2 Pasang Calon Wali Kota Mataram Tak Boleh Bertemu Saat Tes Kesehatan

Kompas.com - 08/09/2015, 14:44 WIB
Pasangan calon 'Sahaja' yaitu Salman dan Jana Hamdiana melakukan tes kesehatan. KOMPAS.com/ Karnia SeptiaPasangan calon 'Sahaja' yaitu Salman dan Jana Hamdiana melakukan tes kesehatan.
|
EditorGlori K. Wadrianto
MATARAM, KOMPAS.com - Dua pasangan calon kepala daerah Kota Mataram, pasangan 'Aman' (Ahyar Abduh dan Mohan Roliskana) dan pasangan 'Sahaja' (Salman dan Jana Hamdiana) menjalani tes kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Selasa (8/9/2015).

Direktur RSUD Kota Mataram dr. Lalu Herman Mahaputra menjelaskan, kedua pasangan calon mulai menjalani tes kesehatan sekitar pukul 07.30 Wita. Pelaksanaan tes kesehatan kedua pasangan calon dilakukan secara terpisah.

"Pemeriksaan kita lakukan satu-satu. Kita usahakan setiap calon ini enggak boleh ketemu," kata Herman.

Herman mengatakan, ada 15 tim dokter yang akan melakukan pemeriksaan kesehatan mulai dari mata, THT, paru, jantung, bedah, urologi, kulit dan kelamin. Selain tes kesehatan jasmani, mereka juga menjalani tes kesehatan rohani (kejiwaan). Pemeriksaan akan dilakukan selama delapan jam.


"Kemungkinan besar lolos, ya kita lihat. Selama dia bisa berjalan ke sini, itu sudah poin lah," kata Herman.

Herman menargetkan, hasil tes kesehatan bisa diketahui sore ini. Hasil tes kesehatan hari ini nantinya akan langsung serahkan ke KPU untuk kemudian dilakukan rapat pleno.

Proses tes kesehatan calon kepala daerah dilakukan secara tertutup. Beberapa awak media yang akan meliput pun sempat diusir dan tidak diperkenankan mengambil gambar.

Terkait hal ini, Herman mengatakan proses yang dilakukan telah sesuai prosedur tetap (protap). "Begitu calon datang, lantai dua harus steril supaya beri dulu kenyamanan untuk para calon. Karena mereka kan puasa, kita ambil darah, setelah itu tes tulis, kasih konsen dulu. Setelah itu silahkan mau meliput. Memang protap seperti itu harus steril," kata Herman.

Sementara itu, Ketua KPU Kota Mataram Ainul Asikin mengatakan, tes kesehatan merupakan salah satu tahapan verifikasi dalam pemilihan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram. Hasil tes kesehatan akan diketahui malam ini. Proses verifikasi maksimal dilaksanakan selama tujuh hari, namun KPU Kota Mataram menargetkan proses ini akan dilakukan empat hari.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rampok Ponsel Pacarnya, Seorang Pelajar di Bima Ditangkap Polisi

Rampok Ponsel Pacarnya, Seorang Pelajar di Bima Ditangkap Polisi

Regional
Macan Tutul Mati di Pati Diduga Akibat Pertarungan Berebut Teritori

Macan Tutul Mati di Pati Diduga Akibat Pertarungan Berebut Teritori

Regional
Mengintip Strategi Milenial Membeli Rumah di Era Digital

Mengintip Strategi Milenial Membeli Rumah di Era Digital

Regional
Detik-detik Banjir Bandang Sapu Siswa Peserta Susur Sungai di Sleman

Detik-detik Banjir Bandang Sapu Siswa Peserta Susur Sungai di Sleman

Regional
Warga kepada Jokowi: Kalau Sudah Dapat SK, Kenapa Alat Berat Masih Ada di Lahan Kami?

Warga kepada Jokowi: Kalau Sudah Dapat SK, Kenapa Alat Berat Masih Ada di Lahan Kami?

Regional
Kisah Heroik 2 Siswa Selamatkan Rekannya Saat Susur Sungai, Bakir Lempar Akar dan Danu Lompat ke Sungai

Kisah Heroik 2 Siswa Selamatkan Rekannya Saat Susur Sungai, Bakir Lempar Akar dan Danu Lompat ke Sungai

Regional
Pakar: Susur Sungai Tidak untuk Anak dan Remaja, Apalagi Musim Hujan

Pakar: Susur Sungai Tidak untuk Anak dan Remaja, Apalagi Musim Hujan

Regional
Suami Istri Sekap Siswi SMP dan Paksa Threesome, Dipaksa Suntik KB hingga Janji Beri Rp 5 Juta

Suami Istri Sekap Siswi SMP dan Paksa Threesome, Dipaksa Suntik KB hingga Janji Beri Rp 5 Juta

Regional
Saat Tiga Kurir Ganja 231 Kg Tertunduk Dengar Tuntutan Hukuman Mati..

Saat Tiga Kurir Ganja 231 Kg Tertunduk Dengar Tuntutan Hukuman Mati..

Regional
[POPULER NUSANTARA] Pengakuan Napi Teroris Tolak Dibaiat ISIS | Susur Sungai, Siswa SMPN di Sleman Terseret Arus

[POPULER NUSANTARA] Pengakuan Napi Teroris Tolak Dibaiat ISIS | Susur Sungai, Siswa SMPN di Sleman Terseret Arus

Regional
'Mereka Menuduh Kami Lebih Kafir dari Polisi', Kata Adik Trio Bom Bali I Soal Perangnya Melawan Radikalisasi

'Mereka Menuduh Kami Lebih Kafir dari Polisi', Kata Adik Trio Bom Bali I Soal Perangnya Melawan Radikalisasi

Regional
Temui Ortu Korban Susur Sungai, Sultan HB X Sampaikan Pesan

Temui Ortu Korban Susur Sungai, Sultan HB X Sampaikan Pesan

Regional
Empat Siswa SMPN 1 Turi Sleman yang Ikut Susur Sungai Belum Ditemukan

Empat Siswa SMPN 1 Turi Sleman yang Ikut Susur Sungai Belum Ditemukan

Regional
Kesaksian Salma, Siswa SMPN 1 Turi yang Selamat Susur Sungai, Arus Deras Tiba-tiba Datang

Kesaksian Salma, Siswa SMPN 1 Turi yang Selamat Susur Sungai, Arus Deras Tiba-tiba Datang

Regional
Tak Kunjung Ada Kabar, Ibu Siswi SMPN 1 Turi: Saya Mohon Doanya

Tak Kunjung Ada Kabar, Ibu Siswi SMPN 1 Turi: Saya Mohon Doanya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X