Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 07/09/2015, 10:11 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto
PONTIANAK, KOMPAS.com - Direktur Eksekutif Walhi Kalimantan Barat Anton Wijaya mengingatkan aparat penegak hukum untuk mewaspadai modus klaim asuransi perusahaan perkebunan yang dengan sengaja membakar lahannya.

Kondisi tersebut disampaikan Anton terkait kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah konsesi perkebunan di Sumatera maupun Kalimantan. "Karena memang dalam perjanjian antara perusahaan dan pihak bank tertentu, salah satu poinnya adalah kebakaran yang terjadi dalam kondisi tertentu misalnya bencana alam (force major). Nah ini lah yang perlu di-'warning' oleh penegak hukum," kata Anton, Minggu (7/9/2015) kemarin.

Sejauh ini, menurut Anton, perusahaan yang terbukti membakar lahan hanya dikenakan pasal tentang pembakaran lahan. Nah, celah untuk mendapatkan klaim asuransi, menjadi sesuatu yang belum diperhatian.

"Untuk itu, sudah saatnya penegakan hukum tidak hanya berdasar pada pasal pembakarnya saja, tapi modus klaim asuransi menjadi warna baru dalam kasus kejahatan lingkungan," ujar Anton.

Anton menambahkan, penegakan hukum juga harus dilakukan kepada stakeholder lain selain private sector yang memiliki mandat dan wewenang melakukan perbaikan tata kelola sumber daya alam, memastikan praktik kebun tanpa membakar, tetapi tidak menjalankan tugas dan tanggungjawabnya.

Fakta-fakta temuan Walhi di berbagai daerah menunjukkan bahwa akar masalah terbesar kebakaran dan asap di Indonesia sangat nyata dan sebenarnya sangat dipahami oleh Pemerintah.

"Kepolisian harusnya melakukan penegakan hukum seadil-adilnya kepada para penjahat lingkungan yang jelas-jelas adalah korporasi yang melakukan pembakaran dalam proses pembersihan lahan-lahan konsesi mereka," tegas Anton.

Sementara itu, peneliti Center for International Forestry Reseach (Cifor) Herry Purnomo mengatakan, fenomena global El Nino yang terjadi saat ini juga perlu diwaspadai karena bisa saja menjadi celah dan pintu masuk bagi perusahaan nakal untuk berkelit.

Dampak kebakaran terutama di lahan gambut diperkirakan akan berlangsung lebih lama dan emisi yang dihasilkan akan jauh lebih besar karena el-nino. "Iya perusahaan skala sedang dan besar bisa memanfaatkan isu El Nino untuk menutupi praktik pembakaran dan pembakaran ini" kata Herry.

Hasil temuan Cifor, menurut Herry, perusahaan perkebunan sawit banyak yang dengan sengaja membuka lahan dengan cara dibakar. Namun, terkait pemanfaatan isu El Nino, sejauh ini masih berupa dugaan, tapi juga perlu diwaspadai.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terima Penghargaan karena Aktif Cegah Stunting, Mbak Ita Terangkan Konsep Bergerak Bersama

Terima Penghargaan karena Aktif Cegah Stunting, Mbak Ita Terangkan Konsep Bergerak Bersama

Regional
Apresiasi Pelayanan Penyakit Katastropik RSUD Karawang, Menkes: Tularkan ke RS Lain

Apresiasi Pelayanan Penyakit Katastropik RSUD Karawang, Menkes: Tularkan ke RS Lain

Regional
Bobby Nasution: 15.000 Warga Medan Setuju Tembak Mati Begal Sadis

Bobby Nasution: 15.000 Warga Medan Setuju Tembak Mati Begal Sadis

Regional
Menteri PPPA dan Wali Kota Semarang Serap Aspirasi Anak-anak

Menteri PPPA dan Wali Kota Semarang Serap Aspirasi Anak-anak

Regional
Kang Emil Apresiasi Legenda Sepakbola Jabar di Piala Gubernur 2023

Kang Emil Apresiasi Legenda Sepakbola Jabar di Piala Gubernur 2023

Regional
Benahi Kualitas Pembelajaran, Bupati HST Kunjungi Google Indonesia

Benahi Kualitas Pembelajaran, Bupati HST Kunjungi Google Indonesia

Regional
Persik Kediri Menang Telak atas Arema FC, Mas Dhito: Wis Tiga Poin!

Persik Kediri Menang Telak atas Arema FC, Mas Dhito: Wis Tiga Poin!

Regional
Kawasan Rebana Jabar Siap Menyerap 4,49 Juta Pekerja

Kawasan Rebana Jabar Siap Menyerap 4,49 Juta Pekerja

Regional
Terima Kunjungan Komisi V DPR, Gubernur Syamsuar Paparkan Persoalan Infrastruktur di Riau

Terima Kunjungan Komisi V DPR, Gubernur Syamsuar Paparkan Persoalan Infrastruktur di Riau

Regional
Pantau Seleksi Timnas U-17, Herman Deru: Ini Kesempatan Generasi Muda Sumsel Tunjukkan Potensi

Pantau Seleksi Timnas U-17, Herman Deru: Ini Kesempatan Generasi Muda Sumsel Tunjukkan Potensi

Regional
Buka Sriwijaya Travel Fair 2023, Wagub Sumsel Harap Event Ini Tingkatkan Kunjungan Wisatawan

Buka Sriwijaya Travel Fair 2023, Wagub Sumsel Harap Event Ini Tingkatkan Kunjungan Wisatawan

Regional
Ikuti Senam Bersama, Gubernur Herman Deru Ingin Sumsel Jadi Pusat Pariwisata Kesehatan

Ikuti Senam Bersama, Gubernur Herman Deru Ingin Sumsel Jadi Pusat Pariwisata Kesehatan

Regional
Di Hadapan Pejabat Negara Asean, Walkot Ita Paparkan Progres Pengembangan Smart City Kota Semarang

Di Hadapan Pejabat Negara Asean, Walkot Ita Paparkan Progres Pengembangan Smart City Kota Semarang

Regional
Sambil Makan Tumpang, Menhub dan Mas Dhito Saksikan Pembangunan Bandara Dhoho Kediri

Sambil Makan Tumpang, Menhub dan Mas Dhito Saksikan Pembangunan Bandara Dhoho Kediri

Regional
Tol Cisumdawu Diharapkan Dorong Pertumbuhan Ekonomi Baru di Jabar

Tol Cisumdawu Diharapkan Dorong Pertumbuhan Ekonomi Baru di Jabar

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com