Kompas.com - 04/09/2015, 21:48 WIB
Kapal hooper bager atau kapal keruk Teguh III berkapasitas 500 meter kubik buatan putra Pekalongan, Jumat (4/9/2015). Kapal ini diluncurkan oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, yang bisa digunakan untuk mempercepat normalisasi sungai maupun waduk. KOMPAS.com/NAZAR NURDINKapal hooper bager atau kapal keruk Teguh III berkapasitas 500 meter kubik buatan putra Pekalongan, Jumat (4/9/2015). Kapal ini diluncurkan oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, yang bisa digunakan untuk mempercepat normalisasi sungai maupun waduk.
|
EditorErvan Hardoko

PEKALONGAN, KOMPAS.com — Normalisasi sungai ataupun waduk di berbagai wilayah di Indonesia kerap menemukan persoalan, salah satunya adalah tidak adanya alat canggih untuk mengeruk di wilayah sedimentasi.

Nah, dari kota batik Pekalongan, Jawa Tengah, salah seorang putra daerah berhasil menciptakan kapal yang mampu mengangkut sampah dalam jumlah besar dari wilayah sedimentasi.

Perusahaan galangan kapal tersebut bernama PT Barokah Marine, di Kecamatan Pekalongan Utara. Mereka memproduksi kapal baru berjenis hooper bager atau kapal keruk berkapasitas 500 meter kubik yang cocok untuk pengerukan waduk, bendungan, ataupun sungai-sungai besar.

Direktur PT Barokah Marine, Agus Tri Harsito, mengatakan, perusahaannya berhasil membuat kapal keruk canggih yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan. Pembuatan satu kapal keruk membutuhkan waktu tiga hingga empat bulan.

Dia mengatakan, perusahaannya adalah murni perusahaan galangan kapal daerah. Meski berada di daerah, perusahaan ini berhasil berinovasi dengan membuah beragam produk kapal. Saat ini, industri galangan kapal tersebut telah menghasilkan ratusan kapal baja, kapal tongkang, hingga kapal keruk.

"Kapal keruk jenis hooper ini berukuran 1.000 PK, yang bisa menarik beban seberat 3.000 ton. Kapal ini juga tahan ombak, dan sudah digunakan untuk membantu dalam proyek di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batang,” ujar Agus.

Kapal keruk yang diberi nama Teguh III tersebut mempunyai ukuran yang relatif besar. Berbeda dari kapal pada umumnya, di bagian tengah kapal ini terdapat tempat untuk menyimpan hasil kerukan dalam jumlah yang cukup besar.

Kapal-kapal tersebut juga bisa digunakan untuk mengatasi ancaman banjir karena mudah dioperasikan untuk mengeruk sungai. Kapal ini dibuat dengan spesifikasi panjang 37,5 meter, lebar 12 meter, tinggi 3,5 meter.

PT Barokah Marine juga tengah menjajaki pembuatan kapal dari bahan selain kayu. Bahan-bahan, seperti paralon dan baja, akan jadi bahan baku utama. "Sudah juga kami desain, nanti kapal di bawah 30 gross ton (GT) berbahan dasar paralon, kapal di atas 30 GT memakai bahan besi. Jadi, tidak memakai kayu," tambahnya.

Dalam kesempatan ini, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo secara resmi meluncurkan pengoperasian kapal keruk produk galangan kapai ini sebagai dukungan untuk memperkuat industri maritim di negeri ini.

"Pabrik galangan kapal di Jateng itu banyak sekali. Tegal dan Pekalongan. Saya ingin terus mendukung konsep maritim, baik yang ada di hulu maupun hilir," ujar Ganjar Pranowo, Jumat (4/9/2015).

Dengan peluncuran kapal keruk tersebut, Ganjar menganggap putra daerah Jawa Tengah ternyata mampu memproduksi kapal dengan teknologi yang cukup canggih. Kemampuan ini nantinya akan memperkuat kepercayaan diri bangsa sebagai sebuah negara maritim besar.

"Jangan lupa bahwa nenek moyang kita itu pelaut. Saya gemas, masa enggak bisa buat (kapal) sendiri. Kalau diberi kesempatan dan mau, ternyata bisa buat kapal," tambahnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.