang.

"Besok saya turun langsung ke Ketapang mengadakan pertemuan dengan Bupati, Kapolres dan Dandim termasuk dengan Kepala Dinas, dan instansi vertikal yang terkait untuk membahasnya," kata Nyarong kepada Kompas.com.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, kabut asap semakin pekat menyelimuti Kota Pontianak dan kota/kabupaten lainnya di Kalimantan Barat.

Aktivitas penerbangan di Bandara Supadio juga terganggu dengan banyaknya penundaan penerbangan dari jadwal seharusnya. Warga pun semakin mengeluhkan pekatnya asap yang menyelimuti Pontianak.

Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Pontianak semakin mengkhawatirkan. Berdasarkan pembaruan data yang dikeluarkan BMKG, kualitas udara di Pontianak bertahan di level berbahaya. Kondisi ini tentu saja berdampak pada kesehatan masyarakat. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.